Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Senin Wage, 21 Oktober 2019 (21 Safar 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Hidup di Gua Karena Alergi Gelombang Elektromagnet

by : Indospiritual
Kategori : Tokoh
 
Dalam kehidupan modern saat ini, rasanya sulit untuk bisa menjauh dari ponsel, wi-fi atau listrik. Namun 2 orang wanita di Prancis terpaksa harus hidup di dalam gua karena ia sangat sensitif atau alergi terhadap gelombang elektromagnetik yang dipancarkan alat-alat elektronik.

Anne Cautain (52 tahun) dan Bernadette Touloumond (66 tahun) terpaksa harus mau tinggal di dalam gua dan jauh dari peradaban modern serta alat elektronik karena mereka berdua hipersensitif terhadap gelombang elektromagnetik atau Electro-Hypersensitivity (EHS).

Kedua wanita tersebut harus mengasingkan diri di perbukitan, di tepi dataran tinggi kisaran Vercors, Prancis. Sebelum sampai ke gua tempat mereka tinggal, di lereng bukit sudah ada tanda yang bertuliskan 'Mobile Phone Prohibited (terlarang untuk telepon genggam)' untuk memperingatkan pengunjung agar mematikan perangkat ponsel.

"Saya tidak bisa dekat dengan benda apapun yang memancarkan gelombang elektromagnetik, seperti wi-fi, ponsel atau kabel tegangan tinggi. Itu menyebabkan tubuh saya seperti terbakar tak tertahankan," ujar Anne Cautain, seperti dilansir Worldcrunch.

Untuk sampai ke tempat perlindungan yang berada di luar kota kecil Beaumugne, seseorang harus memanjat tangga sambil berpegangan pada tali. Tempat tersebut bahkan lebih berisiko di musim dingin yang basah dan dingin. Namun, di tempat itulah kedua wanita merasa berada di tempat terbaik.

"Sekarang ada begitu banyak antena yang dibangun, yang menyulitkan kami bahkan ketika harus berada di luar dekat sini," jelas Cautain.

Bagian dalam gua tempat tinggal mereka sangat gelap dan lembab. Mereka menaruh papan di lantai yang memungkinnya bergerak dan menjaga kaki tetap kering. Pada langit-langit gua yang akan jadi ruang tamu, dilapisi dengan lembaran plastik untuk menjaga kelembaban. Hanya ada perabotan dasar, seperti 2 tempat tidur, meja untuk minum teh dan lilin, tanpa ada listrik.

Cautain mulai alergi terhadap gelombang pada Januari 2009, setelah pemasangan instalasi wi-fi di universitas tempat ia bekerja.

"Reaksi dimulai dengan rasa seperti terbakar. Saya tidak bisa lagi berada di tempat kerja atau apertemen saya," jelas Cautain, mantan karyawan di University of Nice.

Sejak saat itu, ia seperti binatang buruan yang harus lari dari dunia modern, mencari 'zona putih' tanpa ada antena GSM, wi-fi atau kabel tegangan tinggi.

"Saya harus tidur di mobil dan terbungkus selimut untuk tetap hidup. Saya menemukan sebuah tempat parkir di pingggiran kota Nice, dimana saya merasa lebih baik. Tapi di malam hari, saya mulai ketakutan," jelas Cautain.

Electro-Hypersensitivity (EHS) merupakan sindrom yang menyebabkan reaksi hipersensitif terhadap benda-benda yang menghasilkan gelombang elektromagnetik.

Gejala yang timbul jika penderita EHS terpapar radiasi elektromagnetik seperti sensasi terbakar atau kesemutan di kulit, pusing, mual, sakit kepala, gangguan tidur dan kehilangan memori. Dan dalam tingkatan parah bahkan bisa menyebabkan masalah di pernapasan, denyut jantung hingga kehilangan kesadaran diri. Tidak diketahui dengan jelas penyebab EHS.

"Saya telah mengambil cuti dari pekerjaan saya selama lebih dari satu tahun karena penyakit ini. Dokter datang mengunjungi saya di gua dan menempatkan saya dalam kategori invalid 2. Sejak itu, saya menerima pensiun bulanan sebanyak 700 euro (sekitar Rp 8 juta). Ini cukup baik karena kami memiliki kebutuhan sangat sedikit," tutupnya.

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
komedian bopak pernah mengalami mati suri

legenda putri meng jiang meruntuhkan tembok raksasa

legenda kesaktian lutung kasarung

nostradamus : peramal termasyur sepanjang zaman

kisah anto jadul dan cincin ratu kidul

mandy hague : tetap hidup meski jantungnya berhenti 22 kali

ketajaman intuisi kiai syamsuri dahlan

kisah waliyullah bisyr al-hafi yang mantan berandal

mengenal wong fei hung : ulama, pendekar dan tabib

tina agustina : remaja yang mengeluarkan benda mirip mutiara dari matanya

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Pocong di Pabrik Gula Pasuruan
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com