Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Selasa Kliwon, 22 Oktober 2019 (22 Safar 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Hua Tuo : Tabib Mujarab dari China

by : Indospiritual
Kategori : Tokoh
 
Hua Tuo, atau biasa disebut juga Yun Hua, berasal dari Pei Guo Jiao (sekarang Haoxian, Provinsi Anhui, China). Dia adalah seorang dokter medis yang terkemuka di China Kuno dan terkenal dengan julukan "Tabib Mujarab".

Hua Tuo tidak mengejar ketenaran maupun uang. Malahan ia mencurahkan dirinya untuk mempelajari pengobatan. Ia sangat terampil dalam berbagai macam bidang pengobatan --suatu fakta yang merefleksikan kemajuan ilmu pengobatan di abad ke-2 di China. Hua Tuo sudah terlihat sangat pandai sejak masa belianya. Ayahnya meninggal saat dia masih berusia 7 tahun. Karena keluarganya miskin, ibunya memutuskan untuk mengirim Hua Tuo untuk belajar pengobatan kepada dr. Cai, seorang teman dekat ayahnya.

Hua Tuo pergi ke kota dan bertemu dengan dr. Cai. Setelah ia mengutarakan keinginannya menjadi seorang dokter pengobatan, dr. Cai berpikir pada dirinya sendiri, "Ayah Hua Tuo adalah teman saya. Jika saya tidak mengambilnya sebagai murid, orang-orang di kota akan berpikir bahwa saya adalah orang yang memutuskan hubungan dengan keluarganya setelah seorang teman meninggal, dan memperlakukan teman tanpa kesetiaan." Saya sebaiknya mengambilnya sebagai murid. Bagaimanapun, saya harus mengetes anak itu untuk menentukan apakah ia memang ditakdirkan untuk pengobatan."

Dokter Cai melihat beberapa muridnya sedang mengumpulkan daun mulberi di halaman belakang, tetapi mereka mendapat kesulitan untuk mencapai daun di dahan tertinggi ketika memanjat pohon. Ia memutuskan ini akan menjadi tes pertama untuk Hua Tuo. Ia bertanya pada Hua Tuo, "Bisakah kamu memikirkan cara untuk mengumpulkan daun dari dahan tertinggi di pohon itu?" Hua Tuo berkata dengan percaya diri, "Oh, itu mudah." Hua Tuo meminta sepotong tali, dan mengikatkan batu kecil di ujung tali tersebut. Ia melemparkan tali itu di sekeliling dahan tertinggi dan berhasil mengumpulkan semua daun di dahan itu, melengkung karena berat dari batu.

Selanjutnya, dr. Cai melihat dua ekor kambing sedang berkelahi dengan mata mereka yang memerah. Tidak ada seorang pun yang bisa memisahkan kedua kambing ini. Ia memutuskan ini akan menjadi tes kedua untuk Hua Tuo. Ia berkata "Hua Tuo, bisakah kamu memisahkan kedua kambing ini?" Hua Tuo segera menjawab, "Tentu saja". Ia mengambil rumput memenuhi kedua tangannya dan meletakkanya di sebelah kambing tersebut di kedua sisi. Kambing-kambing itu telah lapar karena berkelahi, maka mereka segera berlari untuk menikmati rumput tersebut. Perkelahian itu berhenti bahkan tanpa perlu diusahakan. Sangat kagum dengan kepandaian Hua Tuo, dr. Cai dengan gembira menerimanya sebagai murid.

Hua Tuo belajar sangat rajin sejak permulaan. Dia menitikberatkan pada praktik klinis sesungguhnya dan akhirnya menjadi seorang dokter legendaris pada dinasti Han Timur. Bahkan setelah ia mendapat reputasi sebagai seorang dokter pengobatan, ia tidak pernah membeda-bedakan pasiennya. Ia akan menyediakan jasanya ke mana pun ia pergi. Ia memperlihatkan sebuah jiwa yang mulia dengan mengobati penyakit dan menyelamatkan nyawa.

Ia belajar pengobatan seumur hidupnya. Ia mengembangkan teori pengobatan yang inovatif dan teknik pengobatan yang mengagumkan dalam berbagai bidang pengobatan, termasuk pengobatan luar, dalam, ginekologi, akupunktur, parasitolog, dan terapi fisik sebagai pengobatan medis. Ia juga sangat terampil dalam pembedahan. Sesungguhnya, ia adalah dokter pertama yang melakukan operasi pembedahan perut dalam sejarah kedokteran China. Untuk mengurangi sakit akibat pembedahan pasien, ia menemukan bubuk Ma Fei San , yang digunakan untuk pembiusan seluruh badan. Seribu enam ratus tahun kemudian, bangsa Eropa mulai menggunakan obat bius untuk operasi pada permulaan abad 19.

MENEMUKAN TEKNIK PEMBEDAHAN

Pernah suatu ketika Hua Tuo berlari menghampiri seseorang yang sedang mendorong gerobak di jalanan. Orang itu kondisi penyakitnya sangat parah, mukanya pucat pasi. Napasnya pendek dan cepat; terlihat sangat tidak sehat. Hua Tuo mendekatinya untuk mencari tahu apakah ia menderita kolik di perutnya. Hua Tuo dengan segera mendiagnosanya sebagai peradangan usus buntu yang harus segera dibedah. Orang itu meminum Ma Fei San dan segera terbius. Hua Tuo membedah perutnya, membuang bagian usus yang terinfeksi, membersihkan bagian dalamnya, menutup lukanya dengan beberapa jahitan, dan terakhir mengoleskan salep yang akan mengurangi peradangan dan mempercepat pertumbuhan jaringan. Pasien itu sembuh dalam beberapa hari dan luka bedahannya sembuh dengan sangat cepat. Cerita ini membuktikan efek pengobatan Ma Fei San, juga pemahaman Hua Tuo akan anatomi.

Hua Tuo juga telah terbukti sebagai dokter kandungan yang andal. Buku pada periode akhir dinasti Han mencatat sebuah kasus medis kompleks yang berhasil ditanganinya dengan sukses. Jenderal Li meminta pengobatan medis untuk istrinya. Setelah memeriksa nadinya, Hua Tuo memberitahu bahwa penyebab penyakitnya adalah karena istrinya terluka dalam masa kehamilan dan gagal mengeluarkan janinnya. Jenderal Li mengatakan memang betul, selama hamil pernah terluka, tapi janinnya sudah rontok. Hua Tuo mengatakan, menurut pengamatan dari denyut nadi, janinnya belum terlepas. Jenderal Li ragu-ragu dan tidak percaya akan hasil diagnosanya, jadi saat itu Hua Tuo tidak bisa memberikan pengobatan apa pun.

Setelah lewat 100 hari, kondisi istri Li berubah menjadi parah, lalu Hua Tuo diundang lagi untuk memeriksanya. Setelah memeriksa nadinya, Hua Tuo berkata, "Denyut nadinya sama seperti pada saat kunjungan terakhir saya. Ini adalah apa yang saya pikir terjadi. Istrimu mengandung sepasang janin kembar dalam perutnya. Janin yang pertama lahir mati dan menyebabkan pendarahan yang terlalu banyak dari si ibu, sehingga janin keduanya tidak dapat dilahirkan. Janin itu telah mati dalam perutnya. Ia membusuk dan menempel di suatu tempat dekat tulang belakang." Untuk megeluarkan janin itu, Hua Tuo mencoba dengan jalan dilahirkan. Pertama-tama, ia memberikan akupunktur untuk istri Li dan memberikan resep obat-obatan herbal. Tak lama kemudian, istri Li memulai kelahiran, namun tetap tidak dapat mengeluarkan janinnya. Hua Tuo menjelaskan bahwa memang sulit untuk mengeluarkan janin yang sudah mati dengan persalinan normal. Janin itu harus dikeluarkan dengan tangan. Hua Tuo memberi tahu seorang wanita di rumah jenderal itu bagaimana cara mengeluarkan janin mati itu dari tubuh istri Li.

GERAKAN LIMA HEWAN

Inovasi dalam bidang akupunktur juga ditemukan oleh Hua Tuo. Pernah suatu ketika seorang pasien mencari pengobatan medis darinya karena ia mempunyai masalah dengan kakinya dan tidak dapat berjalan. Setelah mengecek nadinya, Hua Tuo menotok beberapa titik akupunktur di punggungnya, dan memberi 7 tusukan akupunktur di tiap titik. Pasien dengan cepat sudah dapat berjalan setelah pengobatan. Berdasarkan pengalamannya sendiri dalam akupunktur, ia menemukan "Titik Akupunktur Jia Ji", sebuah titik akupunktur yang mengapit tulang belakang. Orang-orang di kemudian hari menyebut titik akupunktur tersebut sebagai "Titik Hua Tuo"

Hua Tuo juga menemukan seperangkat latihan yang dianamakan, "Gerakan 5 Hewan" yang mengambil gerakan dari 5 macam hewan, yaitu macan, rusa, beruang, monyet, dan burung. Latihan ini menjadi sangat populer di zamannya. Salah satu murid Hua Tuo, yaitu Wupu, secara terus-menerus berlatih "Gerakan 5 Hewan" menurut yang diajarkan oleh gurunya. Bahkan dalam umurnya yang 90-an, Wupu tetap sangat kuat dan sehat dengan pendengaran dan pengelihatan yang tajam, serta gigi yang baik.

Hua Tuo menempati posisi penting dalam sejarah pengobatan Cina atas teknik medisnya yang hebat, juga semangatnya dalam menolong dan menyelamatkan orang lain.

Sumber : http://www.zhengjian.org

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
legenda bocah bertelanjang kaki

dr. warsito p. taruno : penemu alat terapi kanker

stephen hawking lebih percaya keberadaan alien daripada tuhan

karomah kiai hasan genggong

ponimin : kandidat kuat juru kunci gunung merapi yang baru

manusia berdarah langka selamatkan jutaan nyawa bayi

komedian bopak pernah mengalami mati suri

singh : jago meramal lewat kotoran manusia

karomah kh ahmad muzzaki syah

kisah mahfud md dan peramal dari india

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Manusia Listrik
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com