Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Senin Pon, 26 Agustus 2019 (24 Dzulhijjah 1440H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 fakta menarik mengenai mimpi

 tips diet berdasarkan golongan darah

 manfaat air kelapa untuk kecantikan dan kesehatan

 kisah mustika kelapa hajar aswad

 panjang umur dengan ramuan cokelat dan zink



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
pelatihan seni penyembuhan

Filosofi Memandikan Pusaka di Bulan Suro

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
kerisAda banyak mitos mengatakan, memandikan pusaka di bulan Sura mengandung hal-hal yang mistis. Namun apakah Anda tahu bahwa memandikan pusaka di bulan Sura justru menjadi salah satu upaya manusia untuk melakukan introspeksi terhadap dirinya sendiri?

Di salah satu pendopo hotel di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tampak puluhan orang menyaksikan dengan saksama tradisi “jamasan pusaka”. Mereka tampak serius mengamati seorang ahli keris yang tengah membersihkan keris dengan perasan air jeruk nipis. Ada yang mengangguk-anggukkan kepala seperti baru saja mendapat suatu hal yang baru. Sementara, ada pula yang terus melontarkan pertanyaan kepada ahli keris itu.

Begitulah sedikit rekaman suasana tradisi jamasan pusaka yang setiap tahun diadakan di Yogyakarta saat bulan Sura. Jamasan pusaka atau orang umum menyebutnya memandikan pusaka merupakan cara untuk merawat benda pusaka, benda bersejarah, atau benda kuno.

Sesepuh Pemerhati Keris Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Sumowijoyo menjelaskan, jamasan pusaka merupakan tradisi turun-temurun yang harus dilakukan di bulan Sura. Pusaka seperti keris, tombak, bagi orang Jawa bukanlah pusaka biasa karena tidak dibuat sekadarnya, melainkan dengan laku yang berbagai macam. Seperti zaman Sultan Agung, karena dibuat dari seorang Empu maka  pusaka mendapatkan tempat istimewa seperti simbol status, senjata tikam, tanda jabatan.

KRT Sumowijoyo menjelaskan bahwa tradisi jamasan di bulan Sura memiliki nilai filosofi tersendiri. Bagi orang Jawa, bulan Sura merupakan tahun baru Jawa yang menjadi bulan sakral dan penuh rahmat. Untuk itulah, masyarakat Jawa diharapkan melakukan introspeksi diri atas perbuatan yang telah dilakukan. Jamasan pusaka menjadi salah satu contohnya.

Ia melanjutkan,memandikan keris tak sekadar untuk mengawetkan atau mempercantik keris. Memandikan keris berarti melakukan ritual membersihkan diri. Orang yang memandikan akan merefleksikan bahwa membuat keris tidaklah mudah. Dalam hal ini dibutuhkan doa dan spirit yang kuat, kesabaran, ketelitian, dan pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang akan diilhami oleh orang yang memandikannya.

Keris pun memiliki banyak filosofi kehidupan. Bagian-bagiannya seperti pesi (pegangan keris), gonjo, tikel alis, pijetan, greneng, bercerita tentang kehidupan manusia. Di antaranya manusia perlu memiliki pegangan dalam hidupnya, manusia perlu mempertimbangkan segala perbuatan, perlu adanya musyawarah bersama, memiliki jiwa yang bersih.

“Harapannya ketika keris ini dijamas, maka si penjamas itu bisa mendapatkan spirit baru dalam kehidupannya. Tak hanya itu, jamasan juga membuat orang lebih sensitif terhadap rangsangan yang akan datang,” paparnya.

Cara memandikan keris


Pemerhati keris lainnya, Deni Ekasusila menjelaskan, ada dua cara menyirami pusaka yakni dengan direndam atau dicelup, serta di-koloh atau dikuaskan. Bahan yang digunakan seperti batu warangan atau arsen, air jeruk nipis, sabun colek, dan minyak pusaka. Sedangkan  alat- alat yang diperlukan adalah telawah atau blandhongan, sikat yang halus, kain pel yang mudah menyerap air, dan ember.

Pusaka yang kotor dan berkarat direndam terlebih dahulu dengan air kelapa. Baru setelah itu dibersihkan  dengan jeruk nipis yang telah dibelah dan dicampurkan dengan sabun colek. Setelah terlihat menjadi putih, pusaka disiram air dan disikat berulang kali sampai air tidak mengeluarkan buih. Kemudian dipel dan dijemur di sinar matahari. ”Kalau tidak kotor banget, satu sampai dua jam jamasan sudah selesai,” kata Deni.

Sumber : nationalgeographic.co.id

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
dark hedges : jalanan indah yang berhantu

penemuan terbaru : situs gunung padang lebih tua dari piramid mesir

penjelasan ilmiah mukjizat nabi musa membelah laut

sudah meninggal 17 jam tapi mendadak hidup lagi

anak singa putih pembawa hoki

tang jiangshan : kisah reinkarnasi yang mengharukan

keajaiban titik nol

foto hantu veteran perang di kalimantan muncul di dailymail

berbagai macam aliran ilmu gaib

kisah mistis tanjakan penganten garut

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Pengalaman Spiritual Menjelang Kematian
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com