Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Minggu Legi, 17 November 2019 (19 Rabiul Awwal 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Pengalaman Kematian : Menjelaskan Fakta Adanya Surga

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
mati suri

Jika Anda pernah ke surga, apakah itu berarti bahwa surga itu nyata ? Selama ribuan tahun, selalu saja ada yang mengklaim bahwa mereka pernah ke surga, dan kisah perjalanan mereka cenderung mengikuti jejak yang sama. Baru-baru ini penulis terkenal Lisa Miller menerbitkan buku barunya yang berjudul "Visions of Heaven : A Journey through the Afterlife", berikut adalah ringkasan dari buku barunya yang diterbitkan di majalah "Times".

Orang-orang yang memiliki pengalaman ini mungkin seorang yang skeptis atau orang yang mengalami kesulitan atau korban yang kepalanya cedera karena dipukul, menderita stroke, terluka dalam sebuah kecelakaan lalu lintas atau cedera saat operasi.

Suatu perasaan yang terputus, datang di luar tubuhnya. Dia melihat sebuah gerbang atau sebuah pintu, maupun sebuah terowongan. Kemudian, secara tiba-tiba, ia dituntun ke dunia lain, yang lebih "nyata" daripada dunia yang pernah ia temui sebelumnya. Dunia-dunia ini tampak akrab sekaligus asing, bagaikan dunia kayangan melayang-layang, dengan cahaya yang tak berujung, kadang-kadang bertemu dengan kerabat yang telah meninggal, tokoh sejarah, bahkan Yesus, semua ini berdasarkan peristiwa nyata narator dan bervariasi.

Setelah melakukan perjalanan ke dunia lain, kemudian dengan agak enggan ia merasuk lagi ke dalam tubuhnya, kembali ke dunia ini. Namun, pengalaman ini selamanya telah mengubah dirinya. Ia yakin ada sebuah kenyataan yang sama sekali berbeda, ia menjadi lebih tenang, lebih percaya diri, dan bertekad meyakinkan dunia dengan fakta surgawinya. Dia menjadikan kisahnya sendiri untuk memberitahu orang-orang bahwa "Surga itu eksis dan nyata".

Dari kitab "The Book of Enoch" yang ditulis beberapa ratusan tahun sebelum masehi, menceritakan kisah seperti surga ini. Dalam buku "Book of Revelation, Ninety Minutes in Heaven" yang diterbitkan pada 2004 silam juga menceritkan kisah tentang seorang pendeta Krsten yang pergi ke surga seusai kecelakaan lalu lintas, sementara buku "Heaven Is for Real" yang diterbitkan pada 2010 lalu menceritakan kisah tentang seorang anak yang melihat surga seusai operasi, sedangkan buku "Proof of Heaven" menceritakan kisah tentang perjalanan ke surga seorang dokter ahli bedah saraf Eben Alexander pada tahun 2012.

Buku-buku tersebut telah menjadi buku terlaris, buku-buku yang berisikan tentang alur cerita berdasarkan kisah yang dialami. Pada 2012 lalu, dokter ahli bedah saraf bernama Eben Alexander ini pernah menuturkan, bahwa pengalamannya telah meyakinkannya, bahwasannya dalam batas tertentu kesadarannya (jiwa atau individu) dapat dipisahkan dari tubuh, melintas ke ruang lain.

Menurut data survei Gallup, sekitar 8 juta penduduk Amerika mengklaim memiliki pengalaman menjelang ajal, di antaranya banyak yang menganggap pengalaman-pengalaman ini sebagai bukti dunia spiritual paralel yang eksis setelah kematian, dan lebih nyata daripada dunia yang ada.

Dalam buku "Life After Life" yang ditulis Raymond Moody pada tahun 1975, buku terlaris pertama tentang pengalaman menjelang ajal, ketika diwawancarai CNN pada 2013 lalu, ia menuturkan, bahwa di antara orang-orang yang memiliki pengalaman-pengalaman seperti itu, membuat mereka memeluk keyakinan beragama atas keyakinan pada kehidupan di akhirat.

Jika Anda yakin menyaksikan atau merasakannya, atau mendengar sesuatu, apakah itu berarti sebagai bukti pengalaman ? ini juga merupakan masalah pelik dalam bidang penelitian secara ilmiah, anda tidak dapat memiliki sebuah kelompok perbandingan. Dan mustahil membuat perbandingan empiris dengan pengalaman mereka.

Namun, bagi sejumlah ilmuwan, bahwa penjelasan secara ilmiah terkait pemandangan surga itu murni tidak cukup. "Riwayat hidup" psikolog Emily Williams Kelly dari University of Virginia departemen penelitian persepsi (University of Virginiaós Division of Perceptual Studies) sangat mengesankan. Ia memiliki gelar dari Duke University, University of Virginia dan University of Edinburgh, namun, orang-orang tidak akan mengaitkan penelitian supranatural ini dengan lembaga-lembaga tersebut.

Berdasarkan fakta, Kelly mewawancarai orang-orang yang memiliki pengalaman menjelang ajal, dan mencoba menemukan pola kesamaan mereka. Ia yakin, bahwa pengalaman mereka menjelang ajal menunjukkan, bahwa meski fungsi otak normal berhenti bekerja, tapi kesadaran tetap eksis. Teori ini menjelaskan tentang dunia akhirat, "jika pengalaman kesadaran kita sepenuhnya bergantung pada otak, maka tidak akan ada kehidupan setelah kematian, namun, setelah otak berhenti bekerja, pikiran juga akan ikut berhenti. Tapi tidak sesederhana itu, kendati otak berhenti berfungsi, namun, orang-orang masih memiliki pengalaman-pengalaman ini."

Yang dimaksud adalah, bahwa ketika orang meninggal, apakah benar mereka akan pergi ke dunia lain ? dapatkah dibuktikan secara ilmiah ? Kelly tidak bisa menjawab. Pengalaman menjelang ajal memberitahu kita sebaiknya membuka pikiran, bisa jadi mungkin sebuah kesadaran dan jiwa yang lebih luas. Ini lah yang mau dibuktikan oleh Kelly.

Ketika Alexander menerbitkan bukunya pada tahun 2012, ia mengatakan bahwa setelah dalam keadaan koma karena meningitis bakteri, ia melihat sesuatu yang tak terbayangkan. "Saya berada di atas kepak sayap seekor kupu-kupu yang cantik." Kataya saat diwawancarai.

"Jutaan kupu-kupu mengelilingi kami. Kami terbang di atas bunga-bunga yang mekar, cabang yang berbunga, semua kupu-kupu terbang keluar saat mereka melintasi kami. Di sana ada air terjun, air, warna-warna yang tak terlukiskan. Saya menyebut mereka sebagai peri," lanjut Kataya dalam wawancaranya.

Pengalaman ini membuatnya tidak lagi meragukan terhadap Tuhan yang welas asih dan jiwa yang bsia melintasi dunia para dewa, dan kini "Ateisme" telah hancur di bawah kaki kami, karena sesuatu yang terjadi pada saya telah menghancurkannya, saya akan mengabdikan sisa hidup saya untuk meneliti hakekat kesadaran, dan membuktikan bahwa kesadaran kita jauh melampaui fakta otak fisik kita.

sumber : erabaru.net

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
dataran tinggi dieng : tempat tirakat memburu pangkat

heboh penampakan hantu perempuan di pasuruan

meramal kepribadian pria lewat bunga

medan heboh, ibu lahirkan bayi tanpa proses kehamilan

ratusan orang berebut air kurasan gentong makam imogiri

phobia yang paling banyak diderita orang

nasa tantang pembuktian ilmiah kiamat suku maya

mengenal pesugihan gunung kawi

terapi stroke dengan napas shaolin

mengenal reiki

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Cara Melatih Kekuatan Pikiran
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com