Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Rabu Legi, 18 September 2019 (18 Muharam 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Ruby Si Peramal Cilik

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 
Lely adalah pasien lama saya. Setelah lama kami tak bertemu, akhir-akhir ini dia sering pergi ke tempat praktik saya. Awalnya ia mengeluh badannya sakit, sulit tidur, setelah itu rematik. Sepertinya tak ada bagian yang dirasakan enak.

Ibunya yang menderita kanker, barusan terjatuh sehingga tulangnya patah. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, suaminya terkilir pinggangnya, tergeletak tempat tidur tak dapat bergerak dan harus menjalani operasi.

Serentetan peristiwa ini sungguh membuat saya tak mengerti, perasaan saya mengatakan ada yang tidak beres di dalam rumahnya, tapi agak segan untuk bertanya padanya. Biarlah dia yang menceritakan sendiri nantinya.

Pada suatu hari, dia bercerita tentang kejadian malang yang menimpa seluruh anggota keluarganya silih berganti. Dia juga bercerita tentang Ruby, putrinya yang berusia 9 tahun, "Anak ini berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Ruby tidak suka bermain, tidak ada teman, setiap hari selalu mengharapkan cepat-cepat jadi dewasa. Hobinya meramal. Sepulang sekolah, yang pertama dia lakukan adalah menaruh tas sekolah lalu pergi ke kios yang dibuatnya sendiri. Dia mulai meramal nasib orang, Hong Sui dan semacamnya."

"Oh, di mana kiosnya?" tanyaku agak terkejut.

"Di lapangan sepak bola yang paling ramai, tepi danau."

Saya pun menyempatkan waktu pergi ke tempat itu, melihat kondisi kios yang ditempati Ruby dan sekelilingnya. Nampak pada dinding yang sempit tertempel gambar-gambar seperti dalam dongeng, keadaannya semrawut membuat orang menjadi pusing dan bingung.

Diantara gambar-gambar itu juga terlihat tulisan yang kekanak-kanakan, "MEMBERI TAHU ANDA YANG SUDAH LALU, YANG AKAN DATANG, NASIB SERTA KEBAHAGIAAN ANDA".

Yang lebih mengejutkan lagi saya menemukan ada beberapa orang dengan sabar antri, menunggu giliran diramal oleh Ruby.

Saya jadi makin penasaran, lalu ikut masuk dalam antrian.

Nenek pertama bertanya, "Anjing saya yang bernama Popi, sudah 15 tahun. Dokter bilang dia mengidap penyakit yang tak dapat disembuhkan, sudah mendekati ajalnya. Saya sungguh tak tahu bagaimana mengambil keputusan, dibiarkan demikian atau coba-coba ganti dokter."

Ruby menjawab, "Jodoh Anda dengannya sudah tamat, tidak perlu menghabiskan uang untuk mengobatinya, biarkan ia menikmati sisa hidupnya dengan gembira."

Orang kedua adalah seorang perempuan, kira-kira berumur 60 tahun, pertanyaannya adalah, setelah menerima uang pensiun, sebaiknya dibelikan saham atau ditabung di bank. Waktu berkata demikian perempuan ini menunjukkan raut muka yang sangat serius dan mengharukan, seperti sedang berbicara dengan Pastur saat berada di gereja.

Jawaban Ruby hampir-hampir membuatku tak percaya, "Nyonya, waktu lahir Anda tidak membawa uang, bila mati pun tak akan Anda bawa, sama saja. Uang dibuat apa pun sama saja, bila punya keinginan untuk membantu orang miskin, orang tak punya rumah, mereka akan lebih membutuhkannya."

Ruby memandang kartu warna-warni yang dia buat sendiri, lalu berkata dengan serius, "Simpan di bank saja, di situ tempat penyimpanan uang, ada orang yang mengurusnya, Anda hanya membayar sedikit ongkos."

Nada kekanakan tidak membuat perempuan tua ini merasa geli, dia menganggukkan kepala, memberi gadis ini Rp.5.000,00 dengan perasaan puas lalu pergi.

Saat giliran saya, karena tidak ada persiapan apa-apa, saya langsung berkata, "Ruby, kamu sudah membuat PR?" Nadaku seperti orang tuanya.

Dia terkejut, tangannya masih memegang kartu-kartu yang dia buat sendiri itu, "Ah, Anda dokter ibuku ya. Saya sudah membuat PR. Apakah Anda mempunyai pertanyaan yang perlu saya bantu untuk mencari jawabannya?"

Jawabannya lancar sekali, dalam sekejap itu aku mengerti mengapa dia dapat membuat kios di tempat itu dan ada orang yang antri.Ada roh dewasa yang menguasai tubuh gadis cilik ini. Sebenarnya pengetahuan dengan usianya tak sebanding.

"Baiklah, bila kamu dapat menjawab pertanyaan orang lain, juga pasti dapat menjawab pertanyaanku, mengapa akhir-akhir ini kondisi tubuh ayah dan ibumu sangat tidak baik?" saya bertanya padanya, "Mengapa empat orang yang ada di rumahmu, tiga di antaranya sakit parah? Dapatkah kamu  memberitahu saya apa sebabnya?"

Ruby cepat-cepat mencari kartu, di setumpuk kartu itu dia tidak melihat apa-apa, lalu dia menghela nafas berkata, "Beban mental mereka terlalu berat, hidupnya sangat sulit, Anda lihat, saya juga cari cara untuk membantu mereka, kadang sehari bisa mendapat Rp.30.000,00." Dia menunjukkan kotak kertas yang ditempeli gambar bunga itu.

Lalu saya bertanya padanya, "Ruby, tahukah kamu manusia itu berasal darimana?"

"Tuhan yang menciptakannya," jawabnya tegas.

"Manusia meninggal lalu ke mana?"

"Ada yang menjadi manusia lagi, ada yang menjadi binatang, tumbuhan, batu, ada yang kembali ke udara. Saya melihat kakek setelah meninggal, lalu reinkarnasi ke rumah paman, dia sekarang menjadi sepupu saya."

Dalam hati aku kagum padanya, segala sesuatu di dunia ini dalam mata anak ini terlihat sangat sederhana, jelas. Dia melihat dan merasakan semua ini, semua ini bukan misteri buat dirinya, "Mengapa manusia datang ke dunia ini?" tanyaku.

"Datang ke dunia ini untuk memperbaiki kekurangan diri, memperbaiki kekurangan di masa lalu, sayang manusia tidak bisa berbuat demikian, tidak memperbaiki kesalahan ini, tetapi malah berbuat kesalahan lain yang lebih banyak," keluhnya.

"Kamu tahu bukan, ada benda-benda yang tak tampak, yang telah mengakibatkan orang tuamu sakit?" tanyaku lagi.

Dia mengangguk, lalu memberitahuku, kadang terlihat oleh orang-orang segumpal awan hitam di atas kepala dan mengikutinya pulang ke rumah, pada saat itu dia merasakan di dalam rumah seperti akan turun hujan.

"Jadi saya telah membawa penyakit ke dalam rumah?" tanya Ruby

"Betul." jawabku. "Untuk membersihkan diri dari benda hitam ini, kita harus berkultivasi, meningkatkan moral, membersihkan jiwa raga kita. Setelah menjalani kultivasi, kita baru akan sungguh-sungguh mengerti mengapa manusia datang ke dunia ini, mengapa ia sakit dan sebagainya."

Sumber : erabaru

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
kisah kuburan misterius bergetar di minangkabau

wawancara arwah dengan dr.azhari

mengulik rahasia pepatah china

kiamat 2012 dan orang indigo

wahana mistis di dunia lain trans studio

makna di balik coretan tangan

misteri batu krobu di probolinggo

mimpi jatuh dari tempat tinggi. apa artinya?

legenda gua panggung di pangandaran

hipnosis: mengungkap rahasia pikiran

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Demo Kekuatan Anti Cukur
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com