Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Minggu Kliwon, 30 April 2017 (3 Sya'ban 1438H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 meramal usia seseorang melalui sitting rest tes

 penjelasan ilmiah mukjizat nabi musa membelah laut

 pesona mistis candi agung amuntai

 misteri kuburan vampir terungkap

 kisah kiai masduqie dan keajaiban sholawat



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Mendeteksi Serangan Stroke Dengan Tes Mata

by : Indospiritual
Kategori : Kesehatan
 
mata

Ternyata tes mata sederhana bisa membantu mengidentifikasi risiko stroke. Dari foto retina itu, dokter bisa melihat kerusakan yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Kerusakan yang dikenal sebagai hipertensif retinopati ini meningkatkan risiko stroke.

Di Inggris tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko stroke nomor satu, menyebabkan 50 persen dari 152 ribu serangan stroke dalam setahun. Sebagian besar penderita stroke tersebut tidak mengalami gejala-gejala awal dan tidak tahu dirinya berisiko terkena stroke.

Penelitian baru menemukan foto retina mata bisa membantu mengidentifikasi risiko stroke. Pemeriksaan foto retina ini sudah banyak tersedia di Inggris, para ahli pun mulai menyarankan pemeriksaan ini sebagai antisipasi terhadap serangan stroke.

Foto retina ini terhitung sederhana. Ahli optometri hanya perlu memotret retina dengan memberikan obat tetes mata khusus yang membuat pupil melebar. Pembukaan bagian belakang mata ini bisa diperiksa menggunakan fundus kamera, sebuah mikroskp dengan kamera yang kamera yang ditempelkan.

"Alat ini sekarang digunakan National Health Service untuk memeriksa perubahan yang disebabkan oleh penyakit diabetes seperti kerusakan pembuluh darah," kata Dr. Bernie Chang, konsultan ophthalmologi di Leeds dan wakil presiden Royal College of Ophthalmologi.

Penelitian soal pemeriksaan mata ini diterbitkan di American Heart Association journal Hypertension. Penelitian tersebut memotret mata 2.907 orang penderita tekanan darah tinggi yang sebelumnya tak mengalami stroke dan setiap orang dikelompokkan berdasarkan kerusakan pembuluh darah di belakang mata atau hipertensif retinopati. Mereka kemudian diikuti selama 13 tahun. Selama itu 146 orang terkena serangan stroke.

Para peneliti menemukan risiko stroke lebih tinggi 25 persen terjadi pada mereka yang mengalami hipertensif retinopati ringan. Sementara risiko lebih tinggi 137 persen pada mereka dengan hipertensif retinopati sedang atau parah, bahkan setelah mereka menyesuaikan faktor risiko stroke lain seperti usia, indeks massa tubuh dan angka tekanan darah.

Bahkan di antara pasien yang mendapat obat pengontrol tekanan darah, risiko pembekuan darah 96 persen lebih tinggi terjadi pada mereka yang menderita hipertensif retinopati ringan dan 198 persen lebih tinggi pada mereka yang menderita dalam tahap sedang atau parah.

Peneliti studi tersebut sekaligus profesor Singapore Eye Research Institute di National University of Singapore Dr. Mohammad Kamran Ikram, mengatakan retina menyimpan informasi berharga perihal pembuluh darah di otak. "Pencitraan retina merupakan cara non invasive dan murah untuk memeriksa pembuluh darah retina," imbuhnya.

Dr. Clare Walton dari Stroke Association Inggris mengatakan,"Penelitian ini menemukan kerusakan pembuluh darah mata bisa mengindikasikan risiko potensial seseorang untuk terkena serangan stroke. Meskipun hasilnya positif, dibutuhkan lebih banyak riset lagi sebelum dokter mengubah penilaian risiko seorang pasien untuk terkena stroke."

Sumber : kompas

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
obat alami mengatasi keracunan makanan

inilah tanaman yang membuat sehat udara di rumah

cara alami mengatasi insomnia (sulit tidur)

terapi penyembuhan bersama ikan lumba-lumba

rokok herbal tetap berbahaya bagi kesehatan

pendapat para ahli perihal langsing dengan yoga

orang berambut merah, lebih peka terhadap rasa sakit

asal muasal istilah jamu dari jampi-jampi

mengapa anda perlu berlatih yoga?

ilmuwan korea temukan saluran meridian

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Kumpulan Video Penampakan Hantu
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]




Vemale.com: Wanita Indonesia | Zodiak | Keluarga | Kesehatan | Kisah nyata



loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com