Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Rabu Wage, 20 November 2019 (22 Rabiul Awwal 1441H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 membaca pikiran lewat mata

 riwayat hotel paling angker sedunia

 membaca romantisme seseorang lewat zodiak

 tips menjinakkan kekuatan jahat dalam benda pusaka

 fakta menarik mengenai mimpi



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Terapi Kasih Ibu Bangkitkan Energi Positif

by : Indospiritual
Kategori : Umum
 

Setiap pribadi mendambakan ketenteraman lahir batin. Ketenteraman itu bisa diperoleh bila kita yakin ada yang mengasihi dan dikasihi. Terapi kasih ibu, yang terdiri atas terapi konseling, sentuhan fisik, doa, aura, paham diri, dan air bunga, mampu mengembangkan energi positif secara lahir batin.

Maria Regina Dwi, praktisi intuitif asal Danukusuman, Yogyakarta, mengembangkan layanan terapi kasih ibu itu. Menurut Dwi, demikian perempuan sumringah itu biasa disapa, tujuan layanan adalah mengembangkan energi positif agar setiap pasien memperoleh ketenteraman dan kelegaan hati. Hati yang tenteram dan lega dapat diperoleh dengan cara berpikir positif.

Setiap konseling, Dwi selalu mengajak pasien untuk melihat kejernihan hidup. Moto hidupnya hanya dua, yakni enak dan enak sekali. Ia tidak mau membuat lawan kata, melainkan sinonimnya. Contoh kata yang selalu diajarkan kepada pasiennya, “hidup kok susah” diganti menjadi “hidup tidak ringan”.

Selanjutnya, ia mengajak untuk memfokuskan pada kata “ringan’. Begitu juga dengan kata “saya benci”, ia akan mengubahnya menjadi “saya tidak senang”. Fokusnya hanya pada kata senang.

Ia melihat ada kesalahan konsep tentang cinta yang berkembang di masyarakat. Saat ini terjadi eksplorasi cinta, maksudnya orang gampang mengatakan cinta, seolah-olah mereka saling mencinta, akhirnya saling menuntut.

Masih kata Dwi, cinta itu searah, semata hanya memberi dan tak harap kembali. Ia menyarankan pasangan suami istri yang mempunyai persoalan hidup untuk tidak melakukan hubungan intim dahulu karena mereka biasanya sedang mengalami krisis cinta.
Bila dipaksakan dan salah satu di antaranya dianggap tak mampu memenuhi kebutuhan seks pasangan, salah satu pihak akan mencari pribadi lain. Hal demikian akan menambah persoalan dan sakit tak berkesudahan.

Tujuh Buah Roh

Menurutnya, orang yang mengalami sakit hari ini ada kaitan dengan masa lalunya. Sakit juga terjadi karena manusia selalu berkutat pada asupan daging. Ia menganjurkan pasien yang atang selalu bersyukur di awal hari karena masih diberi napas, dan bertobat karena masih menjadi manusia yang penuh daging dan egoisme.

Lewat pola di atas, kasus yang sering ditangani adalah soal ketidakpahaman diri. Ketidakpahaman diri itu menyangkut hubungan antarpribadi, bisa orangtua dan anak, atau pria dan lawan jenisnya.

Dwi memperkenalkan tujuh buah roh keutamaan hidup, yakni roh hikmat, nasihat, pengertian, kudus, tawakal, keutamaan kepada Allah, dan kesalehan. Hal ini dimaksudkan agar orang menjadi hikmah bagi orang lain, mampu menasihati orang lain, mampu menularkan hal-hal yang baik, mampu mengerti orang lain, dan bijaksana terhadap orang-orang di sekitarnya.

Ketujuh roh keutamaan hidup itu pulalah yang ditularkan kepada pasien saat datang untuk pertama kali. Awalnya ia meminta mereka untuk melantunkan tujuh buah roh keutamaan. Selanjutnya pasien diminta menarik napas, sambit mengucapkan “Allah Maha Besar ", "Tuhan Kasihanilah Aku” atau “Gusti Nyuwun Kawelasan”, lalu mengembuskan napas.

Berikutnya, Dwi mengantar pasien pada lantunan bait doa, menurut kepercayaan masing-masing. Bila diperlukan, ia juga memberikan terapi sentuh alias pijat pada bagian-bagian tubuh pasien, semisal di bagian wajah, kepala, tangan, atau kaki.

Terapi ini digunakan untuk menghasilkan rileksasi umum, sehingga ketegangan dan kekakuan yang dialami di kehidupan sehari-hari bisa diredakan dan dihilangkan. Pijat, katanya, sangat efektif untuk menyegarkan jiwa maupun tubuh.

Teknik ini dapat digunakan untuk menyembuhkan penderita hipertensi, sinusitis, atau insomnia. Termasuk juga orang yang mengalami gangguan peredaran darah dan jantung.

Mandi Bunga

Dwi juga menyarankan pasien untuk mandi bunga. Mandi bunga merupakan terapi vibrasi energi bunga. Selain memperbaiki kondisi orang yang sedang gelisah, tegang, atau stres, terapi mandi bunga juga mampu menstabilkan medan energi. Hasilnya, sistem pencernaan dapat berfungsi dengan baik, sehingga tubuh memiliki kemampuan melakukan asimilasi gizi.

Pemanfaatan energi bunga, katanya lagi, dapat menunjukkan perubahan yang lebih positif, dari sisi mental, emosional, maupun spiritual. Cakra lebih aktif, aura pun lebih terang dan kuat.

Bunga yang dipakai untuk mandi berupa tujuh macam bunga setaman yang biasa dipakai untuk upacana adat pernikahan Jawa. Bunga-bunga yang digunakan dimaknainya secara berbeda. Terdiri dari 7 kuntum mawar putih (lambang kejujuran), 7 kuntum mawar merah (lambang keberanian dan semangat, keteguhan, dan ketabahan), 7 kuntum kenanga (lambang tanda mata), 7 kuntum kantil putih (pesona), 7 kuntum kantil kuning (keagungan dan keberhasilan), 7x7 kuntum melati (wewangian untuk semua orang), dan 7 lembar pandan yang dirajang tipis-tipis (kesejukan).

Saat mandi, Dwi menyarankan pasien untuk menggosok setiap bagian tubuh secara perlahan-tahan sambil merasakan karunia Tuhan. Ritual mandi bunga ini dilakukan selama 7 hari berturut turut atau sebanyak 7 kali pada setiap Senin dan Kamis atau hari yang dianggap mampu tepat untuk melakukan ritus ini.

Ia menambahkan, hasil langsung yang bisa dirasakan setelah mandi bunga adalah seseorang mempunyai daya magnet tersendiri. Hasilnya, siapa pun yang memandangnya menjadi terpesona.

Biasanya Dwi meminta pasien untuk melakukan ritual mandi bunga pada pukul 24.00, yang disebutnya merupakan waktu spiritual. Namun, bila fisik tak memungkinkan, boleh diganti pada pukul 15.00 atau yang dianggap sreg oleh si pasien.

Setelah mandi bunga, pasien dianjurkan melakukan doa dengan posisi bersujud. Cara ini untuk mengingatkan bahwa asal mula manusia dari tanah, dilanjutkan dengan doa batin yang paling disukai selama ini ditutup dengan ucapan ketujuh buah roh keutamaan.

Selain bunga-bungaan di atas, ada resep terapi air daun sirih. Ambil 7 daun sirih, setelah dicuci bersih, rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih. Tuang airnya ke dalam gelas dan letakkan di ruangan yang hening selama semalaman.

Keesokan paginya, tambahkan 7 kuntum bunga melati. Setelah berdoa sesuai permohonan, minum airnya. Ramuan ini untuk mengatasi gangguan stres berat dan mengatasi luka batin.

Dwi menyadari tujuan hidupnya hanya mengabdi pada Tuhan. Ia ingin melayani dan membantu sesama, sehingga tetap ikhlas meski kadang-kadang tak menerima bayaran. Pasien dipersilakan secara sukarela menghargai jasanya.

Mantan Guru yang Mengabdi pada Tuhan

Maria Regina Dwi adalah mantan guru SMA Tarakanita dan dosen tak tetap di Universitas Atmajaya, Jakarta. Awalnya ia merasa sebagai orang yang berpikir secara logis, sehingga tak mempercayai kekuatan energi ilahi meski sejak keci telah mampu mendeteksi kehidupan seseorang di masa depan.

Saat SD, ia tahu betul apakah perkataan orang tua maupun gurunya mengandung kebenaran. Sayangnya, segala kelebihan itu ia tanam dalam-dalam tanpa ingin mengembangkannya. Namun, perjalanan hidupnya mengatakan lain. Tahun 1996 adalah titik awal dari kesadaran spiritualitasnya.

Sejak saat itu, seiring berjalannya waktu, ia terus menggali, mengolah, dan mengembangkan kemampuan intuitifnya. Sejak lima tahun lalu ia menetap di tempat kelahirannya, Yogyakarta. Di sana, beberapa praktisi pengobatan alternatif yang dijumpai juga menasihati agar ia selalu menjaga ucapan. “Menurut para ahli pengobatan alternatif itu, saya mempunyai kemampuan mengerti apa yang akan terjadi di kemudian hari," ujarnya.

Secara otodidak, perempuan kelahiran 25 April 1958 ini mempelajari teknik pengobatan alternatif, yakni akupresur, reiki, dan energi bunga. Mantan penyiar radio ini sering berkelakar, dirinya adalah wanita lulusan universitas kehidupan, fakultas kebijaksanaan, mata kuliah refleksiologi, doa, dan konseling.


Sumber : kompas.co.id



 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
selayang pandang keris

dave brand menemukan jodoh lewat mimpi

mitos pulau gunung wayang, konon yang datang bisa meninggal

misteri deja vu

kita mungkin tidak berada di dimensi alam yang sama

keajaiban dunia bernama danau kelimutu

lapan : badai matahari 2012 tidak akan langsung hancurkan peradaban manusia

menebak kepribadian wanita dari cara berjalannya

hantu berwajah rata hantui warga binjai

mengenal unsur alam dalam tubuh kita

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Pengalaman Spiritual Menjelang Kematian
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]


loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com