Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Senin Legi, 23 September 2019 (23 Muharam 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Kisah Legenda Kutukan di Lasem Jawa Timur

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 


Sebuah makam yang terletak di Desa Babagan Lasem, dengan batu nisan (bong) yang dicat warna putih dengan penegas aksara Cina berwarna hitam menjadi penanda berkembangnya kisah mistis yang dituturkan sejak berabad silam. Kutukan abadi Han Wee Sing untuk keturunannya yang berani tinggal di Lasem akan mengalami kesialan. Bagi laki-laki akan bangkrut bila berbisnis, yang perempuan tak akan punya keturunan. Begitu masifnya kisah kutukan ini sampai-sampai tersebar kisah keturunan Han jika bepergian tidak akan melintasi Lasem, baik jalur darat maupun jalur udara!

Kisah legenda Han Wee Sing di Lasem merupakan salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Lasem. Dikisahkan Han Wee Sing merupakan saudagar kaya yang memiliki dua anak laki-laki. Ia dikenal sebagai pekerja keras, suka membantu orang di sekitarnya, dan tak suka menghamburkan kekayaannya di meja judi atau untuk jual beli candu. Karakternya yang berintegritas ini rupanya tak diikuti oleh kedua anak lelakinya Han Te Su dan Han Te Ngo yang suka berjudi. Anak-anak Han Wee Sing yang gemar beradu dadu rupanya mengakibatkan keluarga Han jatuh miskin. Sang ayah wafat dengan membawa derita dan nelangsa.

Bangkrutnya Han Wee Sing menyebabkan pemakamannya tak kunjung terlaksana. Uang sumbangan para pelayat pun masih saja digunakan anak-anaknya untuk bertaruh nasib di meja judi. Suatu hari, anak-anaknya membungkus jenasah Han Wee Sing dan bermaksud menguburkannya dengan cara seperti itu. Dalam perjalanan menuju tanah makam, rombongan yang membawa jenasah dirundung mendung. Awan hitam menggelantung. Tak lama hujan petir menyambar dan jenasah ditinggalkan begitu saja. Ketika mereda, muncul gundukan tanah makam.

Tak lama berselang, terdengar suara mengutuk datang dari dalam makam itu yang menyebutkan bahwa keturunan Han tidak boleh tinggal di Lasem. Apabila melanggar akan jatuh miskin. Kemudian, kedua pemuda Han ini berlari meninggalkan Lasem.

Keturunan Han menyebar di beberapa kota besar, terutama Surabaya. Tengoklah rumah abu keluarga Han di Surabaya, ya dari Lasemlah mereka berasal! Legenda ini sampai sekarang masih terus berdengung dan menjadi semacam urban legend di Lasem. Daya mistisnya justru menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk mendatangi makam di Lasem ini.

Siapakah Han Wee Sing sesungguhnya? Mari, saya mengajak Anda membaca nisan legendaris tersebut. Nama yang tertera dalam nisan itu adalah Han Du Chun. Ia dikenal dengan nama Han Siong Kong. Pada nisan tersebut tertera informasi waktu pendirian nisan yaitu tahun ke-33 masa pemerintahan Kaisar Qian Long (1735-1796) dari Dinasti Qing, tepatnya tahun 1768. Informasi selanjutnya menyebutkan bahwa Han De Chun berasal dari Tian Bao (Fujian) dan pada saat nisan itu dibuat, Ia memiliki lima orang anak laki-laki, belasan cucu dan tiga orang buyut.

Sejatinya, pada 1991, Claudine Salmon telah mempublikasikan artikelnya yang berjudul “The Han Family of East Java Entrepreuneurship and Politics (18th-19th Century)” dalam jurnal Archipel volume 41. Salmon melacak asal-usul keluarga Han di Pulau Jawa sampai ke Tianbao, Zhangzhou-Fujian, tempat nenek moyang marga Han berasal. Didapatinya rumah keluarga Han Siong Kong terletak di daerah Ximenzhai, Tianbao-Fujian.

Han Siong Kong lahir di Lubianshe, Tianbao, pada tahun 1673. Menurut Salmon yang membaca papan arwah di Rumah Abu Keluarga Han – Surabaya, Han Siong Kong menetap di Lasem dan meninggal di Rajegwesi (sekarang Bojonegoro) pada tahun 1743. Selanjutnya Salmon yang menggali tradisi lisan lokal menyebutkan bahwa pada saat pemakaman Han Siong Kong, terjadi hujan lebat dan petir hebat. Peti mati Han Siong Kong dibiarkan teronggok di jalanan karena para pengantar jenasah berhamburan mencari tempat berteduh. Cerita berlanjut dengan terkuburnya peti mati tersebut secara misterius.

Konon, arwah Han Siong Kong mengutuk keturunannya karena tidak berbakti dengan menelantarkannya di jalanan. Sejak saat itu, keturunan Han dipercaya meninggalkan Lasem. Namun ternyata Han Tjoe Kong dan Han Kien Kong, dua anak lelaki tertua Han Siong Kong, memilih tetap tinggal di Lasem. Sementara Han Bwee Kong menuju Surabaya dan menjadi Kapitan Cina.

Seorang anak Han yang bernama Han Tjien Kong beragama Islam, memiliki nama Soero Pernollo dan menetap di Besuki. Demikian pula Han Hien Kong yang turut bermukim di Besuki. Sedangkan kedua putri Han Siong Kong yaitu Pien Nio dan Poen Nio tidak diceritakan lebih lanjut.

Menurut catatan keluarga Han di Surabaya, kelima anak Han Siong Kong lahir di Lasem. Namun, tiada papan arwah sang ibunda di Rumah Abu Keluarga Han, Surabaya. Diduga, istri Han Siong Kong adalah wanita asal Lasem—bukan keturunan Cina.

Suatu ketika pagi hari sambil mencecapi sarapan nasi semur di warung Jenghai, Karangturi, saya sempat melontar pertanyaan,”Pak, tau cerita tentang makam Han?” Jenghai menyambar, “Itu terkenal, Mbak! Serem itu!”

Seorang pemuda yang sedang serius membatik lelet di rokoknya mendongak, “Saya pernah dengar, itu yang kutukan keluarga Han nggak bisa hidup di Lasem kan ya?”

Saya menjawab, “Iya.”

Jenghai menambahkan, “Banyak tamu yang selalu tanya tentang bong dan ceritanya. Lasem jadi terkenal karena Han itu juga ya.”

Kisah Han Wee Sing seolah turut menjadi magnet Lasem, menjadi wacana alternatif penyokong sejarah Lasem. Sekali lagi, Lasem menjadi salah satu tempat yang layak untuk diperjuangkan menjadi daerah cagar budaya nasional mengingat begitu banyak warisan tinggalan leluhur: bangunan, akulturasi budaya sampai kumpulan kolektif memori. Kisah keberadaan Han Siong Kong salah satunya, tak dapat disangkal sebagai salah satu kisah pusaka Lasem.

Sumber : nationalgeographic.co.id

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
burung terjatuh ketika melintasi makam buyut kohyan

penjelasan ilmiah di balik permainan mistis charlie charlie challenge

medan heboh, ibu lahirkan bayi tanpa proses kehamilan

penjaga rumah cendana mengaku sering di datangi arwah mantan presiden soeharto

malaysia melarang penggunaan nama yang buruk

menarik rejeki dengan de-clutter

ini dia video penampakan tuyul di bogor

membaca pikiran pria dari sikapnya

ahli geologi ini percaya batu akik mengandung energi

mengenal masjid jin

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Pria Dengan Kekuatan 260 Tenaga Kuda
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com