Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Rabu Pon, 21 Agustus 2019 (19 Dzulhijjah 1440H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 fakta menarik mengenai mimpi

 tips diet berdasarkan golongan darah

 manfaat air kelapa untuk kecantikan dan kesehatan

 kisah mustika kelapa hajar aswad

 panjang umur dengan ramuan cokelat dan zink



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Kecerdasan dan Stimulasi Otak

Prof Nyoman Kertia : Pakar Temulawak Dari UGM

by : Indospiritual
Kategori : Tokoh
 
prof nyoman kertia pakar herbal temulawakZaman dulu, obat-obatan yang bersumber dari tanaman menjadi andalan nenek moyang untuk mengatasi berbagai penyakit. Namun obat tradisional seolah terpinggirkan oleh obat kimia seiring perkembangan zaman. Maka itu ketika ada sosok yang intens meneliti obat herbal, beberapa waktu lalu masih dianggap 'aneh'.

"Dulu saya sampai ditanya sama rekan-rekan dokter, 'kamu mau mengembangkan ilmu hitam?' Ha ha ha, sekarang mereka malah ikut-ikut pakai resep herbal," tutur Prof Nyoman Kertia, MD., Ph.D, pakar temulawak dari Universitas Gajah Mada saat konferensi pers 'SOHO Global Health, Mengembangkan Potensi Alam untuk Indonesia Sehat', yang digelar di ruang Patio, Tribeca Central Park Mall, Jl Letjen S Parman, Kav 28, Jakarta Barat.

Menurut Prof Kertia, sudah saatnya herbal dijadikan andalan mengingat Indonesia memiliki lebih dari 2.000 spesies tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan. Nah, fenomena dominasi penggunaan obat kimia ini menjadi kendala bagi para dokter yang ingin membudayakan penggunaan obat-obatan herbal dari bahan alami.

Temulawak


Temulawak adalah tanaman obat yang paling banyak digunakan oleh para dokter dan pasien pengobatan herbal. Cara paling tepat untuk mengonsumsi temulawak adalah dengan cara alami yang bebas dari zat pengawet. Nah, pilihan cara mengolah temulawak sebenarnya beragam, tergantung dari manfaat apa yang ingin didapatkan.

Prof Nyoman Kertia, MD., Ph.D, pakar temulawak dari Universitas Gajah Mada, mengatakan cara mengolah temulawak bisa menghasilkan zat yang berbeda. Ini tentunya menimbulkan dampak yang berbeda pula bagi kesehatan.

"Mau itu serbuk, sirup, ekstrak, dan lain-lain. Mana yang lebih 'cespleng' sebenarnya tergantung kebutuhan kita. Kalau kita menginginkan zat kurkuma dari temulawak, maka dijus atau diparut saja. Atau bisa simplisia (ditumbuk lalu diseduh), jadi kesegarannya terjaga," ujar Prof Kertia.

Hal ini ia katakan pada konferensi pers 'SOHO Global Health, Mengembangkan Potensi Alam untuk Indonesia Sehat', yang digelar di ruang Patio, Tribeca Central Park Mall, Jl Letjen S Parman, Kav 28, Jakarta Barat.

Jika ingin mendapatkan manfaat minyak atsirinya, maka temulawak bisa direbus. Ada juga orang yang membuat ekstrak temulawak. Menurut Prof Kertia, ekstrak itu memang gampang diserap tubuh, tapi ternyata justru ada efek sampingnya.

Ia mengakui, kurkuma dan minyak atsiri adalah zat yang paling banyak dimanfaatkan dalam dunia medis. Kurkuma sering digunakan untuk pengobatan pasien lever dan perawatan pasien osteoatritis. Minyak atsiri mampu mengobati rematik. Selain itu kedua zat ini juga mengandung anti-oksidan yang baik untuk mencegah kanker. Di samping itu juga dapat menyembuhkan sakit maag, memperbaiki fungsi ginjal, membuat kulit awet muda, dan lain-lain.

"Belakangan pemberian resep obat herbal mulai dibiasakan banyak dokter. Ini hal yang baik, karena berdasarkan penelitian yang saya lakukan, terbukti bahwa obat-obat herbal lebih baik daripada obat kimia dalam banyak hal," ucap Prof Kertia.

Ia mencontohkan, obat kimia akan menimbulkan efek samping dan menjadi toksik terhadap kesehatan jika dikonsumsi 10 kali dosis normal. Sedangkan obat herbal baru 'menjelma' menjadi racun pada 100 kali dosis. Karena itu obat herbal relatif jauh dari efek samping.

Prof Nyoman berharap kalangan akademisi mestinya tanggap dan turut berperan dalam mengembangkan obat bahan alam dengan meningkatkan ilmu, memperluas pendidikan obat alam dan penelitian di bidang ini. "Demikian pula dengan masyarakat, mestinya tidak tinggal diam dan harus bergerak bersama dalam menanam dan memasarkan tanaman obat dan obat bahan alam", katanya.

Diantara tiga model terapi obat alam, terapi alternatif, terapi komplementer dan terapi konvensional, kata Nyoman Kertia, model terapi komplementer paling banyak diterapkan di masyarakat. Sebab dalam terapi komplementer, obat alam dipergunakan mendampingi terapi konvensional, karena mampu mengurangi dosis dan efek obat konvensional.

Sedangkan pada terapi alternatif, obat alam terpisah dengan obat konvensional. Terapi alternatif ini menjadi pilihan bagi pasien dan keluarga karena obat konvensional dinilai memberi manfaat kecil, mudah menimbulkan efek samping dan harga yang tidak terjangkau. Model ini sering diterapkan pada pasien kanker dan penyakit kronik.

"Sementara itu, sebagai terapi konvensional, obat alam bisa berdiri sendiri. Dalam terapi konvensional, obat bahan alam telah melalui uji klinis dan terbukti tidak lebih jelek dibandingkan obat konvensional dari segi manfaat dan efek samping dan obat bahan alam dalam terapi konvensional ini, sudah dapat digolongkan sebagai fitofarmaka", papar Nyoman Kertia.

Data memberi bukti mencengangkan, lebih dari 120 macam obat konvensional berasal dari bahan alam. Sebagai contoh, kasus kardivaskular (digoxin) yang biasa dipergunakan untuk meningkatkan kekuatan jantung ternyata berasal dari tanaman Digitalis purpurea dan antropin untuk mempercepat denyut jantung berasal dari tanaman Atropa belladona. Pada pengobatan penyakit kanker (Taxol) yang biasa dipergunakan untuk menekan proliferasi sel kanker ternyata berasal dari tanaman Catharantus roseus.

Pada pengobatan serangan gout akut atau penyakit asam urat akut (kolkisin) yang hingga kini masih menjadi pilihan utama di dunia medis, ternyata berasal dari tanaman Colchicum autumnale. untuk pengobatan nyeri hebat, morfin yang sering dipergunakan ternyata berasal dari tanaman Opium.

"Masih banyak lagi contoh-contoh obat konvensional yang sesungguhnya berasal dari obat bahan alam yang sangat banyak digunakan di Indonesia. Data memperlihatkan di pedesaan dan di perkotaan yang pernah mengkonsumsi jamu sebanyak 59,12 persen dan sebanyak 95,60 persen telah merasakan manfaatnya", ungkap Nyoman Kertia.

Sumber : detikhealth, ugm.ac.id

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
kisah kesaktian kiai abas buntet

mengenal ronggowarsito : peramal legendaris indonesia

kesaktian sultan agung mampu menghilangkan singgasana

khrisna mukti dikirimi hadiah penggemar alam gaib

kisah kesaktian jenderal soedirman

kh abdul kholik hasyim dan ilmu kanuragan

stephen hawking: alam semesta bukan ciptaan tuhan

permadi dan warna hitam

kisah tabib sakti di tiongkok

nunki suwardi: praktisi grafologi yang mampu membaca kepribadian

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Penampakan Hantu di Sawah Siang Hari
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com