Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Rabu Pahing, 13 November 2019 (15 Rabiul Awwal 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Fenomena Berburu Hantu Dengan Fotografi

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
berburu hantu

Memburu foto hantu sangat jauh berbeda dengan foto jurnalistik atau model. Tentunya ada kisah-kisah di balik setiap perburuan foto penampakan itu.

Sudah lebih dari 15 tempat berpenghuni hantu yang Ghost Photography Community (GPC) datangi sejak berdiri 2013 lalu. Dan masing-masing lokasi ada tingkat keangkerannya sendiri.

Menurut Ketua GPC Mickey Oxcygentri, ada sebuah gedung peninggalan Belanda di Bogor yang dianggap paling angker dibanding lokasi lainnya. Dengan alasan tidak etis, Mickey menolak nama gedung itu ditampilkan ke publik.

Beberapa kali, kata Mickey, hantu-hantu tersebut seperti berlomba menampilkan dirinya kepada tim. Namun tidak semua penampakan itu bisa dijepret oleh kamera.

Dosen Sosiologi Komunikasi di D3 Fisipol UI ini bersyukur belum pernah ada tim nya yang kesurupan saat hunting foto hantu. Padahal tidak sekalipun mereka menggunakan jasa paranormal setiap beraksi.

"Palingan cuma pusing-pusing doang, sama pegel atau berat di pundak. Cuma sebentar, setelah itu normal lagi," kata Mickey Oxcygentri saat berbincang di sekretariat GPC yang baru di Depok Timur, Jawa Barat, Selasa.

Awal melakukan perburuan ini, tentu saja perasaan takut dan khawatir tidak bisa lepas begitu saja. Namun rasa penasaran seringkali mengalahkan segalanya.

Salah satu anggota tim awalnya juga begitu takut saat ikut berburu foto hantu. Namun setelah beberapa kali ikut, dia malah ketagihan.

Mickey menolak jika kegiatan ini disebut erat dengan klenik. Dia ingin membuktikan, hantu itu bisa dideteksi dengan teknologi yang dimiliki manusia. Selain itu, keberadaan hantu juga bukan untuk ditakuti.

"Intinya sama-sama saling menghargai saja," kata pria yang ingin ghost photography bisa jadi genre baru dalam dunia fotografi ini.

Persiapan yang Dilakukan Sebelum Perburuan Dimulai

Sebelum hunting foto hantu, mereka punya 'ritual' atau persiapan yang rutin dilakukan. Namun jangan berpikir ritual ini ada hubungannya dengan klenik. Komunitas ini bahkan tidak pernah mengajak paranormal ikut dalam sesi foto.

"Kami haram lakukan ritual seperti bakar sesajen dan kemenyan sebelum hunting," ujar Ketua GPC Mickey Oxcygentri saat berbincang di sekretariat GPC yang baru di Depok Timur, Jawa Barat.

Survei lokasi adalah hal terpenting yang harus dilakukan sebelum hunting foto. Salah satu anggota yang dikirim biasanya adalah Fajar, anggota GPC yang punya kelebihan khusus melihat penampakan hantu. Fajar ditugaskan untuk mendeteksi keberadaan hantu di lokasi tersebut.

"Biar nggak sia-sia. Soalnya kami pernah datang ke lokasi yang terkenal angker, tapi pas didatangi, malah nggak dapat," lanjut Mickey.

Selain itu, survei juga penting untuk mengetahui karakteristik lokasi. Pasalnya kegiatan berburu ini dimulai tepat tengah malam hingga menjelang matahari terbit. Dan biasanya tempat yang didatangi adalah bangunan tua yang sudah lama tak terpakai.

Kondisi lokasi yang sangat minim penerangan itu, dikhawatirkan justru bisa membahayakan anggota. Tim survei akan memetakan sekiranya ada lobang atau atap bangunan yang rapuh.

"Kami utamakan safety tim," lanjut dosen D3 Fisipol UI ini.

Saat hunting, 10 anggota komunitas akan dipecah beberapa kelompok. Masing-masing tim bakal dibekali HT. Dua orang perempuan, yang tidak ikut hunting, biasanya bertugas monitor aktivitas.

Untuk ke lokasi, komunitas yang sebagian besar berstatus mahasiswa ini biasanya menyewa angkot. Mereka melarang keras datang ke lokasi secara sendiri-sendiri.

Mereka tak menampik, kegiatan ini membutuhkan mental yang kuat. Itulah sebabnya, usai memburu foto hantu, mereka harus pulang bersama-sama supaya punya waktu rileks bersenda gurau guna menghilangkan ketegangan.

"Meski kami suka bercanda, tapi pas di lokasi, ada perasaan serius dan tegang. Nah supaya nggak kebawa suasana sampai ke rumah, kami bakalan bercanda saat pulang, supaya jadi normal lagi," tandasnya.

Bagaimana bisa sebuah kamera menangkap objek hantu?

Ketua GPC Mickey Oxcygentri punya analisa sendiri dengan pertanyaan mendasar tersebut. Penjelasan yang dibeberkan Mickey pun jauh dari kesan klenik yang selama melekat dari hantu.

"Karena menurut saya hantu adalah gelombang elektromagnetik spektrum," kata Mickey saat berbincang di sekretariat GPC yang baru di Depok Timur, Jawa Barat.

Sebagai contoh, misalnya ada dua warna yang bisa ditangkap manusia, merah dan ungu. Di atas warna ungu, kata Mickey, dikenal sebagai ultraviolet. Sedangkan di bawah merah, inframerah.

Nah, dosen fotografi ini menilai lensa pada kamera bisa menangkap dua warna tersebut. "Karena lensa kamera bisa nangkap yang speed lambat. Sedangkan manusia tidak bisa," lanjutnya lagi.

Dia saat itu memberi contoh sebuah remote TV. Jika dilihat dengan kasat mata, sensor remote TV yang aktif, lampunya akan tampak padam. Tapi saat dilihat dengan bantuan kamera, saat itu menggunakan kamera HP, akan terlihat lampunya menyala merah jika salah satu tombol ditekan.

Lantas apakah hantu sudah bisa tertangkap dengan metode itu? Ternyata belum. Kata Mickey, hantu itu levelnya masih berada di bawah inframerah. Dan jika ingin bisa tertangkap kamera, gelombangnya harus sejajar dengan inframerah.

Caranya, hantu itu biasanya menyerap energi dari anggota tim yang takut. Lagi-lagi menurut Mickey, energi orang yang takut itulah bakal bisa membuat hantu menampakan wujudnya sehingga bisa tertangkap kamera.

"Makanya kalau kita jalan misalnya di tempat yang angker, ada orang yang merasa takut ada bulu kuduk merinding, tapi ada yang tidak. Dan biasanya orang yang takut justru suka melihat hal-hal yang aneh," paparnya.

Dalam memposting foto-foto hasil hunting, Mickey memastikan selektif betul. Dia tidak ingin blog nya itu justru malah jadi bahan bully-an. Bahkan dia berani menantang pakar telematika untuk menganalisa foto bidikan hasil hunting mereka.

"Kami berani dicek sama pakar soal keaslian foto-foto kami," tandasnya.



Sumber : detik.com, ghostphotographycommunity.blogspot.com

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
lucid dream : metode untuk mengendalikan mimpi

penjelasan ilmuwan tentang mimpi

fenomena artis pasang susuk

penemuan roda kereta tempur, bukti adanya mukjizat nabi musa

ini dia shio yang diramalkan banyak masalah keuangan di tahun 2014

daftar lokasi angker di bandung

bulan super membuat bencana di bumi?

face reading : seni membaca wajah

walisongo : tokoh penyebar agama islam nusantara

fenomena ilmiah yang supernormal dari meditasi falun dafa

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Boriska Kipriyanovich : Anak Indigo dari Planet Mars
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com