Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Legi, 18 Oktober 2019 (18 Safar 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Keajaiban Titik Nol

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
Dokter angkat tangan dan Endrasari pun memulai kehidupan yang 'sumbing'. Ia mesti menenteng tabung oksigen kemana-mana sebab dadanya kerap digodam sesat hebat. Biang keladinya : Bronchitis akut. Penyakit paru tak hanya mengutil berat badan Endrasari, juga memaksa dia meneguk 12 jenis obat selama setahun. Lusinan ramuan kimia dari apotek bagaigak tak bertuh sebab diakui Endrasari dalam buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu, penyakitnya bersifat psikosomatis. Tidak berasal dari serbuan virus atau bakteri, melainkan berasal dari pikiran. Dokter menyuruh dia menyembuhkan luka batinnya dulu jika ingin pulih.

Nur Sonia (27 tahun) akhirnya pulih. Dibekap frustasi selama 7 tahun, yang berujung rontoknya kuliah dia pada sebuah PTN ternama di Bandung dan sering sakit-sakitan pula, mantan bintang kelas SMA ini kemudian sukses meretas kuldesak -jalan buntu- kehidupannya. Ia melakoni satu hal : 'detoksifikasi' hati. Ia buang seluruh racun masa lalunya. Ia gulung film-film negatif masa mendatang. Ia mengatakan : "Saya serahkan diri saya seluruhnya kepada Sang Pemilik diri saya".

Ikhlas. Kembali ke titik nol. Hasilnya? sebuah paradoks. Sikap ikhlas - yang sebelumnya ia anggap sebagai simbol kelemahan- justru memberinya kekuatan luar biasa. Dalam ikhlas kata Sonia ia justru merasa lebih perkasa dalam menguasai diri. Tidak mudah gelisah. Lebih kebal.

Kuncinya adalah manakala kita memasrahkan segala sesuatunya pada Tuhan, saat itu pula pupus segala cemas. Kita menjadi lebih kuat. Mengapa? karena urusan kita sudah diserahkan kepada Sang Maha Berkehendak. "Biarlah Dia yang mengatur. Kita yang melaksanakan keinginan-Nya. Sebab, bukankah Dia juga Maha Pemberi Petunjuk?" ujar Sonia.

Apakah itu berarti pasrah? disinilah uniknya. Ketika terasuk rasa ikhlas, secara otomatis, Sonia merasa intuisinya meningkat tajam. Lebih bijaksana. Lebih mengenal diri sendiri. Lebih cerdas. Lebih kreatif. Dan pada gilirannya : lebih produktif. "Sekarang saya sudah bisa bekerja di perusahaan asuransi," tutur dia semangat. Selamat tinggal jelaga masa lalu!

Belakangan Endrasari juga mengucapkan sayonara untuk penyakit bronchitis akutnya. Hanya sikap ikhlas - bukan lusinan obat kimia- yang kuasa menanggalkan siksa radang parunya. Endrasari kini tak mesti memboyong tabung oksigen kemana-mana. "Saya baru tahu semua penyakit datang dari pikiran".

Menurut peulis buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu, dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bermekaranlah pelbagai energi positif: rasa syukur, sabar dan termasuk fokus. "Kita pun merasa penuh tenaga", ujarnya.

Energi ikhlas ini kemudianmenyebar ke setiap jengkal tubuh. Membikin imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung stabil dan kapasitas indera meningkat. Orang ikhlas, ujar Erbe "sehat jiwa dan fisiknya". Ikhlas, karenanya adalah kunci bagi kebahagiaan.

Jika kita meneropong lewat EEG (elektroensefalogram), kata Erbe, tampak bahwa otak memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Dimanakah kebahagiaan? teknologi mutakhir menunjukan : rasa bahagia membentang antara panjang gelombang alfa (8 Hz-13,9 Hz)  dan theta (4 Hz-7,9 Hz) pada otak. Inilah zona ikhlas. Pada frekwensi alfa adalah orang-orang yang sedang rileks, melamun atau berkhayal. Anak-anak balita frekwensinya selalu berada pada posisi alfa - karenanya mereka selalu jujur, polos dan tak pernah larut bersedih. Orang yang otaknya berada padaa frekwensi theta, pikirannya menjadi amat kreatif dan inspiratif, lebih khusyu, rileks yang dalam, hening dan amat intuitif.

Semakin pandai anda menyetel frekwensi alfa atau theta di otak anda, kata Erber, semakin mudah hidup anda. Frekwensi ini memang menawarkan kelezatan hidup sesungguhnya : rasa syukur dan nyaman. Karena itulah menurut dia, jelas sudah bahwa ukuran sukses (kebahagiaan) sebetulnya amat ditentukan oleh keberhasilan merasakan pikiran bahagia. Itu saja. Untuk itu, kebahagian sebenarnya tak perlu dicari-cari apalagi lewat kelimpahan materi.

"Manakala tahu gelombangnya, mudah bagi kita menemukan zona kebahagiaan itu," tutur Erbe. Dan jangan enteng sikap ikhlas ini. Pengalaman Nur Sonia menunjukan: sekali kita melangkah menuju zona ikhas, kita bakal terdorong menjadi orang baik, - menjauhi prasangka dan selalu berpikir positif. Nah dari sinilah garis tangan anda mulai bergeser.

Dengan berpikir positif maka hal-hal positif akan menghampiri kita. Demikan sebaliknya. Itulah yang disebut Daya Tarik Menarik (The Universal Law of Attraction) yang memiliki penjelasan ilmiahnya dalam fisika kuantum. Dan kita, menurut Erbe, adalah apa yang kita pikirkan (positif atau negatif).

Usai menikah selama enam tahun, Erbe akhirnya divonis dokter aspermatozoa, tak bisa memiliki keturunan. Dan Erbe menyikapinya -meski awalnya tentu terkejut- dengan ikhlas. "Mengucapkan alhamdulilah dalam hati memberi saya ketenangan dan kekuatan," ujarnya.

Tapi kemudian ikhlas memiliki logikanya sendiri. Dalam penyerahn diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan bahwa suatu hari ia akan dikaruniai buah hati. Visualisasi itu dilakukannya dalam kondisi otak alfa -berada di zona ikhlas- secara tekun dan tawakal.

Hingga suatu hari ia berkonsultasi dengan dokter. Sembari memandangi hasil laboratorium Erbe, dokter tersebut menggelengkan kepala. "Ini tidak mungkin. Dari nol persen (spermatozoa) menjadi 30 persen dalam tiga minggu? tidak mungkin". Kini Erbe memiliki putra bernam Shankaara Premaswara.

Tertarik melatih otak anda untuk berada pada frekwensi alfa-theta? miliki CD pembangkit energi metafisika. Info, KLIK DISINI.


Sumber : Republika



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
tirakat di tempat keramat agar lolos cpns

tips memilih keris yang baik

ramalan kiamat versi ilmuwan

heboh kucing mampu ramalkan kematian seseorang

kontroversi dialog dengan roh

perbedaan meditasi samatha dan meditasi vipassana

ini dia rumah paling berhantu di swedia

pengaruh bulan kelahiran terhadap profesi di masa depan

karakter seorang ibu berdasarkan zodiaknya

fenomena aneh : kepala buddha di dalam pohon

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Video Pocong Terekam Kamera HP
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com