Primbon, Mistik, Klenik, Paranomal, Metafisika
Pendulum Audio Pembangkit Energi Metafisika
Metode Alternatif Tambah Tinggi Badan Rajah Penakluk Sukma
Super Hipnotis Modern : Pengaruhi Orang Jarak Jauh Audio Zikir Menetralisir Energi Negatif
Paket Belajar Hipnotis Audio Pembangkit Energi Metafisika
Pendulum Ajaib untuk Deteksi Berbagai Hal Tasbih Nur Karomah
Software Pemusnah Santet Rahasia Dahsyat Kunci Kekayaan Agung
Nomor Handphone Pendongkrak HOKI VCD : Senam Praktis Penyembuh Sgl Penyakit
ilmu tenaga dalam kalung penyembuh penyakit
 
Minggu Pon, 17 Februari 2019 (11 Jumadil Tsani 1440H)   

[ ADS ]
bisnis crypto
[ KEILMUAN ]

menaklukan pelaku ilmu gendam

agar lolos dari pemeriksaan oknum aparat

asma patirasa

rajah ilmu menghilang

asmak getak ambyak

doa pegangan para pemimpin

menundukan masyarakat di suatu daerah

khasiat hizib nasr




[ ARTIKEL ]

 panjang umur dengan ramuan cokelat dan zink

 kesetiaan pria berdasarkan zodiaknya

 mengenal ilmu sirep

 tempat angker di dunia yang bikin penasaran

 menebak kepribadian wanita berdasarkan bentuk hidungnya



[ TEROPONG ]
Tafsir Mimpi
Kedutan
[ MENU ]
JOIN NOW
LOGIN
Konsultasi Spiritual


Home > Artikel > Detail
Aktivasi otak untuk dewasa

Waspadai Pengobatan Patah Tulang Alternatif

by : Indospiritual
Kategori : Kesehatan
 
Menjamurnya pengobatan patah tulang alternatif yang tidak terdaftar dan tidak memenuhi standar kesehatan diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah melalui Departemen Kesehatan.   Dokter spesialis bedah tulang RS Pelni Jakarta Barat, dr. Mulyono Soedirman SpB, SpOT mengatakan, hendaknya Departemen Kesehatan mengeluarkan peraturan terkait maraknya praktik pengobatan alternatif yang tidak berstandar medis itu.
     
"Saya tidak mendukung keberadaan praktik itu, dan berharap pemerintah mengeluarkan policy. Meskipun secara biaya pengobatan itu tergolong ringan bagi pasien kelas menengah ke bawah," katanya.
    
Ia menambahkan, risiko bagi seorang penderita patah tulang jika tidak ditangani dengan tepat akan mengakibatkan kelumpuhan. Mulyono mengatakan, yang harus lebih diperhatikan dalam penanganan patah tulang adalah perbedaan usia tulang.
    
"Tidak bisa disamakan tulang pada usia dewasa dan tulang pada usia anak. Kesalahan penanganan patah tulang pada anak bisa mempengaruhi pertumbuhannya kelak," katanya.
    
Ia mengatakan, jika keberadaan praktik-praktik pengobatan itu tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan semakin banyak masyarakat yang menjadi korban. "Saat ini banyak masyarakat yang mengadu pada para medis akibat kesalahan penanganan patah tulang oleh pengobatan alternatif itu," katanya.
     
Secara logika, kata Mulyono, mana mungkin seseorang mengobati patah tulang tanpa mengetahui letak cedera secara pasti. "Sekarang bagaimana mungkin orang menangani patah tulang tanpa rontgen?" tegasnya.
     
Tindakan tegas dari pemerintah mengenai pengaturan keberadaan praktik-praktik pengobatan alternatif, menurut Mulyono, dapat melindungi kelompok masyarakat tertentu yang seringkali menjadi korban praktik kesehatan tanpa standar Depkes itu.

Sumber : kompas

 
KOMENTAR ANDA :




ARTIKEL LAINNYA
tubuh langsing dengan akupuntur

pengobatan tuli secara permanen telah ditemukan

olahraga yang sesuai dengan karakter anda

melakukan operasi di bulan purnama bisa lebih cepat sembuh

yoga : meditasi dalam gerak

inilah minyak yang paling ampuh mengobati penyakit jantung

tips yoga untuk para pengendara

laku prihatin model jawa berkhasiat pengobatan

obat alami mengatasi keracunan makanan

totok jari atasi tbc tulang

 
 
 
VIDEO MISTERI PILIHAN
Video Pocong Terekam Kamera HP
 


[ ADS ]
[ PRODUK ]

metode astral projection anti gagal

kumpulan audio hipnoterapi

program pembangkitan ilmu tenaga dalam

pagar gaib mobil

tasbih kayu kokka asli

metode alternatif menambah tinggi badan secara alami



[ PENCARIAN ]

Kata yang dicari



di



[ NETWORK ]




Vemale.com: Wanita Indonesia | Zodiak | Keluarga | Kesehatan | Kisah nyata



loading...

Email : support@indospiritual.com SMS CENTRE : 0813-8698-9797 (Sabtu/Minggu/Hari Besar Libur)
CopyLeft @ 2019, IndoSpiritual.com