Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Kliwon, 31 Maret 2017 (3 Rajab 1438H)   

[ ADS ]
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 inilah khasiat biji semangka yang jarang orang tahu

 biji pepaya ternyata sangat baik untuk kesehatan

 kepercayaan masyarakat tempo dulu terhadap mitos harimau

 tips jitu mengatasi fobia takut terbang

 beberapa tempat paling horor di dunia



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Tantangan James Randi Foundation untuk Paranormal

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
tantangan james randiAnda paranormal? punya kemampuan yang bisa dibuktikan? mungkin bisa mengikuti tantangan berikut karena hadiahnya $1 juta atau sekitar 9 milyar rupiah. Tapi sebelum ikut... pastikan anda membaca artikel berikut ini.

Untuk diketahui bersama, James Randi Educational Foundation (JREF) adalah organisasi skeptis yang tidak mempercayai kemampuan manusia bahwa manusia mampu melakukan hal-hal luar biasa diluar akal pikiran manusia sekarang. JREF bukanlah organisasi para ilmuwan dan tidak ada lembaga ilmu pengetahuan/sains manapun yang bekerjasama atau menjadikan JRF sebagai referensi/rujukan dan sejenisnya.

JREF tidak mempercayai mukzijat, karomah, maunah yang dimiiliki para Nabi, Wali, atau manusia yang memiliki kelebihan yang tidak masuk akal seperti membaca pikiran orang, chi (tenaga dalam/reiki/kundalini), telekinetik, melihat dengan mata tertutup, kesurupan, pengobatan alternatif, ruqyah dan lain sebagainya. Buat JREF, semua fenomena itu adalah ilusi, trik sulap, akal-akalan, pembodohan, kelakuan orang primitf dan lain sebagainya.

Bagi mereka, mukjizat, karomah, kesaktian dan sejenisnya harus dibuktikan dengan METODE ALA MEREKA SENDIRI. Metode pengujian yang mereka lakukan sifatnya tertutup alias tidak diberitahu kepada orang yang akan diuji, sehingga orang tersebut tidak tahu mau diuji dengan metode apa.


JREF mengklaim tidak satupun paranormal yang mampu lulus uji oleh tim JRF sehingga sampai detik ini uang $1juta masih aman. Mengapa tidak ada yang berhasil? baca terus artikel ini....

Di Indonesia sendiri, ada perguruan silat yang ikut dalam tantangan JREF yakni Merpati Putih (MP) yang merupakan salah satu perguruan silat di Indonesia yang patut dibanggakan karena telah tersebar sampai ke luar negeri dan telah eksis puluhan tahun sampai hari ini bahkan menjadi beladiri resmi di berbagai institusi militer di Indonesia. MP melayani tantangan JREF dengan metode getaran untuk menebak warna dengan mata tertutup. Setelah unjuk kebolehan, hasilnya 100% berhasil, namun ketika diuji dengan metode JREF ternyata gagal. Kenapa? ternyata metode mereka adalah menetesi kain dengan alkohol sehingga timbul rasa tidak nyaman yang mempengaruhi otak untuk berkonsentrasi. Padahal, untuk mampu menebak, butuh ketenangan dan konsentrasi. Bagaimana mau berhasil jika konsentrasinya dirusak? hasil testnya bisa dibaca di http://www.nowscape.com/vibra/Test_Results.htm
merpati putih

MP adalah perguruan yang sangat dipercaya karena memiliki banyak murid yang tersebar hingga ke seluruh dunia, menjadi beladiri resmi di instasi militer di Indonesia dan telah eksis selama puluhan tahun. Melayani tantangan JREF pun sudah membuktikan bahwa MP punya metode yang memang telah terbukti. Tidak mungkin MP datang hanya mengandalkan skill bermain sulap, apalagi datang ke sana harus dengan modal sendiri yang tidak kecil.

Jadi bagi mereka yang ingin ikut tantangan JREF, harus siap "dikerjai" oleh aneka rupa metode mereka dan pastikan ilmu metafisika anda mampu bekerja 100% disegala situasi/kondisi karena JREF sangat lihai untuk membuat anda gagal membuktikan ilmu metafisika dan andapun wajib memenuhi semua aturan-aturan test yang mereka buat. buat. Jika tidak mau memenuhi aturan tersebut atau testnya gagal, maka anda akan di cap hoax oleh mereka.

JREF "menghalalkan" segala cara untuk menggagalkannya.Tidak menutup kemungkinan mereka punya metode lain seperti harus minum minuman tertentu dulu misalnya minuman beralkohol dengan tujuan merusak konsentrasi. Dengan metode yang "seenaknya" seperti ini, apakah lembaga ini layak dipercaya? namanya saja sudah lembaga skeptis, sudah pasti akan selalu memiliki cara untuk membuktikan ketidakpercayaan mereka agar lembaga mereka tetap eksis dan terus mendaptkan sokongan dana (donasi).

Seharusnya JREF menguji dengan metode yang terbuka dan jangan bersikap skeptis terlebih dahulu melainkan harus bersikap netral, dan ujilah dengan cara-cara yang logis bukan dengan cara yang aneh-aneh. Pengujian dengan cara yang tidak logis membuktikan bahwa mereka tidak ingin kehilangan uang atau dana dari para sponsornya karena dari dana itulah mereka hidup. Di website mereka sendiri, anda bisa lihat bahwa mereka menerima donasi dari seluruh dunia. Bayangkan jika JREF gagal, maka sumber uangnya pun hilang. Jadi memang "wajar" saja jika mereka menggunakan berbagai cara licik agar praktisi metafisika gagal di tiap ujicoba.

Pun banyak pihak yang mengkritisi hadiah dari JREF karena tidak jelas pencairannya. Lihat di : http://www.skepticalinvestigations.org/New/Examskeptics/Sean_Randichallenge.html

Ternyata hadiah dari JREF bukanlah dalam bentuk uang cash melainkan Bond (surat hutang) yang tidak jelas kapan bisa dicairkan, apalagi jika bangkrut maka akan semakin tidak jelas uangnya. Ini mirip kasus dimana perusahaan besar membayar pesangon karyawannya dengan surat hutang, baca infonya di http://www.detikfinance.com/read/2011/05/19/110157/1642259/5/duh-bakrie-life-bayar-pesangon-karyawan-pakai-surat-utang?991101mainnews

Kembali ke soal metafisika, Mendemonstrasikan ilmu metafisika tidaklah bisa dengan cara yang se-enaknya. Ilmu metafisika memerlukan energi yang besar untuk bisa didemonstrasikan. Sebelum demo pun harus persiapan terlebih dahulu menghimpun energi. Saat demo pun harus tenang dan percaya diri, sebab jika tidak tenang energi tidak akan berjalan dengan lancar.

Contoh demonstrasi tenaga dalam misalnya mementalkan orang dari jarak jauh. Demo ini akan berjalan lancar jika si pemukul juga sudah terlatih tenaga dalamnya sehingga emosi buatan bisa muncul dengan suatu tehnik pernafasan dan si pemukul pasti mental. Jika demo ini diujicoba oleh tim JRF tentu saja pasti gagal karena tim mereka tidak ada yang mampu melakukannya. Mereka mungkin hanya marah biasa lalu memukul dan hasilnya pasti tidak akan mental.Ilmu tenaga dalam efektif untuk menyelamatkan kita dari berbagai kejahatan, namun jika ingin didemokan harus dengan cara khusus karena harus menghadirkan sesuatu yang tidak berbahaya menjadi nampak seperti berbahaya. Itulah sulitnya mendemonstrasikan ilmu metafisika.

Ilmu lain seperti telekinetik juga bisa didemokan namun biasanya ketika didemokan di bunker bawah tanah, ilmu ini tidak bekerja. Ini mirip seperti cara menangkal santet dimana cukup dengan tidur menempel di bumi maka santet tidak bisa tembus karena bumi sendiri memiliki energi tersendiri. Mengapa? sulit dicari penjelasannya karena berbicara energi itu sangat kompleks sekali.

Begitu juga dengan ilmu penyembuhan penyakit alternatif seperti prana, ruqyah, transfer energi, pemindahan penyakit ke media tertentu sulit untuk berhasil jika diuji oleh JREF karena kesembuhan itu mutlak Allah yang menyembuhkan. Tidak ada juru sembuh yang mampu menyembuhkan semua pasiennya 100% bahkan para dokter yang pengobatannya ilmiah sekalipun tidak ada yang mampu menyembuhkan semua pasiennya. JREF pastinya juga akan menghadirkan beberapa pasien yang harus disembuhkan oleh si juru sembuh untuk pengujian, jika mereka menghadirkan 100 pasien tentu diperlukan energi yang luar biasa besar untuk menyembuhkan semua pasien tersebut. Masalahnya adalah energi metafisika sangat rumit dan kompleks. Misal jika pasien hanya ngetest saja atau tidak yakin, maka penyakitnya akan sulit sembuh. Energi metafisika adalah ciptaan Allah jadi hanya bekerja pada kondisi tertentu yang jika terpenuhi maka pasien akan sembuh.

Seperti halnya doa, di kitab suci dikatakan "Barang siapa berdoa kepada-Ku niscaya Ku-Kabulkan". Pada kenyataannya banyak orang yang berdoa namun tidak terkabul. Jika ditafsirkan secara picik ala JREF, tentunya ini adalah hoax karena khasiat doa tidak terbukti. Namun bagi yang memahami konsep metafisika, mereka pastinya akan mampu menafsirkan dengan benar bahwa doa akan terkabul tergantung kualitis diri dan keyakinannya kepada Allah. Jika berdoa namun tidak yakin/ragu tentunya tidak akan terkabul.

Ilmu metafisika bukanlah ilmu matematika yang hasilnya pasti karena ilmu metafisika tidak bisa bekerja dalam semua kondisi. Ilmu ini akan berfungsi hanya dengan hukumnya tersendiri dan ijin dari Allah. Jadi keberhasilan atau kegagalan dalam menerapkan ilmu metafisika tergantung pribadi yang bersangkutan dan tentu mendapat ijin dari Allah. Ada murid tenaga dalam yang ilmunya tidak berfungsi manakala sombong tapi murid lainnya yang rendah hati sukses mengalahkan penjahat dengan tenaga dalam. Nah jika dianalisa oleh tim JRF, maka tenaga dalam itu hoax karena terbukti ada murid yang tenaga dalamnya tidak berfungsi.

Jika anda ingin ikut JREF karena motivasinya uang, bisa jadi ilmu metafisika anda tidak akan bekerja. Sama seperti juru sembuh yang niatnya bukan menolong orang tapi hanya untuk cari uang semata maka ilmunya sulit untuk bekerja sehingga banyak pasien yang tidak akan sembuh. Atau juga ilmu terawangan bisa hilang jika minum-minuman keras (beralkohol) atau berzina. Kenapa bisa seperti itu? tentu sulit dijelaskan karena ilmu metafisika sangat kompleks, tidak bisa dipikir secara rasional dan perlu memahami secara mendalam hukum-hukum yang bekerja didalamnya. Bayangkan jika anda punya ilmu terawangan lalu disuruh minum beralkohol seteguk saja oleh tim JREF, hampir bisa dipastikan ilmu anda tidak bekerja dan andapun dicap hoax oleh mereka.

Jadi tidak perlu lagi melayani tantangan JREF karena mereka "menuhankan" rasionalitas/logika/akal semata. Ilmu metafisika sampai saat ini tidak bisa dianalisa secara sains karena teknologi manusia belum sanggup untuk mengukurnya. Ilmu metafisika masuk dalam kategori PseudoScience (bukan hoax) yang meskipun sudah dirasakan manfaatnya untuk banyak orang namun belum bisa dijelaskan secara sains.

Apakah penting mukjizat, karomah, maunah, kesaktian dan sejenisnya diakui secara sains? apakah perlu ditulis dalam jurnal-jurnal ilmiah universitas ternama dunia? bagi praktisi metafisika, jawabannya jelas tidak penting dan tidak perlu karena teknologi fisik manusia tidak mampu menjangkau hal metafisika.

Meskipun JREF mengatakan hoax kepada semua ilmu metafisika, pada kenyatannya keberadaan paranormal atau perguruan tenaga dalam seperti Tai Chi, Shaolin, Satria Nusantara, Merpati Putih, Cimande dan lain sebagainya masih tetap eksis. Logikanya adalah jika benar hoax, pastinya akan tutup dan tidak mungkin eksis puluhan tahun. Ini membuktikan bahwa ilmu metafisika memang nyata dan bermanfaat bagi banyak orang.

Sayang sekali sekarang sudah tidak ada Nabi. Jika ada pastinya akan ditantang oleh JRF untuk membelah lautan dengan tongkat layaknya yang dilakukan Nabi Musa. Begitulah cara berpikir orang JREF yang mementingkan rasionalitas semata dan meniadakan spiritualitas dalam hidup. Mereka tidak sadar bahwa ciptaan Tuhan ada yang fisik dan metafisik.

Apakah tim JREF atheist sehingga tidak percaya hal-hal metafisik? Di website mereka, personil JREF bernama D.J. Grothe berkata "I am an atheist. And James Randi has been an outspoken atheist for years. Yes we are atheists at the JREF, most of us."

Nah jika anda masih percaya Tuhan... apakah masih ingin menjadi JREF sebagai bahan panutan/rujukan/referensi?

Sebagai sesama manusia, baik atheist maupun penganut agama seharusnya semua saling menghormati kepercayaan masing-masing. Yang percaya Tuhan, tetap menghargai mereka yang tidak percaya Tuhan karena kepercayaan tidak bisa dipaksakan atau diserang keyakinannya. Yang tidak percaya Tuhan pun, hendaknya menghormati umat yang percaya pada Tuhan, jangan merendahkan ataupun menyerang pemikiran orang-orang yang mempercayai Tuhan atau hal-hal metafisik.

Jadi daripada "nantangin" orang lain, mungkin lebih baik tim JREF menantang diri sendiri. Ujilah kenapa/apa/bagaimana ruh mereka sendiri adalah di dalam ditubuh mereka, dan jika mereka tidak mampu menjelaskannya secara ilmiah berarti mereka pun hoax.

Mau tau "kelakuan" James Randi lebih banyak lagi? kunjungi :

-http://www.skepticalinvestigations.org/New/Examskeptics/Randi_problem.html

- http://www.skepticalinvestigations.org/New/Examskeptics/Sean_Randichallenge.html

- http://www.skepticalinvestigations.org/New/Skepticsmedia/Auerbach_Randi.html

- http://www.skepticalinvestigations.org/New/Mediaskeptics/index.html#JamesRandi

- http://dailygrail.com/features/the-myth-of-james-randis-million-dollar-challenge


PENDAPAT PENGACARA (VICTOR ZAMMIT) TENTANG TANTANGAN JAMES RANDI




PANDUAN BAGI ORANG SKEPTIS UNTUK MEMBUKTIKAN FENOMENA METAFISIKA

Orang skeptis tidak percaya Jin, Hantu, CHI dan hal gaib lainnya. Mayoritas dari mereka tidak percaya Tuhan. Uniknya ada orang skeptis yang mengaku "rasionalis-religius", padahal Jin saja tidak percaya. Bagaimana bisa disebut religius kalau tidak mengakui adanya jin padahal eksistensi Jin telah disebutkan di Al Quran.

Orang skeptis selalu berpedoman pada "kajian ilmiah" dari ilmuwan-ilmuwan barat. Dan kalaupun ada ilmuwan-ilmuwan yang menyelediki gejala metafisika dan mengakuinya maka dibilang ilmuwan tersebut tidak kompeten. Bahkan James Randi sering kali menyerang ilmuwan-ilmuwan yang mencoba melakukan riset terhadap fenomena metafisika.

Di tahun 2001 Prof.Brian Josephson, ahli fisika dari Cambridge University diserang oleh ucapan-ucapan Randi hanya karena sedang meneliti hubungan antara quantum physics dengan telepati. Randi mengatakan pada Prof.Brian : "I think it is the refuge of scoundrels in many aspects for them to turn to something like quantum physics". Padahal Prof.Brian adalah peraih nobel dibidang quantum physics sedangkan randi sama sekali bukan ilmuwan.

Nah.. bagi anda orang skeptis, sebenarnya bisa membuktikan sendiri adanya fenomena metafisika. Tidak perlu menantang-nantang dengan hadiah. Jadilah pribadi yang objektif dengan mempraktekan sendiri. Sebab orang skeptis kebanyakan cuma bisa berteori saja tapi tidak pernah mau mencobanya. Misalnya tidak percaya tenaga dalam, tapi mereka tidak pernah mau masuk perguruan tenaga dalam. Padahal dengan masuk ke perguruan tersebut akan lebih mudah melakukan riset karena bisa sharing pengetahuan, bisa membuktikan, bisa mewawancarai praktisi lainnya.

Ada cara yang EKSTRIM untuk membuktikan adanya fenomena metafisika misalnya membuktikan adanya JIN atau orang lain menyebutnya hantu.

1. Datangi langsung tempat yang menurut banyak orang angker/wingit entah kuburan, pohon besar, situ, gua, pantai laut selatan dll. Datangi pada tengah malam lalu jika bertemu juru kunci, pura-pura saja menjadi pasien. Setelah anda ditinggal sendiri untuk ritual, cobalah anda tantang penghuni gaib tersebut atau langgar saja pantangannya.

Misal pantangannya tidak boleh ngomong jorok maka langgar saja pantangan tersebut atau jika perlu lakukan aksi ekstrim lainnya misalnya mengencingi tempat angker tersebut. Ingat! datangi sendirian, jangan rame-rame apalagi siang hari karena penghuni gaib biasa menunjukan eksistensinya pada tengah malam. Nah jika anda berani.. silahkan merasakan sendiri. Mungkin anda akan melihat penampakan yg menyeramkan atau ditendang hingga tersungkur atau menderita sakit yang sangat sulit untuk sembuh dan yang terparah anda bisa meninggal dalam waktu dekat dengan berbagai sebab misalnya kecelakaan, sakit yg tak kunjung sembuh dll.

Cara lain yang lebih EKSTRIM, ikutlah pesugihan dari golongan iblis. Cukup banyak pesugihan misalnya tuyul, babi ngepet, buto ijo dll. Hampir bisa dipastikan anda akan bertemu dengan yang namanya mahluk gaib. Resiko silahkan tanggung sendiri.

Tidak ada cara lain bagi orang skeptis untuk membuktikan adanya mahluk gaib melainkan dengan terjun/praktek langsung!

2. Kalau cara yang ekstrim takut, cara yang paling mudah sebenarnya adalah membuktikan/mempraktekan sendiri ilmu metafisika. Coba anda bergabung dengan perguruan tenaga dalam dan minta dibangkitkan tenaga dalamnya. Carilah perguruan yang bisa membuktikan CHI/energi setelah pembangkitan.

Jika anda sudah dibangkitkan CHI-nya, maka saatnya anda membuktikannya sendiri :

- Sediakan gelas/botol dan senapan angin. Gelas/botol tersebut jangan di isi energi CHI terlebih dahulu. Kokanglah senapan angin misalnya 3x lalu tembak ke gelas/botol tsb. Jika pecah... maka terbukti bahwa gelas/botol yg tidak mengandung CHI pecah ditembak.

- Kali ini anda transfer energi ke botol/gelas dan bayangkan gelas keras seperti baja. Lakukan dengan penuh keyakinan agar energi mengalir lancar mengisi gelas/botol tersebut. Lalu kokanglah misalnya 3x dan tembak gelas/botol tersebut. Jika tidak pecah.. berarti anda telah membuktikan bahwa energi/CHI tersebut benar adanya.

Namun pembuktian ini memerlukan keyakinan sebab jika orang skeptis sendiri sudah tidak yakin, maka ketika menyalurkan energi ke botol/gelas maka energi itu tidak akan mengalir dan hampir bisa dipastikan gelas pasti pecah ditembak. Jadi solusinya mungkin orang skeptis tersebut meminta kepada praktisi tenaga dalam lainnya untuk mengisi gelas/botol tsb dengan energi dan anda yang akan menembaknya dengan tipe peluru dan jumlah kokangannya yang sama.

3. Bagi orang skeptis yang mau ikut pelatihan tenaga dalam dan sudah bangkit CHI dalam tubuhnya, maka bisa membuktikan dengan cara : kepal 2 tangan anda dan letakan diatas paha, lalu getarkan dengan cara naik turunkan tangan.  Secara otomatis, tangan anda akan bergerak DENGAN SENDIRINYA ke berbagai arah.

Buktikan sendiri maka baru bisa percaya! tidak ada jalan lain bagi orang skeptis kecuali langsung terjun/praktek.

CHI sebenarnya sangatlah nyata bagi orang yang mampu merasakannya. Hanya tinggal menunggu waktu saja bahwa CHI akan dapat diukur dengan teknologi manusia. Untuk itu ilmuwan-ilmuwan yang tertarik dengan CHI haruslah berlomba-lomba menemukan alat ukurnya. Jika alat ukur ini sudah ditemukan... maka CHI/tenaga dalam bukanlah lagi pseudoscince melainkan telah diakui secara ilmiah.

* Berikut ini adalah Video Pembuktian Bahwa CHI adalah kekuatan yang nyata. Video ini diliput oleh Televisi dimana sekarang master ninjitsu diuji dengan cara diborgol oleh pakar maximum security. Dengan kekuatan CHI tersebut borgol lepas dengan sendirinya.

Lihat  videonya di : http://youtu.be/qJ7hxF9BlBM

* Berikut juga adalah bukti bahwa ilmu kebal adalah nyata. Bahkan diliput oleh TV pada saat penggerebekan polisi :



* Berikut ini adalah video ilmuwan barat yang ingin membuktikan adanya CHI pada seorang Shaolin dengan cara mengeBOR bagian tubuh



* Pembuktian CHI oleh ilmuwan bergelar PHD yang diliput oleh National Geographic yang berkesimpulan bahwa CHI memang energi yang misterius karena dapat melindungi tubuh dari benda tajam dan benturan. Secara science, shaolin tersebut harusnya terluka namun pada kenyataannya tidak terluka.



Kelemahan Orang/lembaga Skeptis

1. Orang skeptis selalu merasa lebih hebat daripada ilmuwan. Meskipun ada penelitian tentang kemampuan metafisika oleh para ilmuwan, mereka tetap akan mencerca dan mengatakan ilmuwan tersebut tidak kompeten.

2. Orang skeptis selalu men-generalisasi bahwa hal-hal supranatural adalah pasti sulap/trik. Mereka mengira bahwa yang tahu trik sulap hanya mereka saja sehingga ilmuwan yang meniliti fenomena supranatural dianggap tidak kompeten karena menganggap ilmuwan tersebut dibodohi oleh trik sulap.

Memang banyak paranormal yang menggunakan trik sulap untuk menipu pasiennya. Namun tidak bisa digeneralisasi bahwa semua paranormal adalah penipu. Sebab paranormal atau institusi manapun yang melakukan penipuan pastinya tidak akan bertahan lama. Sebagai contoh : Merpati Putih sudah puluhan tahun eksis dan menjadi lembaga resmi di Kopassus. Tentunya jika mereka melakukan trik sulap sudah ketahuan dari dulu dan perguruannya akan hancur seketika. Namun karena masyarakat banyak yang merasakan manfaatnya maka perguruan tenaga dalam tersebut tetap eksis puluhan tahun.

3. Orang/Lembaga skeptis merasa memiliki misi yang suci yakni "menyelamatkan masyarakat dari pembodohan". Mereka sangat yakin sekali bahwa hal supranatural sudah pasti trik sulap, halusinasi/delusi, penipuan.  Padahal mereka sendiri tidak pernah bisa membuktikannya kalo hal tersebut penipuan dan mereka pun tidak berani lapor ke polisi karena tidak punya bukti.

4. Banyak lembaga skeptis yang ternyata hanya kedok semata dengan tujuan menjaring dana melalui donasi. Mereka mencari nafkah dengan membuat buku, seminar dan kegiatan-kegiatan lainnya yang menyerang orang yang tidak sepaham dengannya.

5. Lembaga skeptis biasanya "kabur" jika tantangannya dirasa akan kalah. Ini dilakukan untuk mempertahankan donasi dan kekayaan lembaga skeptis. Jika kalah tentunya habislah riwayat mereka dan sumber keuangannya. James Randi pun pernah "kabur" ditantang oleh Dr.George Vithoukas ahli homepathy. Infonya bisa dibaca di SINI.

6. Lembaga skeptis biasanya membuat tantangan yang berat dan dianggap tidak mungkin bisa dibuktikan oleh siapun yang menjawab tantangan. Cara mereka  menguji adalah dengan versinya sendiri alias seenaknya sendiri.

Sebagai contoh :

-Merpati putih kainnya ditetesi alkohol oleh tim JREF ketika test kemampuan mata tertutup.

- Anak-anak dari aktivasi otak tengah di test oleh lembaga skeptis dan dinyatakan tidak ada yang berhasil. Ternyata cara pengetesan mereka keterlaluan karena membuat suasana anak tidak nyaman dengan cara menutup kain dengan kuat, membuat suasana yang menegangkan, memaksa anak hingga membuat anak menangis dan lain-lain cara yang membuat anak sulit untuk rileks. Intinya anak dibuat tegang, nervous, kesal terlebih dahulu sehingga suasana hati kacau. Dengan suasana hati kacau, maka anak tidak bisa rileks untuk berkonsentrasi sehingga pastinya akan gagal.

Padahal kunci keberhasilan untuk mengetest kemampuan mata tertutup adalah KONDISI HARUS RILEKS DAN TENANG. Tanpa ketenangan, sudah pasti tidak akan mampu mengaktifkan intuisi. Padahal intuisi ini hanya bisa dicapai jika gelombang otak seseorang mencapai ALFA dan ini bisa diukur dengan alat yang bernama EEG Device. Kondisi alfa hanya bisa dicapai jika suasana hati dan pikiran seseorang rileks dan tenang.

Jadi jika lembaga skeptis itu tetap mempertahankan cara menguji yang seenaknya maka sampai kiamat pun tidak akan berhasil membuktikannya. Dan ini memang yang diinginkan oleh lembaga skeptis tersebut agar keberadaan mereka terus eksis dan mendapat sokongan dana. Dengan demikian mereka akan tetap klaim bahwa tidak ada satupun yang berhasil melewati tantangan mereka.

7. Lembaga skeptis di Indonesia ada juga yang mengkampanyekan untuk tidak percaya jin dan sihir. Padahal mayoritas masyarakat muslim jelas percaya adanya sihir dan jin karena fenomena tersebut sudah banyak terjadi dan bukan hal yang aneh lagi.

Lucunya, lembaga skeptis di indonesia ini pendirinya banyak yang muslim tapi tidak percaya sihir dan jin. Padahal sihir dan jin ada di Al Quran dan Hadist. Mereka mengatakan ayat-ayat sihir dan jin itu multi tafsir dan mereka menafsirkan tanpa ilmu hanya untuk mendukung keyakinan mereka.

Lembaga skeptis di USA dipersilahkan saja melakukan apapun termasuk mengkampanyekan atheis dan ketidakpercayaan kepada kitab suci. Namun jika ada lembaga skeptis di Indonesia yang melakukan ini tentu sulit diterima karena jika menginkari adanya sihir dan jin maka secara tidak langsung mereka juga mengingkari Al Quran dan Al Hadist. Ini tentunya bakal menjadi masalah yang cukup serius karena akan banyak ditentang para ulama dan organisasi Islam.

8. Orang/lembaga skeptis tidak bisa menerima perbedaan pendapat dan keyakinan. Bagi mereka, orang yang tidak sepaham dengan mereka akan disebut "bodoh", "tidak mengerti sulap", "primitif" dll label. Pokoknya mereka sangat yakin bahwa merekalah yang paling benar.

9. Lembaga skeptis sama sekali tidak memberikan kontribusi apapun terhadap ilmu pengetahuan sebab para ilmuwan yang meneliti fenomena supranatural pun sering dicerca/diserang. Mereka hanya bisa berdebat, menyerang dan menantang orang. Disitulah memang mata pencaharian mereka dan mereka akan terus berjuang mempertahankan eksistensi kecuali sudah tidak ada lagi yang memberikan donasi kepada mereka.

Perbedaan Skeptic (orang skeptis) & Scientist (ilmuwan)

Mungkin masih banyak yg tidak bisa melihat perbedaan antara seorang yg memiliki sikap "Skeptic" dan seorang yg memiliki semangat "Scientific Curiosity" yg tinggi. Dari luar mungkin akan terlihat kemiripan antara keduanya. Keduanya selalu mempertanyakan segala sesuatu tentang Fenomena yg terjadi disekitarnya. Dan sering kali keduanya melakukan suatu "penelitian" tentang Fenomena yg mungkin menarik untuk dikaji – yg sering kali dikenal dengan "Tantangan Skeptis" dan "Penelitian Ilmiah".

Keduanya mungkin terlihat sangat mirip tetapi sebenarnya ada perbedaan yg sangat mendasar dari kedua hal ini.

Perbedaan antara Tantangan Skeptis dan Penelitian Ilmiah adalah Tantangan Skeptis hanya berusaha menunjukan bisa atau tidak nya suatu Fenomena terjadi ( sesuai versi penantang tentunya ) sedang Penelitian Ilmiah bertujuan untuk menjelaskan apakah suatu Fenomena bisa terjadi, mengapa suatu Fenomena bisa terjadi dan atau bagaimana Fenomena itu bisa terjadi.

Perbedaan mendasar ini yg menyebabkan suatu Penelitian Ilmiah biasanya memiliki prosedur yg lebih ketat dibanding suatu Tantangan Skeptis. Setiap variable yg mungkin mempengaruhi suatu Fenomena harus diuji satu persatu – untuk itu diperlukan banyak sekali percobaan dan diperlukan banyak sekali sample ( subject ) untuk diujicobakan.

Suatu Penelitian Ilmiah memiliki kewajiban untuk menjelaskan Apa, Mengapa dan ataupun Bagaimana tentang suatu Fenomena – tidak demikian dengan suatu Tantangan Skeptis.

Ada suatu sejarah menarik tentang suatu Fenomena yg biasa disebut sebagai "Pseudo Science" ataupun "Hoax" oleh suatu Tantangan Skeptis yg mulai sering dilakukan akhir-akhir ini. Suatu Fenomena yg kala itu dikenal dengan Mesmerism.

Fenomena Mesmerism ini diawali oleh seorang Frank Mesmer yg mempercayai adanya suatu bentuk Magnetic Force yg bisa mempengaruhi tubuh manusia. Melalui praktek Magnetism ini Mesmer mengklaim memiliki kemampuan menyembuhkan – salah satunya – dengan cara mengarahkan tangannya pada tubuh seorang pasien pada jarak tertentu dan mengalirkan Tenaga Magnetic yg dimiliki praktisi ke tubuh pasiennya.

Teknik ini disebutnya "Mesmer Passess"  teknik seperti ini tentunya sound familiar bukan?

Fenomena Mesmerism ini menarik perhatian King Louis XVI ( Raja Perancis ) hingga akhirnya dibentuklah suatu komite untuk membuktikan kemampuan Mesmer ini. Penelitian ini diketuai oleh Antoine Lavoisier ( Bapak Kimia Modern ) dan hasilnya adalah "Tidak terbukti adanya Tenaga Magnetis yg keluar dari tangan praktisi Mesmerism". Mesmerism tidak lebih hanyalah "Pseudo Science" semua konsep "Magnetic Force" yg dikemukakan Frank Mesmer sama sekali tidak terbukti ada.

Bahkan Benjamin Franklin yg menjadi salah satu anggota team penelitian tsb dengan tegas mengatakan bahwa Mesmerism adalah "Hoax".

Frank Mesmer pun terpaksa meninggalkan Paris dan tetap "keukeuh" melanjutkan praktek Mesmerismnya di Vienna. Mungkin ini adalah Tantangan Skeptis Pertama yg paling terkenal di dunia

Tapi untungnya – atau mungkin bagi yg menganggap ada jin dalam Fenomena seperti ini lebih tepatnya sialnya  – pada saat itu di benua Eropa sedang menjalar suatu semangat Scientific Curiosity yg cukup besar. Ada kegairahan "Keingintahuan Ilmiah" akan segala sesuatu yg cukup besar kala itu.

Walaupun pada saat itu Mesmerism sudah terbukti "Hoax" dan Klaim "Tenaga Magnetic" yg didengung-dengungkannya tidak terbukti ada tetapi para Scientists tidak serta merta menolak dan langsung menaruh Mesmerism ke dalam "keranjang sampah".

Di sinilah letak perbedaan utama antara seorang yg memiliki jiwa "Scientific Curiosity" dan seorang yg berjiwa "Skeptic".

Seorang Skeptic ketika suatu Fenomena sudah terbukti "Hoax" akan langsung menaruh Fenomena itu ke dalam "keranjang sampah". Tidak demikian dengan seorang berjiwa Scientist sekalipun Fenomena terbukti "Hoax" masih ada kegariahan untuk meneliti Fenomena itu lebih jauh lagi. Dan inilah yg dilakukan para Scientists kala itu terhadap Fenomena Mesmerism.

Ada suatu hal yg menarik minat Scientists kala itu pada Fenomena Mesmerism ini yaitu efek penyembuhan yg diklaim Mesmer ternyata terbukti ada walaupun hanya dianggap sebagai Placebo Effect saja kala itu.

James Braid kemudian berusaha meneliti lebih jauh lagi Fenomena Mesmerism ini dan berusaha menjelaskan Fenomena ini dengan keilmuan Physiology dan Psychology yg mulai berkembang kala itu. Konsep "Tenaga Magnetic" yg digunakan Mesmer tidak lagi digunakan Braid untuk menjelaskan Fenomena ini.

Braid mencoba menjelaskan Fenomena Mesmerism ini dengan menggunakan penjelasan mengenai system syaraf tubuh ( Physiology ) dan sikap mental seseorang ( Psychology ). Braid inilah yg kemudian memberi nama baru bagi Mesmerism dengan sebutan Hypnotism.

Penelitian Braid ini kemudian diikuti oleh penelitian para Scientists lainnya di benua Eropa hingga akhirnya mulai terbentuklah suatu disiplin ilmu baru yg sekarang disebut sebagai Hypnosis Modern.

Dan sekali lagi beruntunglah kala itu dunia Barat sedang terjangkit semangat Scientific Curiosity bukan semangat Skeptic – atau sekali lagi mungkin lebih tepatnya sialnya bagi yg menganggap ada jin dalam Fenomena seperti ini.

Para Scientists kala itu tidak hanya berhenti pada penelitian "Ada tidaknya Tenaga Magnetic yg diklaim Mesmer", tetapi berusaha menggali lebih jauh tentang Apa, Mengapa dan Bagaimana Fenomena ini sebenarnya.

Hingga akhirnya dunia Modern sekarang ini mengenal suatu disiplin Ilmu yg disebut dengan Hypnosis Modern. Semua atas jasa semangat "Scientific Curiosity" yg ada kala itu – sikap Skeptic tidak akan pernah membawanya sampai sejauh ini.

Lucunya Hypnosis Modern yg awalnya hanyalah "Pseudo Science" dan sudah terbukti "Hoax" inilah yg kemudian digunakan para Skeptic ( Indonesia ) sebagai senjata andalan untuk "melawan" dan "menjelaskan" Fenomena sejenis dengan Mesmerism di tanah air kita ini – dan mereka pun menggunakan tuduhan yg sama yaitu "Pseudo Science" dan "Hoax"  menarik bukan

Bedanya adalah begitu Fenomena sejenis dengan Mesmerism itu sudah dianggap "Hoax", para Skeptic langsung memasukan Fenomena ini ke dalam "keranjang sampah". Tidak ada lagi minat bagi mereka untuk menelitinya lebih jauh lagi.

Bisa dikatakan semua layu sebelum berkembang ditangan para Skeptic ini .

Seakan mereka lupa dengan sejarah Hypnosis Modern yg mereka banggakan tsb. Jika kala itu Mesmer hidup di jaman yg dikuasai para Skeptic mungkin dunia sekarang ini tidak akan pernah mengenal apa yg disebut Hypnosis Modern ini.

Dari Mesmerism yg terbukti hanyalah "Pseudo Science" dan "Hoax" pada Tantangan Skeptis ala Louis XVI ini, James Braid mengembangkannya menjadi Hypnosis Modern kemudian dengan Hypnosis Modern ini Sigmund Freud mengembang suatu disiplin ilmu Psychology yg sekarang dikenal sebagai Psychoanalysis.

Jadi jika suatu Fenomena terbukti "Pseudo Science" dan "Hoax" apakah lantas kita harus segera membuangnya ke "keranjang sampah" ? padahal meskipun baru disebut pseudoscience namun bila diteliti lebih lanjut sangat berpotensi menjadi ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia seperti ilmu hypnosis modern yang dulu disebut "hoax" sekarang malah sudah diakui WHO sebagai salah satu bentuk terapi.

Mengapa hypnosis kini sudah diakui bukan "hoax" lagi? karena orang yang masuk dalam kondisi hypnosis, kini telah bisa diukur gelombang otaknya dengan teknologi pengukur gelombang otak yang disebut EEG.  Orang yang terhipnotis masuk kedalam gelombang otak alfa-theta sehingga kita dapat memasukan berbagai sugesti seperti untuk terapi phobia, untuk motivasi dll. Jika orang skeptis tadinya mengatakan bahwa orang yang dihipnotis itu "pura-pura" saja maka terbantahkan dengan sendirinya karena EEG telah mampu mendeteksi perbedaan gelombang otak orang yang terhipnotis dengan orang dalam keadaan sadar.

Sumber : yahoogroups.com, Facebook & berbagai sumber

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
otak bisa meramal lagu apa yang akan jadi populer

mengenal reiki

wisata makam keramat batu layar lombok

zodiak mana yang paling suka selingkuh?

kisah manusia kerdil penjaga keraton sumenep

mendengarkan kata hati melalui intuisi

kencing di makam keramat, belasan buruh ditampar setan

petilasan prabu hayam wuruk

hantu berwajah rata hantui warga binjai

kebanyakan pemimpin besar, lahir pada bulan ini

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Hantu di Sebuah Toko di Inggris
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2017, IndoSpiritual.com