Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Minggu Kliwon, 18 Agustus 2019 (16 Dzulhijjah 1440H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 fakta menarik mengenai mimpi

 tips diet berdasarkan golongan darah

 manfaat air kelapa untuk kecantikan dan kesehatan

 kisah mustika kelapa hajar aswad

 panjang umur dengan ramuan cokelat dan zink



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Kepala Menggelinding Di Atas Aspal

by : Indospiritual
Kategori : Kisah Misteri
 
Sejak jaman penjajahan Belanda, sampai akhir tahun delapan puluhan, Terminal Sambu banyak meninggalkan kisah tentang pembunuhan. Tak heran kalau di terminal ini banyak penampakan mahluk halus.

Dari sekian banyak kisah yang mistis yang lahir dari terminal ini, salah satunya adalah penuturan dari Cipto (Nama samaran), yang bekerja di salah satu toko di Jalan Sutomo.

Cipto yang sudah lama bekerja di toko itu, menjadi orang kepercayaan Toke-nya.

"Hampir lima belas tahun aku bekerja di toko ini," ujar Cipto.
Sehingga Tokenya tak mengkhawatirkan apabila Cipto yang menjaga toko. Bahkan ketika Tokenya pergi berlibur, Cipto yang menjaga toko itu. untuk Cipto, disediakan kamar untuk ia tidur.

Dari lebaran pertama, Tokenya sudah meninggalkan Medan. ia bersama keluarga berlibur ke Singapura. Rencananya mereka akan menghabiskan satu minggu di sana.

Cipto yang tinggal sendiri di toko yang sekalian di jadikan rumah itu, merasa tersanjung di beri kepercayaan yang begitu besar. Kepercayaan yang diberikan Tokenya, dijaganya sebaik mungkin.

Ciptopun merawat toko itu sebaik rumahnya sendiri. Meskipun tak membuka toko itu, Cipto tetap saja merapikan barang-barang dagangan yang ada di dalam toko. Ia menyusun sebaik mungkin barang dagangan yang akan kembali di jual setelah lebaran.

Tepatnya malam lebaran keempat, Cipto keluar rumah. Waktu masih menunjukkan pukul delapan malam. Ia keluar rumah untuk mengisi perutnya yang kosong.

Setelah makan malam, ia tak langsung pulang ke toko. Ia menikmati malam ke plaza yang ada di dekat sana. Sambil menikmati pemandangan di plaza itu, ia menghabiskan malam dengan bermain time zone.

Tanpa terasa, waktu semakin larut. Plaza itupun sudah hampir tutup. Hampir semua toko di plaza itu sudah tutup. Karena terlihat sudah sepi pengunjung, Ciptopun menuruni escalator.

Sesampainya diluar, Cipto tak juga langsung pulang. Ia masih ingin menikmati malam. Sambil menghisap rokok di tangan, ia memandangi satu persatu orang yang lalu lalang.

Setelah lelah memandangi orang lalu lalang, Ciptopun beranjak pulang. Dengan langkah gontai ia menyusuri jalan raya. Sesekali ia menaiki trotoar jalan, sambil menyanyikan lagu kesayangannya.

Ketika kakinya memasuki pelataran toko, ia melihat sesuatu yang berjalan di aspal.

"Aku pikir yang kulihat itu sebuah bola," ujar Cipto. Lama dipandanginya benda yang bergelinding itu. semakin lama semakin dekat dengannya. Ketika tepat di depannya, ia baru terkejut melihat benda itu. Ternyata yang dilihatnya adalah kepala orang. Masih terlihat darah di bagian lehernya.

"Sepertinya yang kulihat itu korban dari pembunuhan," ujar Cipto. Kepala yang bergelinding itu terus berjalan. Cipto yang sempat ketakutan, langsung membuka tokonya. Sambil sesekali melihat kepala orang yang menggelinding tersebut.

Ketika akan beranjak tidur, Cipto masih mengingat apa yang baru dilihatnya.

"Seakan kepala itu mencari badannya," Cipto menambahkan.
Itulah kisah mistis yang pernah terjadi dari Terminal Sambu. Cerita itu lahir dari beberapa kisah mistis yang ada. Banyak mahluk halus yang menyerupai korban pembunuhan di terminal itu. Dan semoga dengan adanya tim pemburu preman, tak ada lagi tindak kriminal di terminal itu. tak ada lagi mahluk halus yang memiliki kesempatan untuk menjelma menjadi korban.

Sumber : metro gaib



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
pengalaman diteror kuyang pemangsa janin

dipinang penguasa laut selatan

kisah mistis pesugihan kain kafan

kisah mistis diculik penghuni gaib sungai

siluman bertelinga panjang dan berkaki kuda

kisah penjudi yang bertobat setelah ziarahi makam kiai sholeh darat

kuntilanak sungai cari korban

pengalaman naik bus hantu

anak ambar membuat usahaku nyaris bangkrut

kakekku mampu berubah wujud menjadi harimau

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Hantu Wanita Menembus Tembok
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com