Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Senin Pon, 17 Juni 2019 (13 Syawal 1440H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 fakta menarik mengenai mimpi

 tips diet berdasarkan golongan darah

 manfaat air kelapa untuk kecantikan dan kesehatan

 kisah mustika kelapa hajar aswad

 panjang umur dengan ramuan cokelat dan zink



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Dahsyatnya Meditasi dan Pengaruhnya Pada Otak

by : Indospiritual
Kategori : Kesehatan
 
manfaat meditasiBanyak orang yang tahu bahwa meditasi dapat meredakan sakit, memperbaiki konsentrasi dan sistem imunisasi tubuh, menurunkan tekanan darah, mengurangi depresi dan insomnia. Selain itu, penelitian ilmiah membuktikan bahwa meditasi dapat meningkatkan IQ, memperlambat penuaan, dan orang yang melakukan meditasi memiliki indeks saraf otak besar yang berhubungan dengan kebahagiaan 7 kali lipat lebih tinggi daripada manusia biasa.

Seorang pria bermarga Zhang, sama sekali tidak menyangka, belajar meditasi akan membawa begitu banyak kegembiraan  bagi dirinya, meski pada awalnya ia mengalami banyak keraguan dan rintangan.

Atas rekomendasi temannya, Zhang mengikuti kelas gratis Falun Gong yang mengajarkan meditasi pada lima perangkat latihan Gong-nya. Zhang yang terbiasa sibuk mengira akan mudah sekali melakukan meditasi dengan duduk bersila, jangankan hanya meditasi setengah jam, setahun pun dia tak gentar. Tak disangka, baru saja mulai duduk bermeditasi segera disadarinya ternyata sangat tidak mudah untuk dapat benar-benar relaks, terutama menjaga benaknya "tanpa memikirkan apapun".

"Entah mengapa, di dalam benak saya terus bermunculan berbagai macam pikiran, persis gelembung air mendidih, satu persatu muncul tidak berhenti. Semakin saya bermeditasi, hati saya semakin gelisah dan merasa tidak nyaman, seolah tumbuh rumput di atasnya. Sekujur badan terasa gatal, terkadang sakit, tubuh saya juga bergoyang, pokoknya bagaimanapun cara saya duduk, tetap saja merasa tidak nyaman, hanya beberapa menit saja saya sudah tidak tahan lagi dan terpaksa berdiri," tutur Zhang.

Teman saya tertawa dan berkata, "Coba lihat, tangan Anda adalah milik Anda sendiri, jika Anda perintahkan dia untuk diangkat maka tangan anda itu akan terangkat, kaki juga milik Anda sendiri, Anda bisa saja menendang saat menginginkannya. Mengapa Anda tidak dapat mencapai hening jika menghendaki hening? Ini berarti pikiran Anda bukanlah milik Anda, ia tidak mendengar perintah Anda. Tapi asalkan Anda terus berlatih, semua pikiran dari luar ini akan dapat dimusnahkan, pikiran kacau balau dalam benak akan berkurang, lalu hati Anda akan menjadi bersih dan cerah kembali."

Beberapa bulan kemudian, Zhang dapat menikmati keindahan bermeditasi. "Begitu saya duduk bersila, saya merasa sangat nyaman, merasa tubuh saya seolah lenyap dan larut diantara langit dan bumi serta menyatu dengan alam semesta, perasaan ini sungguh indah." Memang, dalam meditasinya Zhang telah mengalami pemandangan indah persis seperti yang diutarakan Profesor Taylor.

Kini sudah banyak sekali orang yang secara proaktif mencoba menjelajahi mukjizat dan misteri pada tubuh manusia ini. Survei pemerintah AS pada 2007, mendapati bahwa dari total populasi AS yang mencapai 300 juta jiwa lebih, warga yang melakukan meditasi mencapai lebih dari 20 juta jiwa. Sama halnya dengan berbagai tempat lain di dunia, banyak pusat medikal yang mulai mengajarkan pasiennya duduk bermeditasi, agar dapat mengurangi rasa sakit dan depresi.

Budaya Timur yang kuno dan misterius, kini telah menjadi metode penyembuhan arus utama, bahkan banyak sekolah dasar dan menengah di negara Barat yang mulai mengajarkan latihan meditasi, agar dapat meningkatkan konsentrasi para murid dan kemampuan dalam mengendalikan emosi.

Meditasi ubah struktur otak besar

Melalui teknologi pemindai terhadap otak besar yang kian canggih, para ilmuwan mendapati bahwa orang yang melakukan meditasi dalam jangka panjang, bagian otak yang khusus mengendalikan kemampuan konsentrasi serta ketajaman indera perasa pada tubuhnya akan tumbuh menjadi semakin kuat secara signifikan.

Profesor Richard Davidson dari Universitas Wisconsin AS, menjelaskan, bahkan bagi seorang pemula meditasi, bagian otak besarnya yang berguna bagi manusia juga akan menjadi semakin lincah, hal ini dengan sendirinya meningkatkan kemampuan imunisasi tubuh alami dalam melawan virus flu.

Penelitian di Universitas California, Los Angeles, juga mendapati volume bagian otak yang mengatur konsentrasi dan emosi dari orang yang melakukan meditasi akan menjadi lebih besar, sekaligus juga membuat substansi abu-abu pada otak besarnya menjadi lebih banyak, sehingga meningkatkan IQ seseorang. Di samping itu mereka juga mendapati, pada lapisan kulit otak besar ada suatu bagian akan menjadi semakin tipis seiring bertambahnya usia, dan meditasi dapat memperlambat kecepatan penuaan lapisan ini.

Redakan rasa sakit

Semakin banyak penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa meditasi dapat meredakan rasa sakit, memperbaiki konsentrasi, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa cemas, insomnia, bahkan juga dapat membantu pencegahan depresi, sehingga membuat metode penyembuhan dengan cara meditasi ini menjadi metode penyembuhan arus utama.

Anggota kongres Negara Bagian Ohio, Tim Ryan (35), setiap hari bermeditasi selama 45 menit sebelum berangkat kerja, karena urusan kongres yang begitu pelik membuatnya harus selalu dalam keadaan prima untuk dapat menghadapi semua itu. Ia menyatakan, meditasi membantu menjaga pikiran jernih dan emosi yang stabil, konsentrasi lebih terpusat, membuat dirinya dapat menjadi pendengar yang lebih baik, dan dapat dengan segera membuat analisa yang akurat.  "Sekarang pikiran saya lebih jernih dibandingkan dulu, juga membuat saya lebih dapat menikmati kehidupan," tutur Tim.

Bantu pengendalian emosi

Agustus 2010 lalu, Proceedings of the National Academy of Sciences AS mengumumkan suatu penelitian, meditasi yang merupakan budaya Timur dapat mengubah jalur saraf pada bagian otak. Penelitian hasil kerja sama antara Oregon University dengan Dalian Institute of Technology Tiongkok ini menyatakan, latihan meditasi dapat membantu otak besar dalam mengendalikan emosi, membuat orang lebih mawas diri dan mengurangi rasa cemas.

Mereka menggunakan program meditasi IBMT (Integrative Body-Mind Training) untuk melakukan uji coba terhadap hasil Imaging Scan pada 45 orang peserta. Didapati pada peserta meditasi, lapisan otak anterior cingulated cortex menjadi lebih banyak, hal ini menandakan kemampuan peserta dalam mengendalikan emosi semakin kuat, tingkat kecemasan, depresi, kemarahan, dan keletihan juga lebih rendah.

Pertajam daya pikir manusia

Profesor Davidson juga meneliti pengaruh meditasi terhadap konsentrasi dan sensitivitas indera manusia. Saat mengamati sesuatu, orang sering kali melupakan sejumlah detail. Seperti pada saat dua lembar gambar yang sama ditunjukkan bergantian setelah berselang setengah jam lamanya, orang-orang umumnya tidak dapat melihat gambar kedua. Sementara orang yang telah berlatih meditasi, umumnya dapat melihat apa yang tidak terlihat oleh orang lain. Davidson menyatakan, "Dulu ilmuwan beranggapan kemampuan otak manusia pada bagian tertentu sudah tetap, namun kami mendapati bahwa meditasi dapat   meningkatkan kemampuan tersebut, latihan mental dapat memperbaiki IQ seseorang."

Istirahat lebih efektif daripada tidur

Profesor Bruce O’Hara dari Universitas Kentucky, AS, menggunakan metode Psychomotor vigilance task untuk mengukur efektivitas meditasi terhadap tidur. Mereka meminta para peserta percobaan untuk mengamati monitor komputer, begitu melihat gambar peserta harus segera menekan tombol. Manusia umumnya bereaksi dalam tempo 200-300 mili detik dalam keadaan sadar, tapi bagi orang yang kurang tidur dibutuhkan waktu yang lebih lama, bahkan kadang sama sekali tidak melihat munculnya gambar.

Ternyata didapati bahwa meskipun peserta yang sebelumnya sama sekali tidak pernah berlatih meditasi, setelah bermeditasi selama 40 menit, mereka langsung memiliki performa yang gemilang. Bagi peserta lainnya yang tidur singkat selama 40 menit, membutuhkan waktu sedikitnya 1 jam untuk dapat tersadar sepenuhnya dari tidur, sementara membaca atau mengobrol untuk mengembalikan stamina sama sekali tidak membawa efek apapun. Jika peserta tidak tidur semalaman, maka efek perbaikan konsentrasi yang ditimbulkan meditasi akan sangat mencengangkan.

Merasa paling bahagia

Tahun 2002, Laboratorium Ilmiah Image Scan dan Perilaku Otak di Universitas Wisconsin, AS, mengembangkan suatu penelitian bertema "Kebahagiaan dan Meditasi", tujuannya adalah untuk memahami dampak berkultivasi bagi manusia, serta mengamati perbedaan pergerakan aktivitas otak pada orang yang berkultivasi dengan orang biasa.

Angka yang didapat membuktikan bahwa orang-orang yang berkultivasi aliran Buddha, indeks saraf otak mereka yang berhubungan dengan kebahagiaan, 7 kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang awam, sehingga orang-orang yang berkultivasi ini dijuluki "orang yang paling berbahagia di dunia". Majalah National Geographic dan Times, AS, saling berlomba memberitakan hasil penelitian ini.

Kini semakin banyak dokter mendapati, meditasi yang didasari pada "perpaduan antara agama dan iptek" telah membuat banyak manusia masa kini merasakan manfaatnya. "Praktisi pengobatan klinis setelah membaca kitab agama Buddha masa awal, pasti akan meyakini bahwa sang Buddha (Sang Sadar) pada dasarnya adalah seorang psikolog." 

Sumber : New Epoch Weekly/lie  

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
sleep walking : fenomena mimpi berjalan

terapi warna untuk penyembuhan

10 terapi alami yang efektif

menurunkan kolesterol jahat dengan makanan

cuka sari apel bisa menurunkan kolesterol jahat

khasiat jintan hitam

terapis syaraf kaki mendapatkan hasil yang lebih baik tanpa efek samping.

sakit perut dan pengobatan tiongkok

ayo ajak si kecil beryoga ria

turun berat badan dengan akupunktur

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Pendapat Artis dan Paranormal Tentang Isu Kiamat 2012
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]




Vemale.com: Wanita Indonesia | Zodiak | Keluarga | Kesehatan | Kisah nyata



loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com