Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Selasa Pahing, 20 Agustus 2019 (18 Dzulhijjah 1440H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 fakta menarik mengenai mimpi

 tips diet berdasarkan golongan darah

 manfaat air kelapa untuk kecantikan dan kesehatan

 kisah mustika kelapa hajar aswad

 panjang umur dengan ramuan cokelat dan zink



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Sejarah Zombie

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 



Banyak film bertema zombie atau mayat hidup. Sebutlah seperti "zombie apocalypse" yang bercerita tentang kisah zombie yang muncul pasca-wabah penyakit. Dan kini yang paling terkenal adalah film zombie "Fear The Walking Dead".

Dari mana zombie berasal? Sangat umum untuk melacaknya dari film karya George Romero berjudul Night of the Living Dead yang dibuat 1968. Dalam film itu, kata zombie belum diperkenalkan dan merupakan adaptasi lepas dari novel vampir Richard Matheson, I am Legend, yang berkisah tentang manusia terakhir yang berusaha menemukan obat untuk memusnahkan virus vampir.

Namun sejarah film zombie sebenarnya bisa dilacak lebih dalam lagi, tepatnya pada tahun 1932 ketika film White Zombie karya Victor Halperin diputar. Dalam White Zombie, ada penjelasan yang cukup ‘melelahkan’ tentang apa itu zombie untuk penonton Amerika. Pasalnya, itu diadaptasi menjadi budaya populer dari kepercayaan Haiti dan tujuh wilayah di bawah kekuasaan Prancis di Karibia.

Ada spekulasi bahwa kata zombie berasal dari bahasa-bahasa Afrika Barat – ndzumbi yang berarti mayat dalam bahasa Mitsogo di Gabon, dan nzambi berarti ‘jiwa dari orang yang telah meninggal’ dalam bahasa Kongo.

Wilayah-wilayah itu adalah asal dari budak-budak Eropa yang dalam jumlah besar dipaksa untuk pindah ke Hindia Barat dan bekerja di perkebunan tebu. Keuntungan yang besar dari praktik perbudakan inilah yang pada akhirnya mendorong kebangkitan Inggris dan Prancis menjadi kekuatan dunia.

Orang-orang Afrika ini membawa kepercayaannya. Namun hukum Prancis ketika itu mengharuskan budak untuk berpindah menjadi Katolik. Kemudian, yang muncul adalah serangkaian kepercayaan yang rumit, mencampurkan unsur tradisi yang berbeda, seperti: Voodoo di Haiti, Obeah di Jamaika, dan Santeria di Kuba.

Lantas apa arti sebenarnya dari zombie? Di Martinique dan Haiti, itu adalah kata umum untuk hantu atau segala penampakan yang menyeramkan di malam hari. Tetapi artinya secara bertahap berubah karena pengaruh kepercayaan bahwa penyihir bisa membangkitkan orang yang sudah mati menjadi budak pribadi dengan sihir yang kuat.

Zombie pada dasarnya adalah hasil logis dari ‘menjadi budak’ yang hidup tanpa keinginan, tanpa nama, dan terjebak dalam hidup semu di mana mereka bekerja tanpa henti.
Kebangkitan orang-orang mati

Negara-negara kerajaan di Utara terobsesi dengan Voodoo di Haiti dengan satu alasan yang kuat. Kondisi di koloni-koloni Prancis sangat memprihatinkan, tingkat kematian budak sangat tinggi sehingga pemberontakan akhirnya meruntuhkan penguasa mereka pada 1791.

Negara Haiti (awalnya bernama Saint Domingue) berdiri, menjadi negara republik kulit hitam pertama yang kemudian menjadi awal dari perang revolusi berkepanjangan pada 1804.

Dari situ, Haiti selalu dicitrakan sebagai tempat yang penuh dengan kekerasan, hal-hal gaib, dan kematian, karena keberadaannya merupakan sebuah penghinaan bagi kerajaan-kerajaan Eropa, Pada abad ke 19, laporan tentang kanibalisme, persembahan manusia, dan ritual mistis yang berbahaya di Haiti selalu diberitakan.

Barulah pada abad ke 20, setelah Amerika mengambil alih Haiti pada 1925, kisah-kisah ini mulai mengerucut pada zombie. Pasukan Amerika berusaha secara sistemik untuk menghapus pekercayaan adat Voodoo, yang tentu saja malah membuat mereka menjadi lebih kuat.

Kemunculan film White Zombie pada 1932 sangat berperan karena bertepatan pada akhir kependudukan AS di Haiti (pasukan Amerika pulang pada 1934). Amerika datang ke Haiti untuk ‘memodernisasi’ sebuah negara yang dianggap terbelakang – tetapi malah membawa pulang kepercayaan ‘primitif’ ke negara mereka.

Majalah-majalah picisan Amerika pada 1920 dan 1930 banyak membuat dongeng-dongeng tentang mayat hidup yang penuh dendam memanjat keluar dari kubur dan memburu pembunuh mereka. Dulu mereka banyak dicitrakan sebagai hantu yang tak berwujud, tetapi sekarang mereka digambarkan dengan bentuk mayat membusuk yang keluar dari pemakaman Haiti.

Cerita-cerita fiksi murahanlah yang pada akhirnya membawa zombie menjadi panutan supernatural Amerika. Dua penulis yang berpengaruh pada akhir abad 20 tidak hanya berkunjung ke Haiti tetapi -- secara sensasional – mengklaim bahwa mereka bertemu dengan zombie sesungguhnya. Ini bukan hanya sensasi gothic yang imajinatif, tetapi kata mereka, zombie betul-betul nyata.

Seorang penulis travel, wartawan, pemabuk, dan juga peneliti hal-hal mistis William Seabrook berkunjung ke Haiti pada 1927 dan menulis The Magic Island yang bercerita tentang perjalanannya.

Di Haiti dia ikut dalam ritual Voodoo dan mengklaim telah dirasuki oleh dewa-dewa. Kemudian dalam sebuah bab berjudul “Orang mati yang bekerja di kebun tebu” dia bercerita tentang zombie: segera setelah dia menyebut zombie, orang lokal bergegas mengajaknya ke perkebunan milik perusahaan gula Amerika-Haiti dan memperkenalkannya dengan zombie yang bekerja pada malam hari.

“Mereka bekerja dengan brutal, seperti robot. Mata mereka paling menakutkan. Tampak seperti mata orang mati. Tidak buta, tetapi meratap, tidak fokus, tidak melihat.”

Seabrook panik sesaat – menyadari bahwa semua takhayul yang dia dengar benar adanya. Tetapi, penjelasan rasional muncul di kepalanya: mereka pada kenyataannya adalah “orang miskin bodoh yang terpaksa bekerja keras di ladang”.

Bab ini kemudian menjadi dasar film White Zombie dan Seabrook sering mengklaim bahwa dialah yang memperkenalkan kata zombie ke budaya Amerika.
Legenda yang tak akan mati

Penulis lainnya yang berpengaruh adalah novelis kulit hitam Zora Neale Hurston. Banyak penulis pada periode 1920-1930 tertarik pada Haiti sebagai model dari kemerdekaan kaum kulit hitam dan sebuah kampanye menolak kependudukan AS.

Huston lebih konservatif dan menilai bahwa kependudukan AS adalah hal yang baik. Yang juga cukup mencengangkan, Hurston yang belajar menjadi antropolog profesional, pergi untuk meriset Hoodoo di New Orleans (Voodoo versi Afrika-Amerika) dan menghabiskan beberapa bulan di Haiti menjadi pendeta Voodoo.

Pengalaman itu membuatnya semakin diliputi ketakutan, walau laporan antropologinya terkesan cukup hati-hati dalam menjelaskan momen itu.

Kemudian pada buku travel tentang Haiti berjudul Tell My Horse (1937), Hurston tidak hanya bercerita bahwa zombie adalah nyata, tetapi bahwa “saya mendapat pengalaman langka untuk melihat dan menyentuh kasus otentik. Saya mendengar serak suara keluar dari kerongkongannya, dan saya melakukan apa yang tidak orang lain lakukan sebelumnya: memotretnya.”

Foto zombie bernama Felicia Felix-Mentor memang menyeramkan. Setelah pertemuannya itu, Hurston bergegas meninggalkan Haiti karena percaya bahwa komunitas voodoo rahasia berniat untuk meracuninya.

Hurston dimaki karena kesimpulannya yang dangkal dan buku itu kemudian menjadi sebuah hal yang memalukan baginya. Perempuan yang dia foto itu bisa jadi bukanlah zombie tetapi seseorang yang telah mengalami ‘kematian sosial’ karena dibuang oleh komunitasnya dan mungkin saja menderita gangguan mental (Hurston bertemu dengannya di rumah sakit jiwa Haiti).

Bagaimanapun, trauma historis terkait perbudakan mendasari kondisi mengerikan: menjadi manusia hampa, seorang perempuan yang hidup sendiri, terseret dalam kehidupan yang terasa mati.

The Walking Dead juga menggaungkan sejarah ini. Serial mayat hidup tersebut memang tidak memberi gambaran nyata, tetapi jalinan cerita para penyintas yang melintas Georgia, melewati bekas perkebunan yang dulu dihuni banyak budak, bisa mencerminkan hal itu.

Memahami zombie adalah tentang memahami kecemasan yang diperlihatkan oleh figur ini dalam budaya kontemporer Amerika, saat ras masih menjadi isu yang teramat penting.

Sumber : BBC.COM

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
kematian paling aneh dalam sejarah

shio yang beruntung di tahun 2015

inilah wisata religi terpopuler di pati jawa tengah

10 tempat angker di jakarta

pesona mistis candi agung amuntai

mengulik rahasia pepatah china

awal mula penelitian reinkarnasi di barat

sudah meninggal 17 jam tapi mendadak hidup lagi

kekeramatan makam mbah priok

mantan astronout nasa ungkapkan : alien pernah mengunjungi bumi

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Pria Dengan Kekuatan 260 Tenaga Kuda
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]






loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com