Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Selasa Kliwon, 22 Oktober 2019 (22 Safar 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Hubungan Antara Otak dan Pikiran Dalam Peristiwa NDE

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
Selama berabad-abad, orang telah memikirkan masalah pikiran dan otak tanpa kesimpulan yang jelas. Beberapa orang berpikir bahwa otak adalah pikiran, sementara yang lain berpikir bahwa mereka adalah dua hal yang terpisah.

Peneliti NDE (Near Death Experience) atau pengalaman menjelang kematian, Robert dan Suzanne Mays mengembangkan teori untuk menjelaskan fenomena tersebut. Teorinya dikirimkan untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, disajikan oleh Robert Mays di konferensi Asosiasi Internasional untuk Studi-Menjelang-Kematian (International Association for Near-Death Studies - IANDS) tahun ini.

Menganalisis gambaran utama NDE, Robert dan Suzanne Mays mengusulkan bahwa pikiran adalah sebuah entitas (sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik) independen dari otak yang mungkin ada sebagai medan energi yang dapat berinteraksi dengan neuron di korteks serebral (bagian dari otak) melalui pertukaran listrik. Selama peristiwa NDE, Robert dan Suzanne Mays percaya bahwa ketika itu pikiran meninggalkan otak, dan ketika NDEr (subyek yang mengalami NDE) kembali "hidup", pikirannya bersatu dengan otak lagi, tetapi kaitannya tidak sekuat seperti sebelumnya.

Konsisten dengan fenomena menjelang kematian dan penelitian modern tentang otak, mereka menyatakan bahwa pikiran adalah lokus (sekumpulan titik yang memenuhi seperangkat kondisi tertentu) kesadaran, tetapi ketika terhubung dengan tubuh, perlu aktivitas listrik di otak untuk menyadarkan.

Kemudian, untuk menjelaskan mengapa orang dapat melihat diri mereka sebagai tubuh yang terpisah dari tubuh material yang berbaring di tempat tidur, Robert dan Suzanne menyimpulkan bahwa pikiran juga mengasumsikan bentuk tubuh, yang juga akan menjelaskan fenomena "anggota tubuh imajiner", di mana orang yang kehilangan kaki masih bisa merasakan kaki yang hilang tersebut.

Untuk mendukung teori Robert dan Suzanne, para peneliti telah melaporkan kasus inisial MG, subyek dengan jari-jari tangan kirinya yang hilang sejak lahir tetapi merasakan "jari imajiner" nya. Ketika ia "menyentuh" orang lain dengan "jari imajiner" nya, orang lain tersebut bisa merasakan sentuhannya. Ketika ia menyentuh bagian belakang kepala orang lain, orang lain tersebut bahkan dapat membayangkan seperti apa jari-jarinya.

Ada juga sebuah contoh di mana seseorang yang terluka parah dalam kecelakaan mobil pada malam berkabut mengatakan bahwa ia merasa telah keluar dari tubuhnya, terbang ke rumah, melompat-lompat, dan berteriak minta bantuan dari luar jendela dari lantai dua. Seorang pria yang berada di lantai dua mendengar suara orang itu dan menelepon polisi. Setelah polisi datang, pria itu melaporkan bahwa ia telah melihat kabut berbentuk seorang pria melompat di luar jendela.

Dalam kesempatan lain, seorang anak yang mengalami NDE yang meninggalkan tubuhnya dan melayang-layang di dekat anjing di taman bermain, dan anjing menggoyang-goyangkan ekornya, melompat, dan menyalak padanya. Robert mengatakan bahwa roh sang anak mungkin dapat terlihat oleh anjing, karena anjing mempunyai spektrum visual yang berbeda dari kita. Anak itu juga dilaporkan telah menggelitik hidung pasien lain tiga kali, dan setiap kali digelitik pasien itu bersin.

Robert lebih lanjut menceritakan kasus-kasus dimana NDErs dilaporkan masuk ke tubuh fisik orang lain. Dalam satu contoh, seorang pria mencoba untuk membunuh dirinya dengan gantung diri, tetapi selama NDE ia menyesalinya. Kemudian dia masuk ke tubuh istrinya, untuk berkomunikasi dengannya dan mencari bantuan. Setelah ia melakukan kontak dengan isterinya, sang istri sontak terkejut, "Oh, Tuhan," mengambil pisau, kemudian langsung pergi ke tempat sang suami, memotong tali gantungan dan menurunkannya.

Kasus lain yang didokumentasikan melibatkan dr. George Rodonaia, yang mengalami NDE, sementara  jasadnya telah dinyatakan meninggal selama tiga hari. Selama NDE, ia masuk ke dalam kepala istrinya dan mendengar pikiran istrinya saat sang istri berpikir bahwa dia sudah mati, berpikir tentang laki-laki lain yang dia bisa kencani dan kelak menjadi calon suaminya. Istrinya menegaskan bahwa dia memang memiliki pikiran-pikiran tersebut sebelum George hidup kembali.

Teori ini lebih lanjut menunjukkan bahwa ternyata ini dapat menjelaskan efek samping dari NDE. Jika pikiran ini memang medan energi, yang setelah mengalami NDE tidak bersatu erat dengan otak seperti sebelumnya, mungkin hal itu dapat memengaruhi perangkat elektronik di luar tubuh seseorang, pikiran orang lain (telepati), dan memiliki sejumlah kemampuan paranormal lainnya.

Karena kegiatan saraf yang berhubungan dengan kesadaran sebagian besar berada dalam wilayah abu-abu dari korteks serebral (bagian dari otak besar), Robert dan Suzanne mengatakan bahwa interaksi antara pikiran dan tubuh fisik terjadi di sana, khususnya pada sel dendrit apikal piramidal.

Hal ini sejalan dengan teori yang diajukan oleh David LaBerge dan Ray Kasewich dari Simon’s Rock and Stanley Laboratory of Electrical Physics, yang diterbitkan dalam jurnal Neural Networks pada 2007, mengenai naiknya aktivitas dendrit saraf apikal.

Sampai sekarang, kita tidak memiliki cara untuk mengetahui hingga tingkat apa teori ini benar. Seperti yang dikatakan oleh dr. Bruce Greyson pada konferensi IANDS, "Kami baru saja mengungkap secara permukaan dari NDE." Namun sejauh ini, teori NDE konsisten dengan hasil temuan yang diperoleh saat ini, dan itu sebagai titik awal untuk interpretasi ilmiah dari fenomena NDE.

Sumber : erabaru.net

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
tetua indian maya membantah isu kiamat 2012

noda yesus berharga 14 juta

mengulik rahasia pepatah china

tempat angker di dunia yang bikin penasaran

heboh patung bunda maria menangis di israel

kota jakarta dari sudut pandang fengshui

mengenal genderuwo

raut wajah dan kepribadian

misteri mimpi

ramalan bencana 2013 oleh anak indigo rusia

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Hantu Merah di Sukabumi
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com