Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Selasa Pahing, 28 Maret 2017 (29 Jumadil Tsani 1438H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 inilah khasiat biji semangka yang jarang orang tahu

 biji pepaya ternyata sangat baik untuk kesehatan

 kepercayaan masyarakat tempo dulu terhadap mitos harimau

 tips jitu mengatasi fobia takut terbang

 beberapa tempat paling horor di dunia



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Mendeteksi Datangnya Bencana Melalui Hewan

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
Gempa dan bencana alam sulit dideteksi oleh teknologi buatan manusia. Namun hewan memiliki insting yang tajam untuk meradar atau mendeteksi datangnya bencana jauh sebelum bencana itu datang. Kasus tsunami di Aceh membuktikan banyak hewan yang telah lari jauh sebelum bencana itu datang.

Atas dasar inilah para ahli gempa Indonesia merekomendasikan salah satunya dengan melepaskan jenis hewan tertentu yang memiliki kepekaan terhadap perubahan alam, sebagai natural early warning system.

"Setelah bertemu Dr. Danny Hilman dan teman-teman ahli gempa plus tsunami serta para pelaku kebudayaan, kami mengajak institusi-institusi pemerintah untuk mengkaji kemungkinan melepaskan satwa satwa seperti gajah di sekitar Kota Padang, sebagai alat peringatan dini yang alami," kata Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Basroni Kiran, seperti rilis yang dikeluarkan Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana.

Menurut Basroni, keberadaan natural early warning system ini dapat menjadi pelengkap dari berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seperti membangun shelter mini untuk evakuasi, jalur-jalur evakuasi, peralatan GPS, pemantauan pergerakan batu koral, dan pelatihan bagi anak2 sekolah.??

"Apabila gajah dilepaskan di kota Padang dan beberapa daerah di pantai barat Sumatera, tentu tidak di pemukiman padat penduduk,. Juga harus dipastikan bahwa gajah tersebut tidak sampai mengganggu dan meresahkan aktifitas warga. Karena itu, tiap gajah harus didampingi pawang yang cukup," lanjut Basroni.

Menurut penelitian para ahli, beberapa hewan lebih peka terhadap kondisi alam yang dapat mengancam kelangsungan hidupnya. National Geographic  juga melaporkan bahwa banyak spesies yang mampu menyelamatkan diri sebelum terjadinya gempa dan tsunami di Asia tahun 2004. Gajah berlari ke tempat yang lebih tinggi, anjing tidak mau ke luar rumah, dan burung bangau meninggalkan daerah tempatnya berkembang biak.

Pemerintah Korea Utara juga dilaporkan menggunakan gajah untuk mendeteksi potensi bencana, pasca gempa dan tsunami Jepang, beberapa minggu lalu.

"Upaya mitigasi bencana dengan memanfaatkan potensi yang sudah disediakan alam seperti aneka flora & fauna, patut kita galakkan. Cara ini dimungkinkan karena kita masih punya banyak gajah Sumatera, dan juga akan membuat kita lebih siap menghadapi ancaman bencana," tegasnya.

Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna, sebenarnya memiliki bakat/intuisi yang dapat meradar bahaya/bencana bahkan lebih canggih daripada hewan. Sayangnya kemampuan ini dibiarkan begitu saja hilang karena banyaknya orang yang berpikir rasional. Mereka berusaha menciptakan teknologi pendeteksi bencana padahal "teknologi" tersebut ada di dalam diri manusia. Beruntunglah sekarang, menyambut jaman spiritual telah banyak hadir anak-anak indigo yang memiliki kepekaan yang tajam namun sayangnya keberadaan/kemampuan mereka tidak diberdayakan oleh pemerintah. Sekarang juga marak pelatihan aktivasi otak tengah dimana intuisi anak diaktivasi kembali agar tetap hidup sebab jika dibiarkan begitu saja maka intuisi itu akan hilang kemampuannya.

Diharapkan dengan banyaknya anak-anak yang memiliki intuisi super, dimasa depan kita lebih siap dalam memprediksi datangnya bencana. Pengembangan potensi kehebatan manusia seharusnya lebih banyak diberdayakan karena walaubagaimanapun manusia tidak terdiri dari aspek fisik saja namun juga metafisik. Jika hanya mengedepankan aspek fisik maka akan timbul orang-orang yang rasionalis saja yang mendewakan materi/wujud lahiriah, selalu berpikir dengan otak kiri saja, mengabaikan nilai-nilai Ketuhanan termasuk didalamnya tidak mempercayai hal-hal metafisika. Padahal, jika kita mampu mengembangkan aspek metafisika, maka manusia akan semakin mendekatkan dirinya sebagai insan kamil (mahluk yang sempurna) dihadapan Tuhan.

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
ilmuwan klaim telah temukan partikel tuhan

heboh kucing berlafal allah di tangerang

heaven is for real : film berdasarkan kisah nyata perjalanan ke surga

mengenal empu (seniman) keris indonesia

misteri rumah hantu pondok indah

guru sejati dalam dimensi supranatural

wisata bukit kuntilanak di pelabuhan ratu, sukabumi

selayang pandang keris

mengenal pesugihan buyut jimbung

ramalan horoskop 2012

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Burung Bisa Baca Al Quran
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com