Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Sabtu Wage, 21 September 2019 (21 Muharam 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
pelatihan seni penyembuhan

Ingin Mengatasi Depresi? Obati dulu Insomnia

by : Indospiritual
Kategori : Kesehatan
 
Seorang mahasiswa dari Universitas Ryerson memeragakan peralatan laboratorium tidur Colleen Carney. Carney adalah penulis pertama dalam laporan baru yang diterbitkannya. Laporan tersebut berhubungan dengan terapi insomnia terhadap depresi.

Para ilmuwan mengatakan, jika masalah insomnia penderita depresi itu dapat disembuhkan, maka peluang pemulihan total mereka mungkin akan meningkat satu kali lipat. Hasil temuan ini diperoleh didasarkan pada sebuah percakapan, bukan mengandalkan obat untuk mengobati insomnia yang berasal terapi. Hal ini juga merupakan temuan pertama yang didapat dari serangkaian penelitian yang mendapat perhatian serius dalam bidang depresi dan tidur, dan hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada tahun depan.

Laporan baru terkait telah memastikan sebuah hasil penelitian panduan sebelumnya dengan skala yang lebih kecil, yang memberi keyakinan kepada para ilmuwan : pengobatan insomnia benar-benar dapat menghasilkan efek yang baik. Jika data terkait tidak digulingkan, maka ini akan menjadi kemajuan terbesar yang diperoleh dari sisi pengobatan depresi sejak hadirnya Prozac pada 1987 silam.

Depresi adalah gangguan mental yang paling umum, statistik pemerintah menunjukkan bahwa setiap tahun di Amerika terdapat sekitar 18 juta penderita depresi, dan separuh di antaranya menderita gejala insomnia.

Ahli terkait yang memahami laporan tersebut menuturkan, bahwa hasil penelitian itu kredibel, jika didukung oleh penelitian lain, maka pengobatan depresi akan mengalami perubahan besar.

Nada L. Stotland, profesor psikiatri dari Rush Medical College, Chicago, AS mengatakan, "Bagi bidang terkait, ini jelas merupakan kabar baik."

"Secara klinis, hal itu sangat wajar. Jika Anda mengalami depresi, dan kerap tidur malam hari, sangat kesepian, hidup dalam kegelapan. Setiap saat Anda menyadari dunia di sekeliling Anda sedang tertidur pulas, sehingga segala kekhawatiran Anda pun semakin besar" demikian lanjutnya.

Dalam sebuah wawancara, penulis pertama laporan tersebut, Colleen E Carney mengatakan: "Menurut saya, jika ditilik dari perkembangan penelitian, kita seharusnya mulai meningkatkan pengobatan terhadap insomnia, sehingga meningkatkan efek pengobatan depresi yang konvensinal."

Carney mengakui bahwa skala studi itu memang kecil, hanya 66 pasien. Tapi seiring dengan hasil penelitian yang dipublikasikan tim peneliti lain, akan dapat menunjukkan gambaran yang lebih jelas. Studi-studi ini sedang berlangsung di Stanford University, Duke University dan University of Pittsburgh, setiap penelitian masing-masing memiliki 70 objek penelitian. Sehubungan dengan hal ini, Association for Behavioral and Cognitive Therapies akan mengadakan pertemuan di Nashville, dan Carney akan merepresentasikan data mereka sendiri dalam pertemuan tersebut.

Selama ini, para dokter mengganggap bahwa gangguan tidur merupakan sebuah gejala depresi, dapat diatasi melalui pengobatan, Rachel Manber, profesor bidang psikiatri dan perilaku dari Stanford University mengatakan, bahwa dia telah memberikan dasar penelitian berskala luas dalam percobaan awalnya terhadap pengobatan insomnia pada 2008 lalu. Namun, sekarang kita tahu, kalau kondisinya tidak sepert itu. "Hubungan ini bersifat dua arah, insomnia mungkin lebih dulu dari depresi," katanya.

Gejala insomnia yang sebenarnya lebih serius daripada masalah gangguan tidur sebagian besar orang. Penderita setidaknya akan mengalami keberlangsungan gangguan tidur jangka panjang selama satu bulan, dan jika menyebabkan masalah dalam pekerjaan sehari-hari, masalah dalam keluarga atau terkait hal-hal penting lainnya, baru bisa didiagnosis sebagai gejala insomnia. Beberapa studi saat ini menunjukkan bahwa setelah menderita insomnia, risiko orang menderita depresi akan meningkat dua kali lipat- masalah tidur lebih dulu muncul pada gangguan suasana hati, bukan sebaliknya.

Mumble, Carney dan peneliti lainnya menggunakan terapi disebut "Terapi perilaku kognitif untuk insomnia", disebut CBT-I. Terapis akan membimbing orang untuk membentuk waktu bangun tidur yang teratur dan bertahan terus seperti itu ; saat bangun tidur jangan duduk melamun lagi di atas ranjang ; untuk menghindari agar tidak makan, membaca, menonton TV di tempat tidur, dan sejenisnya ; batalkan tidur siang.

"Maksud dari tujuan itu adalah, waktu Anda di tempat tidur hanya digunakan untuk tidur, tidak yang lain, setidaknya hal yang tidak kalah penting adalah "harus mengekang" konsep bahwa tidur itu butuh usaha, jangan menganggap ia merupakan hal yang harus Anda pecahkan," demikian tandas Carney. "Ketika orang-orang merasa perlu melakukan sesuatu agar dapat tertidur, saat itu jugalah masalah akan muncul."Lanjutnya.

Terapi ini berbeda dari "hygiene tidur" sebagaimana yang dikenal pada umumnya : latihan (olahraga) secara teratur, tapi jangan terlalu dekat dengan waktu tidur, hindari minum kopi pada malam hari, hindari menenggak minuman keras. Bagi Insomnia, kebiasaan sehat ini tidak bisa disebut sebagai pengobatan yang efektif.

Tubuh memiliki siklus ritme sirkadian yang komplek, di bidang psikiatri, sebagian besar dari kita telah mengabaikan siklus-siklus ini. "Terapi kami sebelumnya hanya melakukan bagaimana praktisnya saja kami mengobati masalah yang terjadi pada siang hari, jarang sekali memahami masalah yang terjadi di malam hari,"katanya.

Sumber : erabaru.net

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
guru besar unair ciptakan kapsul herbal antikanker

terapi mental dengan metode cognitive behavioural theraphy (cbt)

solusi diet dengan serbuk kristal ajaib

beberapa pengobatan alternatif kuno yang masih di minati

lebih sehat dengan yoga tertawa

vipassana : meditasi praktis untuk memurnikan pikiran

rahasia mengatasi sakit kepala kronis

bangkitnya kembali ilmu akupuntur

bahaya gangguan emosional terhadap kesehatan

lulur, dari kopi sampai lumpur laut mati

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Pocong di Pabrik Gula Pasuruan
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com