Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Selasa Wage, 22 Agustus 2017 (29 DzulQa'dah 1438H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 inilah zodiak yang mudah patah hati

 mengenal tradisi voodo di afrika barat

 canggihnya teleskop terbaru nasa bisa untuk memburu alien

 misteri lukisan nyai roro kidul yang memakan korban

 misteri batu berlubang sempurna di garut



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Mendapatkan Ilmu Pelet di makam keramat Marongge

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 

PUNYA masalah cinta ingin tokcer, datanglah ke makam keramat Marongge. Sekurang-kurangnya begitu kata peziarah. Itu sebabnya, ke makam yang terletak di Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang ini, semakin banyak yang datang. Tidak tua, tidak muda, bahkan wanita penjaja cinta juga banyak yang meminta "berkah" di sana agar "dagangan"-nya laku keras.

Saat berkunjung ke Marongge, dini hari malam Jumat Kliwon lalu, banyak pria dan wanita berduyun-duyun turun ke Sungai Cilutung. Mereka mandi ramai-ramai sambil menebarkan bunga tujuh rupa ke permukaan sungai yang airnya terasa amat dingin. Ada yang lebih khas, banyak di antara mereka yang mandi sambil membuang pakaian dalam mereka, apakah itu celana, atau rok dalam kalau perempuan.

Untuk apakah itu? "Itulah salah satu persyaratan upacara ziarah di sini," tutur Karti (45), pedagang tahu Sumedang yang setiap malam Jumat Kliwon jualan tahu di sana.

Karti tak sendirian dalam menangguk untung di Marongge. Puluhan bahkan ratusan pedagang makanan, mulai dari pedagang kupat tahu, tahu goreng, kerupuk hingga pedagang minuman hangat seperti kopi dan sebagainya, berderet di depan kompleks makam Marongge. Berjualan di sini sepanjang malam adalah kegiatan rutin di Marongge, terutama malam kliwonan. "Bulan Maulud lebih ramai lagi," tutur Karti.

Minta jodoh

Sebagaimana makam keramat di mana pun, ke makam keramat Marongge, selalu datang peziarah dengan seribu-satu macam keperluan. Mulai dari ingin naik pangkat hingga ingin diberi kemudahan rezeki. Tetapi, yang lebih "hebat" dari itu, keramat Marongge terkenal karena peletnya. Pelet adalah semacam ilmu pemikat cinta. Barang siapa yang tergila-gila oleh perempuan atau lelaki, bila ingin cintanya tokcer, boleh datang ke Marongge.

Menurut Karti, kehebatan pelet Marongge sungguh spektakuler. "Kalau mau coba, jangan sama perawan, cobalah sama yang sudah punya suami. Si perempuan bersuami itu pasti terpikat sama kita," tuturnya. "Tapi hati-hati, lho, ilmu pelet Marongge tak boleh dibuat mainan. Mendapatkan cinta bukan untuk iseng atau coba-coba. Betapa hebatnya pelet marongge. Tetapi, jangan sekali-kali dipakai untuk menggoda perempuan bersuami atau lelaki beristri," sambung Karti lagi mengingatkan.

Oleh karena itu, tidak aneh kalau ke Marongge, di malam-malam yang sudah ditentukan, sering banyak lelaki atau perempuan datang berziarah. "Kalau yang datang seorang lelaki yang nyari calon istri dan perempuan yang nyari calon suami, biasanya tak perlu repot-repot menghadap sang juru-kunci sebab di depan halaman komplek makam itu, mereka sudah saling lirik dan bertukar senyum," kata Pendi, penduduk sekitar.

Namun, katanya, kejadian itu hanya kebetulan belaka. Biasanya yang datang ke Marongge lantaran sakit hati cintanya ditolak. "Nah, kalau yang ini, keramat Maronggelah bagiannya," kata Junaedi, sesama pedagang makanan.

Lantaran dipercaya betul bahwa Pelet Marongge pengundang cinta, jangan heran kalau ke tempat itu juga banyak hadir para wanita penjaja cinta. Mereka bukan datang untuk mencoba menggoda peziarah, tetapi karena pingin minta "berkah" agar "dagangan"-nya laku keras.

Noni, sebutlah begitu. Dia adalah salah-satu contoh pelanggan Pelet Marongge. Tiap kliwonan, ia pasti hadir di Marongge. Kalau minta tolong sama juru-kunci cukup bilang pingin banyak disayang orang. "Hasilnya lumayan, deh. Kendati banyak saingan berusia muda, tapi langganan tetap berduyun," tutur Noni, genit. Di usia 35 tahun, Noni sudah mengaku tua sebab para pesaingnya malah baru usia belasan tahun.

Jangan dibuang ke kali

Di malam hari menjelang dini hari, semua peziarah bakal dibimbing menuju Sungai Cilutung. Mereka mesti mandi sambil membuang pakaian dalam yang dipakainya.

Tetapi, kata juru kunci, upacara buang pakaian sebetulnya sekadar simbol. "Yang dibuang mestinya pakaian bekas bahkan sudah lusuh dan kotor. Itu adalah simbol di mana hal-hal kotor yang menempel di tubuh kita diminta dilepaskan dan biarkan menjauh dari tubuh kita," tutur juru kunci.

Nah, inilah kebahagiaan bagi penduduk setempat. Kalau tiba harinya banyak peziarah yang mandi dan buang pakaian dalam, pada subuh harinya di hilir sana puluhan penduduk sudah siap-siap untuk mencegat "yang mau lewat".

"Kami berhamburan ke tengah sungai untuk berlomba menarik pakaian dalam yang lagi berenang ke hilir," tutur Edih ketawa renyah.

Empat putri cantik

Makam keramat siapakah di Marongge sana sehingga banyak diminati para pendulang cinta? Tak lain, Marongge adalah makamnya empat orang putri cantik di zaman dulu kala. Mereka adalah Embah Gabug, Embah Setayu, Embah Naidah, dan Embah Naibah. Mereka semua cantik-cantik sehingga membuat tergila-gila siapa pun yang melihatnya. Namun sayang, kendati banyak ksatria, bangsawan bahkan para raja datang melamar, keempat putri itu tak pernah melayani lelaki.

"Kalau ada lelaki yang bisa memanggil kami seperti ini, bolehlah kami dipersunting," tutur para putri itu. Mereka memperagakan sebuah kebolehan. Ke atas permukaan Sungai Cilutung dilemparkan sebuah kukuk (semacam buah untuk disayur, seperti terung bulat tetapi ukuran besar). Buah kukuk itu melayang di permukaan sungai, berjalan menuju ke hilir. Dengan kesaktian para putri cantik, sang kukuk dipanggilnya pulang. Buah kukuk pun kembali menuju ke hulu.

Ini adalah kesaktian yang tak sembarang orang bisa, termasuk pula para lelaki itu. Buah kukuk bisa terpanggil jiwanya karena kehebatan ilmu pelet (penarik sukma) para putri itu. "Kukuk, benda tak bernyawa saja bisa kena pelet, apalagi manusia yang punya jiwa," tutur Pendi.

Jadi sejak saat itu, keempat putri cantik selalu dimintai tolong untuk menundukkan sukma. Pelet namanya. Oleh karena itu, di tempat itu hingga kini dikenal pelet Marongge.

Sumber : Pikiran Rakyat



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
pasangan serasi menurut tanggal kelahiran

penerapan feng shui untuk penataan kota

mengulik rahasia pepatah china

misteri kekuatan tubuh manusia

pameran keris zaman majapahit di yogyakarta

good time bad time

inilah yang dibutuhkan pasangan anda berdasarkan zodiaknya

riset keterkaitan zodiak dengan penyakit

pelet jaran goyang diminati para artis

misteri hantu di jembatan eretan, indramayu

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Peragaan Debus oleh Paranormal
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com