Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Sabtu Wage, 21 September 2019 (21 Muharam 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
pelatihan seni penyembuhan

Kiamat Dunia : Tinjauan Filosofis Musnahnya Peradaban Manusia

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 

kiamat dunia

Peradaban manusia di atas dunia pernah musnah oleh karena "kiamat", berbagai macam bencana, termasuk gempa bumi, banjir, benda angkasa dari luar (termasuk benturan meteor dan komet), timbul tenggelamnya lempeng daratan, perubahan iklim yang mendadak dan sebagainya. Bencana dahsyat telah melenyapkan peradaban dan sejumlah besar makhluk hidup menjadi punah waktu itu, hanya menyisakan sangat sedikit peninggalan sejarah yang masih ada. Manusia-manusia prasejarah yang berbeda dan peradaban yang dimiliki akhirnya telah lenyap dari atas bumi. Peradaban tersebut mengapa tersingkirkan? Kita dapat menemukan beberapa petunjuk melalui gejala sosial dan dalam uraian orang-orang mahabijak.

Bencana alam dan penyakit dalam skala besar merupakan sebab-musabab langsung yang mengakibatkan musnahnya peradaban manusia prasejarah, namun mengapa bisa timbul penyakit dan bencana alam yang mematikan secara besar-besaran? Pemahaman yang ada sekarang dari orang-orang tidak dapat menjelaskannya, dan mau tidak mau mereka dikembalikan sebagai gejala alam. Gejala alam merupakan kesimpulan pasif yang diambil orang-orang terhadap perubahan geologis dan astronomis yang tidak dapat dijelaskan. Dipandang dari arti tertentu, ini merupakan suatu purbasangka yang terpaksa.

Demi prakiraan dan mencegah berbagai macam bencana, manusia sekarang (juga manusia prasejarah dulu) telah melakukan penelitian jangka panjang terhadap berbagai macam bencana, mengemukakan beberapa teori, namun kebanyakan ditekankan pada prakiraan bencana dan sisi perlawanannya, menciptakan serangkaian peralatan dan berbagai cara, misalnya ramalan angin topan, memantau gunung berapi, banjir dan sebagainya. Dalam menghadapi bencana alam, orang-orang juga telah menggunakan berbagai macam cara, misalnya membangun apartemen antigempa, mengontrol tanggul, waduk, memperbaiki sungai, fasilitas pertolongan bencana darurat dan lain-lain. Kebijakan-kebijakan yang sebagian besar tergolong pasif ini memiliki efektivitas yang pasti terhadap bencana kecil, dapat mengurangi korban jiwa. Namun, dalam skala yang lebih besar, di hadapan bencana yang menghancurkan, misalnya mendadak daratan menurun, banjir dahsyat yang menenggelamkan, benturan benda angkasa luar, perubahan iklim yang mendadak, dan kekuatan manusia tampaknya sangat lemah, sulit untuk menghindar, hanya bisa menerima apa adanya.

Demi untuk mengobati penyakit, manusia telah mengembangkan sejumlah besar cara dan instrumen kedokteran yang kelihatannya canggih. Namun, manusia sekarang semuanya harus mengakui, bahwa semua cara pengobatan ada keterbatasannya. Lagi pula penyakit yang baru muncul dengan tiada henti membuat manusia sulit untuk mengatasinya. Di hadapan wabah penyakit menular yang muncul mendadak secara luas, sama sekali tidak berdaya. Tidak bisa membuat obat yang manjur untuk mengatasinya.

Sebenarnya, apakah sebab-musabab pokok yang mengakibatkan munculnya malapetaka?

Pertama, dari pemahaman tingkat rendah, orang-orang telah mengetahui bahwa segala perkembangan hal ihwal memiliki periode dan hukumnya. Manusia ada lahir, tua, sakit, dan mati: Perkembangan masyarakat ada periodenya, perkembangan umat manusia kemungkinan juga: Hal yang sama, berarti peradaban manusia kemungkinan juga bisa mengalami perkembangan sampai peradaban tertinggi, bertahan, rusak hingga lenyap dalam sebuah proses berkala yang berputar berulang-ulang.

Kedua, kini orang-orang telah mengetahui, bahwa manusia kelewat batas menuntut pada alam sehingga mencemari bumi, mengakibatkan lingkungan hidup manusia menjadi buruk. Mengeksploitasi terlalu banyak air bawah tanah bisa mengakibatkan permukaan bumi tenggelam, menebang hutan secara berlebihan bisa mengakibatkan erosi tanah, oasis berubah menjadi gurun pasir, pembuangan gas kotor dan air limbah dalam jumlah besar mengakibatkan parahnya polusi udara serta mutu air dan sebagainya, bersamaan dengan majunya teknologi manusia, ruang hidup manusia malah sedang menyusut, lingkungan ekologi terus memburuk, telah mencapai pada tahap yang bahaya. Ini adalah sebuah proses yang lambat, ia dapat menimbulkan bencana lokal, juga dapat menimbulkan bencana besar.

Ketiga, memahami dari tingkat yang lebih tinggi, "alamiah" adalah tidak eksis, namun bencana alam juga ada sebabnya. Namun, bukan karena manusia telah memiliki peradaban tinggi lalu musnah. Mungkin ia adalah suatu akibat yang tak terlelakkan, dan bencana alam hanya tercermin dalam masyarakat manusia kita ini. Manusia sama sekali bukan berasal dari evolusi kera, jiwa manusia yang sebenarnya terjadi di alam semesta. Alam semesta telah menciptakan kehidupan, sekaligus menetapkan kehidupan (termasuk manusia) sesuai dengan standar sebagai manusia. Apabila moralitas manusia telah menjadi bobrok dan hanya memikirkan dirinya sendiri, alam juga akan menunjukkan tanda-tandanya.

Pada zaman dahulu, tingkat moralitas manusia secara umum sangat tinggi, waktu itu tidak ada hukum apa pun, yang ada hanya sebuah hukum kerajaan, apa yang dikatakan dan diperbuat manusia semuanya diukur dengan moralitas, sedangkan hukum kerajaan pada dasarnya adalah sebuah hukum yang bagaimana semestinya menjatuhkan hukuman pada semua individu yang melanggar moral tersebut, dan bagaimana seyogianya memberikan penghargaan jika telah mempertahankan moral. Dulu pejabat kabupaten yang memutuskan perkara itu sangat sederhana, yaitu menggunakan moralitas sebagai kriteria untuk memutuskan perkara, memutuskan benar atau salah, kemudian memberikan penghargaan atau hukuman. Jelas, masa luhurnya moralitas manusia, hukum adalah eksis untuk melindungi moral (prinsip langit). Maka, orang yang bijaksana pada zaman dahulu sangat percaya akan prinsip "Tuhan memberi kekuasaan kepada pemimpin", bila pemimpin melanggar prinsip langit, kekuasaan pemimpin juga akan ikut jatuh.

Sumber : erabaru



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
stephen hawking: lubang hitam adalah jalan menuju dimensi alam lain

makhluk gaib penjaga hutan rimba kalimantan

jatuh cinta sebagai kejadian spiritual

misteri angka 13

peroleh batu dari mimpi, bocah di bangkalan jadi dukun

terkuaknya misteri hidup lagi setelah mati beku

mengetahui kepribadian seseorang berdasarkan ukuran otaknya

debus memukau pasukan pbb

anak babi mirip manusia dan gajah hebohkan kupang

mengungkap proses mati suri

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan UFO di Arab Saudi
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com