Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Rabu Pahing, 28 Oktober 2020 (11 Rabiul Awwal 1442H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Pelatihan Inti Energi dan cupu besi kursani

Ruwatan Buang Sial dengan Air Suci Situs Majapahit

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 


Ritual Ruwat Sukerta atau membersihkan diri dari nasib sial digelar setiap awal bulan Suro di Pendopo Agung, Trowulan, Mojokerto. Air yang digunakan adalah 7 jenis air suci yang bersumber dari 7 petirtaan situs Majapahit.

Pemangku adat dari Pusat Lembaga Kebudayaan Jawa (PLKJ) Koordinator Jawa-Bali yang memimpin ritual Ruwat Sukerta, Ki Wiro Kadek Wongso Jumerek mengatakan, ada 7 macam air suci yang selalu dipakai untuk ritual siraman tersebut. Yakni air kelapa, air laut tawar, air hujan, embun, sumber tempur, air sendang, serta air sumber dari 7 petirtaan situs Majapahit.

"Yang pertama air kelapa yang kami ambil di Ujung Galuh, Pantai Kenjeran, Surabaya, lokasi itu sebagai pintu masuk ke Keraton Majapahit. Air kelapa kan bersumber dari sari-sari bumi yang naik ke atas, tidak ada kotorannya sama sekali, itu yang disebut air suci. Saya mengambil sendiri dan tidak boleh jatuh ke tanah," kata Kadek kepada detikcom usai acara Ruwat Sukerta 1949 Saka.

Air suci ke dua, menurut Kadek diambil dari Pantai Ngobaran, Gunung Kidul, Yogyakarta dan Petirtaan Panglukan di Bali. Ternyata dibutuhkan ritual khusus untuk mengambil air laut yang tawar itu. Pasalnya, kedua lokasi itu dipercaya sebagai tempat bertapa Raja Brawijaya.

"Ada ritualnya berupa doa dan sesaji, kami permisi ke arwah para leluhur di sekitar situ, mengambilnya pun ada tata kramanya, harus pakai gayung. Di tempat itu dulu Raja Brawijaya bertapa saat akan memeberikan tahta kepada anaknya," ujarnya.

Air suci berikutnya, lanjut Kadek, merupakan air hujan yang pertama kali turun setelah musim kemarau. Menurutnya, air hujan disucikan sebab dianggap sebagai rajanya air di muka bumi. "Air hujan adalah rajanya air atau Tirta Nata, untuk melebur kotoran dalam tubuh harus pakai rajanya air. Kita ambil air pertama hujan di Malang kemarin, kita tampung dengan ember," sebutnya.

Jenis air suci ke 4 yang digunakan untuk ritual Ruwat Sukerta adalah air embun. Tetesan embun pagi itu dikumpulkan dari situs Sumur Upas di Desa Sentonorejo, Trowulan, serta dari Situs Tempuran di Kecamatan Puri, Mojokerto.

"Air embun, kita ambil setelah subuh, sekitar satu minggu lamanya untuk menampung tetesan embun di situs Sumur Upas dan Situs Tempuran, di situs itu ada prasasti Raja Terakhir Majapahit, Giri Swardana Dyah Surya Wikrama atau Bhre Wengker yang didarmakan di lokasi tersebut, tempat itu juga disebut rumah para raja," ungkapnya.

Air suci lainnya berasal dari Sumber Tempur yang juga berlokasi di Desa Tempuran, Kecamatan Puri. Sumber Tempur ini dianggap suci sebab menjadi pertemuan antara Sendang Wadon dengan Sumber Kates.

"Air suci ke enam adalah air sendang. Kami ambil dari Sendang Dewi Kunti di Gunung Arjuna Malang, di sana konon tempat para Dewa berdoa," jelasnya.

Sedangkan air suci ke 7 diambil dari 7 sumber mata air di Trowulan. Antara lain dari Siti Inggil, Petirtaan Hayam Wuruk, Tribuwana Tungga Dewi, Makam Panjang, Putri Campa, Sumur Sakti Gajah Mada, dan mata air dari Sumur Upas di Desa Sentonorejo, Trowulan.

"Ketujuh air suci itu kami campur menjadi satu untuk ritual Ruwat Sukerta ini. Tujuannya supaya yang diruwat pada bulan Suro ini benar-benar bersih jiwanya," tandas Kadek.

Dari tahun ke tahun, Ruwat Sukerta yang rutin digelar setiap awal Bulan Suro di Pendopo Agung, Trowulan ini semakin diminati. Jika tahun lalu jumlah peserta hanya 56 orang, kali ini peserta mencapai 150 orang. Selain dari Mojokerto sendiri, mereka datang dari beberapa daerah. Mulai dari Jombang, Kediri, Nganjuk, Sidoarjo, hingga Surabaya.

Untuk mengikuti ritual Ruwat Sukerta ini, peserta tak perlu membayar. Hanya saja, setiap peserta diwajibkan membawa sehelai kain putih. Secara bergiliran, peserta mulai dari anak kecil hingga orang dewasa berbalut kain putih disiram dengan air suci yang dicampur dengan kembang setaman. Setelah itu, beberapa helai rambut peserta dipotong dan didoakan oleh seorang sesepuh Trowulan.

Lantas apa yang mendorong para peserta mengikuti ritual ini dan apa saja harapan mereka?

"Kebetulan saya anak tunggal, dalam adat Jawa harus diruwat supaya mendapat keselamatan dan banyak riski," kata Nandya Paramita (24), salah seorang peserta asal Surabaya.

Hal senada dikatakan Listyowati (36), asal Kecamatan Mojoagung, Jombang. Ibu satu anak ini mengaku ikut Ruwat Sukerta sebab merasa kerap mengalami hambatan dalam usahanya. "Semoga dengan ritual ini, usaha saya diberi kelancaran dan banyak riski," ujarnya.

Usai ritual siraman air kembang, prosesi Ruwat Sukerta dilanjutkan dengan pagelaran Wayang Kulit di dalam Pendopo Agung. Setelah acara berakhir, setiap peserta diwajibkan melarung kain putih yang dipakai saat siraman ke Sungai Brantas atau sungai lainnya. Hal itu dipercaya konon sebagai tanda melepas nasib sial.

Sumber : travel.detik.com

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
heboh mumi bayi terbungkus koran di dinding rumah

mendapatkan ilmu pelet di makam keramat marongge

mistis batu opal kalimaya

kesurupan : gangguan mahluk halus atau gangguan jiwa?

dalam 5 hari terdapat penampakan ufo di tiga negara

10 negara yang paling sering dikunjungi ufo

david copperfield kembali unjuk kebolehan

asal muasal nyai roro kidul

heboh pohon pisang beranak di kediri

berlatih yoga dalam ruangan bersuhu 2 derajat celcius

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Demo Kekuatan Telekinetik oleh Nina Kulagina
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : informasipenting88@gmail.com
CopyLeft @ 2020, IndoSpiritual.com