Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Sabtu Wage, 21 Oktober 2017 (30 Muharam 1439H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 yoga dan penyelamatan bumi

 meringankan gangguan insomnia dan menopause dengan yoga

 menebak profesi seseorang dari posisi tidurnya

 bulan suro dalam tradisi jawa

 mistik asta paregi untuk pasutri yang ingin punya anak



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Mengenal Ritual Ulur-Ulur di Tulungagung

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
ritual ulur-ulurRatusan warga empat desa di Kecamatan Campurdarat Tulungagung, menggelar tradisi Ulur-Ulur. Tradisi di pinggir Telaga Buret ini bertujuan agar mata air Telaga Buret terus mengulur atau mengalir tanpa henti.

Baik saat musim kemarau atau musim hujan, sehinga para petani bisa menanam padi sepanjang tahun dan terhindar dari bencana alam.

Menurut sesepuh setempat, tradisi Ulur-Ulur ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Dari legenda yang berkembang di masyarakat, konon pada masa lampau empat desa mengalami kekeringan yang cukup panjang, sehingga warga tidak bisa bercocok tanam.

Empat desa di Kecamatan Campurdarat Tulungagung yaitu Desa Sawo, Desa Gedangan, Desa Ngentrong dan Desa Gamping. Akibatnya, Dewi Sri dan Joko Sedono sebagai simbol kemakmuran petani pergi meninggalkan daerah itu.

Dewi Sri dan Joko Sedono yang dipanggil kembali oleh petani bersedia kembali dengan syarat petani harus membuat bendungan yang kemudian dikenal dengan Telaga Buret. Sejak adanya Telaga Buret, area persawahan di Kecamatan Campurdarat tak lagi pernah mengalami kekeringan.

"Tradisi Ulur-Ulur ini sebagai sedekah dan perwujudan rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberi kemakmuran khususnya melimpahnya air dari Telaga Burtet. Meski masa kemarau panjang seperti sekarang, hasil pertanian warga melimpah dan tak mengalami gagal panen akibat kekeringan," jelas Ketua Kasepuhan Sendang Tirto Mulyo.

Kegiatan ini diawali dengan arak-arakan warga mengantar temanten kecil yang menggendong padi di bungkus kain putih menuju Telaga Buret, di Desa Ngentrong Kecamatan Campurdarat. Temanten cilik yang mengendong padi ini, menggambarkan perwujudan Dewi Sri dan Joko Sedono, simbol kemakmuran kaum petani.

Di belakang arak-arakan temanten cilik, kesenian reog kendang yang dimainkan anak-anak turut memeriahkan kirab ulur-ulur ini. Sesampai dipinggir telaga, sesepuh desa membakar dupa dan mengelar berbagai sesaji.

Sementara para ibu menghias patung Dewi Sri dan Joko Sedono dengan memberi bedak, memasang mahkota dengan hiasan daun kelapa dan kalung ronce bunga melati, sebagai permohonan kepada penguasa alam agar lahan pertanian di desa mereka subur makmur.

Karena tradisi ini hanya digelar setahun sekali, tak pelak ritual ini mengundang perhatian warga. Tidak saja warga dari Kecamaan Campurdarat, tapi warga dari daerah lain berduyun-duyun melihat tradisi unik ini.

"Setiap tahun saya selalu memyempatkan melihat tradisi ulur-ulur di Telaga Buret ini. Acaranya unik sih, sekalian berwisata alam melihat ikan dan monyet," jelas salah seorang pengunjung, Triana, usai melihat tradisi Ulur-Ulur.

Ritual ini diakhiri dengan tradisi tabur bunga di Telaga Buret. Mereka percaya permohonan kemakmuran akan dikabulkan oleh penguasa alam melalui mata air dari Telaga Buret yang terus mengairi sawah sepanjang tahun tanpa terputus.

Hingga kini, ritual yang telah dilakukan secara turun temurun itu rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun sayang, masih saja ada penggrusakan alam seperti penebangan pohon di sekitar telaga dan penangkapan hewan seperti kura-kura dan ikan yang hidup di telaga.

Sumber : detik.com

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
awan berlafal allah di atas langit masjid nabawi

mengenal penghuni alam gaib lawang sewu semarang

mengulik rahasia pepatah china

fakta-fakta aneh tentang fisika

burung terjatuh ketika melintasi makam buyut kohyan

manusia belum siap bertemu makhluk luar angkasa

ajaib, anak 10 tahun ini sadar dari koma setelah dengar lagu kpop

menurut riset malaikat tak bisa terbang

heboh laba laba bermuka manusia

misteri tengkorak keramat di pulau buru maluku

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Sulap Manusia Muncul dari Pasir Pantai
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com