Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Kamis Kliwon, 21 November 2019 (23 Rabiul Awwal 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Di Teror Kuntilanak

by : Indospiritual
Kategori : Kisah Misteri
 

APA yang dikisahkan ini terjadi pada 2001 lalu, akan tetapi kejadian itu tidak dapat dilupakan begitu saja. Sebut saja namaku Widya. Sempat tidur dengan kuntilanak dan mengobrol, itu aku alami saat mengadakan bakti masyarakat yang ada di Wonosobo Jawa Tengah. Bersama delapan temanku satu angkatan, siswa Kesehatan Masyarakat mengadakan bakti masyarakat selama 25 hari.

Kelompokku mendapat tugas di sebuah desa yang berada di kaki gunung yang terkenal dengan telaga tiga warna. Sebuah desa di antara gunung yang masih aktif dengan temperatur suhu yang sangat dingin, membuat kami harus memakai mantel dan baju hangat, guna melawan hawa dingin.

Di hari Minggu sore, kami telah sampai kedesa yang dituju, walaupun harus berjalan kaki lebih dari satu jam. Sambutan warga desa membuat kami senang dan bersemangat, maklumlah melihat kondisi desa tersebut sangat terpencil, biasanya kalau ada orang melahirkan hanya ditolong dukun desa. Akan tetapi memang keadaan yang membuat demikian adanya, semuanya serba minim, sangat jauh dari kehidupan perkotaan, akan tetapi rasa kekeluargaan dan kegotong royongan sangat kental di desa ini.

Jam 19.00 kami bercengkrama dengan Lurah dan para penduduk desa, rencananya pagi harinya kami akan diajak keliling desa, untuk melihat aktivitas warga desa. Setelah hari mulai larut malam ditambah rasa lelah membuat kami masing-masing tertidur pulas.

Kokok ayam pagi membangunkan kami, rasa dingin hawa pegunungan, begitu menusuk sendi-sendi badan. Sesaat aku keluar rumah, di halaman pendopo kelurahan terlihat para warga desa hilir-mudik menuju sungai untuk cuci dan mandi. Memang penduduk desa tersebut, mendapatkan air dari aliran air pegunungan yang didapat dari saluran selang atau pipa plastik, akan tetapi tidak semua warga desa memilikinya. Untunglah kepala desa tempat kami tinggal memiliki bak penampung air, sehingga kami tidak perlu jauh-jauh ke sungai.

Setelah beberapa hari tinggal di desa tersebut banyak hal telah kami lakukan, mulai dari memberi penyuluhan arti kesehatan, pengobatan gratis, membuat pos posyandu dan lain sebagainya. Akan tetapi akhir-akhir ada yang aneh pada diri Lurah, di antara teman-teman kami kepala desa tersebut selalu memberi perhatian yang lain kepadaku. Mungkin aku bisa menyadari dan maklum karena istri Lurah tersebut tidak ada, meninggal karena sakit demam tinggi.

Pernah suatu ketika Lurah itu mengutarakan isi hatinya kepadaku, supaya aku menjadi pengganti istrinya, akan tetapi semua itu aku tanggapi biasa-biasa saja. Bahkan teman-temanku mendukung, agar aku mau jadi istri Lurah tersebut. “Kalau aku jadi kamu mau, jadi istri pak Lurah, orangnya gagah, ganteng dan uangnya banyak ha….ha!….,” seloroh Linda teman seangkatan. ”Sudahlah, tak usah dipikir, yang penting masa depan terjamin, apa yang kurang dari Pak Lurah, materi cukup, rumah bagus, pengin apa-apa tinggal bilang,” timpal Agus temanku.

Di hari-hari berikutnya tetap saja Lurah desa itu berusaha mengambil simpati dariku. Bahkan perhatiannya aku anggap berlebihan, aku tak ingin Lurah desa itu kecewa dan tersinggung, aku tidak ingin kawin dulu, bagaimana kecewanya kedua orang tuaku apabila aku buru-buru, mereka telah susah payah membiayaiku untuk menjadi orang yang berhasil, apalagi kedua orang tuaku hanya petani miskin.

Tiga hari lagi masa tugas bakti di desa selesai, entah kenapa badanku panas dingin, rasa pusing menyerang kepalaku, mungkin akibat cuaca yang tidak mau bersahabat. Padahal malam itu ada acara perpisahan di balai desa yang sekaligus pamitan kepada warga desa. Akan tetapi kondisi badanku tidak memungkinkan. Biarlah aku di rumah saja istirahat, kulihat Pak Lurah juga teman-temanku cemas melihatku. “Sudahlah, kalian pergi aja, nanti kalau ada apa-apa aku miscall saja,” pintaku pada mereka.

Akhirnya temanku dan Lurah berangkat menuju balai desa, sementara aku ditemani mbak Siti pembantu Pak Lurah. “Mbak, aku mau tiduran dulu, jika mau nonton teve, nonton saja, nanti kalau perlu aku panggil,” kataku pada Siti pembantu Lurah.

Aku rebahkan tubuhku di ranjang, sebuah tabloid wanita kubaca, sesaat terdengar suara. “Mbak Widya, suka dengan Pak Lurah ya,” katanya lirih. “Mmm….., aku hanya simpati saja,” jawabku. “Jujur saja mbak,” katanya lagi. “Jujur sich, suka juga, cuma aku tak mau kawin sekarang, lagian aku tak ingin kedua orang tuaku kecewa,” timpalku. “Aku ikhlas kok, mbak Widya jadi penggantiku,” katanya lagi.

Kata-kata terakhir itu mengagetkan, aku pikir yang tadi berbicara denganku itu Siti, pelan-pelan aku arahkan mataku di samping ranjang, Ya Tuhan, terlihat wanita dengan wajah meleleh, rambut berurai tak karuan, sebagian muka rusak, memandangku dengan sorot mata seakan-akan marah. Jantungku terasa copot, badan menggigil, wajah perempuan itu hanya beberapa sentimeter di mukaku, rintihan dan desiran keluar dari mulutnya. Sekuat tenaga aku melompat dari tempat tidur, lari sekuat tenaga, akan tetapi aku menabrak dinding batu di sebelah kiri kamar, kemudian aku tak ingat apa-apa lagi.

Begitu terbangun kulihat Lurah dan teman-temanku telah ada di sampingku. Menurut ceriteranya, tadi aku ditemukan pingsan tergeletak di lantai. Rasa pusing masih terasa di kepalaku.

Pagi harinya aku diantar dua temanku menuju kota Wonosobo untuk periksa. Dalam perjalanan aku ceriterakan kisah semalam bertemu dengan hantu kuntilanak, ternyata temanku yang lain juga pernah ketemu dengan hantu itu. Menurutnya, barang siapa yang dekat dengan Lurah pasti ditemui hantu kuntilanak, kami pun coba-coba menerka, jangan-jangan kuntilanak itu istri Lurah yang sudah meninggal, bisa jadi istri Lurah tidak setuju apabila ada wanita yang dekat dengan Lurah tersebut. Akan tetapi semua itu tetap menjadi kisah misteri tersendiri bagi aku dan temanku yang lain.



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
pengalaman naik bus hantu

kisah mistis mustika kepompong cokro aminoto

kisah mistis pesugihan kain kafan

dipinang kanjeng ratu kidul

hantu bergaun biru pengganggu bar

uji nyali di teror gendruwo

kisah manusia yang beristrikan mahluk halus

wanita ini masuk islam setelah bertemu sosok gaib dalam mimpi

tumbal pesugihan kucing hitam

hantu kuburan beli bakso

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan UFO di sekitar Gedung BBC Inggris
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com