Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Kliwon, 23 Agustus 2019 (21 Dzulhijjah 1440H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 fakta menarik mengenai mimpi

 tips diet berdasarkan golongan darah

 manfaat air kelapa untuk kecantikan dan kesehatan

 kisah mustika kelapa hajar aswad

 panjang umur dengan ramuan cokelat dan zink



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi Batu Permata

Ilmuwan : Bumi Sedang Menuju Kepunahan Massal

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
kiamatBumi sudah 5 kali mengalami bencana besar yang menyebabkan sebagian besar spesies mati. Banyak ahli biologi percaya, kita saat ini berada di tahap kepunahaan keenam.

Kepunahan terakhir adalah Cretaceous-Tertiary yang terjadi 65 juta tahun lalu yang disebabkan oleh meteroid raksasa menabrak bumi, hingga menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Namun, tingkatan kepunahan spesies saat ini membuat banyak ahli biologis percaya bahwa kita hidup di tahap kepunahaan yang keenam, di mana memiliki skala yang sama dengan sebelumnya.

Pada dasarnya, manusia telah menyebabkan tumbuhan dan hewan menuju jurang kepunahan lebih cepat daripada waktu untuk menumbuhkan spesies baru.

Spesies burung akan menghilang dan peristiwa kepunahan Alaotra grebe berdasarkan informasi International Union for the Consercvation of Nature ((IUCN) adalah peringatan.

Edisi baru dari Red List menunjukkan 1.240 spesies burung berada dalam bahaya kepunahan meningkat dari 21 pada tahun lalu.

“Konfirmasi soal kepunahan jenis burung lainnya telah menjadi bukti lebih jauh bahwa kita gagal menjaga kehidupan satwa di dunia,” kata Dr Tim Stowe, direktur internasional dari Royal Society for the Protection of Birds.

Kepunahan spesies terakhir terjadi 65 juta tahun lalu yang disebabkan oleh meteor yang menabrak Yucatan, Meksiko. Sebanyak 75% spesies punah.

Pada 206 juta tahun lalu, terjadi kepunahan Triassic-Jurassic yang menyebabkan kepunahan pada dinosaurus.

Pada 251 juta tahun lalu terjadi kepunahan Permian-Triassic yang merupakan terburuk dari semuanya. Ini dikenal dengan nama the Great Dying di mana sekitar 96% dari spesies laut dan 70% spesies daratan mengalami kepunahan.

Pada 360-375 juta tahun lalu terjadi kepunahan Late Devonian.

Kepunahan pertama adalah 440 hingga 450 tahun lalu yaitu Ordovidician-Silurian.

Sumber : inilah.com

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
pulau derawan dan akar bahar

awal mula penelitian reinkarnasi di barat

inilah batu kristal terlangka dan termahal di dunia

misteri lukisan nyai roro kidul yang memakan korban

beringin angker, busway ngeper

penjelasan ilmiah mengapa manusia melihat cahaya terang saat mendekati kematian

kepercayaan mitologis terhadap pusaka bertuah

garut heboh! : buah pisang lafaz allah

ritual kekayaan warga tiongkok

nasehat pakar feng shui untuk 12 shio

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Pianis Buta Usia Lima Tahun : Jenius!
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com