Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Jum'at Legi, 18 Oktober 2019 (18 Safar 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
pelatihan seni penyembuhan

Kisah Kesaktian Kiai Abas Buntet

by : Indospiritual
Kategori : Tokoh
 


Kiai Abas Buntet Pesantren Cirebon merupakan tokoh penting dalam pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya, karena tasbih dan trumpah yang sudah diberi doa-doa berhasil menghancurkan peralatan tempur milik pasukan NICA yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Mallaby.

Hal ini diungkapkan oleh H Eman Suryaman, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat dalam sambutannya di acara Musyawarah Kerja Cabang I PCNU Subang, Senin (31/3).

"Di Surabaya, tasbih yang dibawa dari Cirebon itu bijinya dilempar ke pesawat milik NICA, tiba-tiba pesawat itu langsung jatuh dan hancur," papar ketua PWNU asal Cirebon itu

Bukan hanya itu, kata dia, sekarung bakiak atau trumpah yang dibawa oleh Kiai Abas, berhasil menghancurkan Tank dan panzer milik NICA yang menyerbu kota Surabaya.

Menurut Eman, kebenaran kisah tasbih dan trumpah ini tidak diragukan lagi, karena sudah 'mutawattir', namun sayangnya pada jaman Orde Baru peran NU dalam sejarah selalu ditutupi, termasuk sejarah tasbih dan trumpah Kiai Abas ini.

"Jadi, NU itu bukan hanya memerdekan Indonesia dari penjajahan, tapi juga ikut mempertahankan, untuk itu bagi NU, NKRI adalah harga mati, NU akan selalu membela kedaulatan NKRI," tegas calon anggota DPD RI itu.

Pembukaan mukercab PCNU Subang itu dihadiri ratusan peserta, badan otonom (banom), lembaga, lajnah di lingkungan NU dan tamu undangan, diantaranya Wasekjen PBNU H Abdul Mun'im DZ, bupati dan ketua DPRD Kabupaten Subang, serta beberapa Calon Anggota DPRD Subang, DPRD Jawa Barat dan DPR RI. 

Selamat dari Bom Tentara Jepang

Umat Islam yang ikhlas dalam melaksanakan ibadah haji akan diselamatkan oleh Allah dari berbagai hambatan dan rintangan, sebagaimana kisah yang disampaikan oleh KH Tb Ahmad Rifqi Chowas saat memberikan tausiyahnya dalam acara walimatus safar di Pesantren Al-Huda, Pungangan.

Pengasuh Pesantren Darussalam Buntet Pesantren Cirebon ini mengisahkan bahwa pada tahun 1940-an Kiai Abbas Buntet beserta istri dan dua anaknya yaitu KH Mustamid Abbas yang pada saat itu baru aqil baligh dan KH Nahduddin Abbas yang baru saja menginjak usia empat tahun.

"Kalau Kiai Mustamid itu bisa haji berkat burung perkutut yang dapat nemu dari kebun belakang rumah dan dibeli oleh Kuwu (Lurah) di Cikedung Inderamayu seharga ONH (Ongkos Naik Haji, red)," ujarnya.

Kiai yang biasa disapa Kang Entus itu melanjutkan, saat Kiai Abbas dan ribuan calon haji lainnya berada di tengah tengah samudera Indonesia, sang Kapten kapal mendapat telegram berisi ancaman dari tentara Jepang yang akan membombardir dan menenggelamkan kapal beserta isinya.

"Ribuan penumpang itu panik, namun sebagian dari mereka mengadu kepada Kiai Abbas. Akhirnya kiai sepuh ini istikharah," katanya.

Hasil istikharah Kiai Abbas, kata dia, jamaah calon haji yang berada di kapal itu boleh melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, boleh juga balik lagi ke kampung halaman, namun Kiai Abbas beserta keluarganya tetap melanjutkan perjalanan ke Makkah dengan separuh penumpang kapal, sisanya pulang kampung dengan kapal susulan.

"Akhirnya, jamaah haji ini tiba di Makkah dengan selamat, namun kemudian saat kapal balik lagi ke Indonesia, ternyata kapal yang tadi membawa jamaah haji ini benar-benar di bom oleh Jepang dan teggelam beserta ABK-nya," pungkasnya.


Sumber : nu.or.id



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
sejarah tarekat naqshabandiyah

leo barnett : bocah 3 tahun jadi manusia bunglon

huang xiangji : wanita kertas yang kulitnya bisa dibuat huruf

alex honnold : manusia spiderman di dunia nyata

paranormal australia tolak justin timberlake

matthieu ricard : menjadi orang paling bahagia sedunia dengan meditasi

nunki suwardi: praktisi grafologi yang mampu membaca kepribadian

mandy hague : tetap hidup meski jantungnya berhenti 22 kali

sosok anas urbaningrum dari sudut pandang feng shui

liong pit lin : sembuh dari kanker kronis dengan menjadi vegetarian

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Alia Sabur : Profesor Termuda di Dunia
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com